Internasional

Jelang Pertemuan Federal Reserve, Dolar AS Menguat

INDOPOSCO.ID – Dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan, Sabtu (24/7/2021). Kenaikan mingguan kedua ini setelah beberapa hari bergejolak ketika mata uang bergerak bersama selera risiko yang berubah, serta pasar mengalihkan fokus ke pertemuan Federal Reserve minggu depan.

Namun, beberapa analis bertanya-tanya apakah reli dolar baru-baru ini mungkin akan kehilangan momentum.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama saingannya, sedikit lebih tinggi pada Jumat waktu setempat di 92,873. Untuk minggu ini, indeks dolar naik 0,1 persen, setelah menguat 0,6 persen pekan sebelumnya.

Tapi indeks dolar turun dari tertinggi 3,5 bulan di 93,194 yang dicapai pada Rabu (21/7/2021), didukung oleh laporan laba emiten Wall Street yang kuat, yang membantu investor mendapatkan kembali kepercayaan di tengah kekhawatiran bahwa varian virus corona Delta dapat menggagalkan pemulihan global.

Selera risiko tetap tinggi pada Jumat (23/7/2021), dengan kenaikan saham AS, aksi jual di obligasi pemerintah, keuntungan di sebagian besar mata uang komoditas, dan greenback turun dari puncaknya.

”Osilator jangka menengah dan momentum seimbang pada aspek positif menunjukkan potensi kenaikan yang tinggi akan datang, seperti 94,30-94,72 (pada indeks dolar),” ujar Dave Rosenberg, kepala Ekonom dan Ahli Strategi di Rosenberg Research seperti dilansir dari Antara.

Dia juga mengutip potensi “Golden Cross” dalam indeks dolar, pola grafik di mana rata-rata pergerakan 50 hari melintasi di atas rata-rata pergerakan 200 hari, sebuah sinyal bullish.

“Secara keseluruhan, (indeks) dolar condong ke arah kenaikan lebih lanjut yang dapat menambah tekanan baru-baru ini pada harga-harga komoditas dan mata uang lainnya. Support ada di 92,00-91,50,” ungkapnya.

Sejauh Juli ini, dolar telah naik 0,6 persen, setelah melonjak 2,8 persen pada Juni. Posisi dolar AS di antara investor jangka pendek dalam pekan yang berakhir 20 Juli telah berbalik ke posisi beli bersih untuk pertama kalinya sejak Maret 2020.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button