Internasional

Kekuasaan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Berakhir

INDOPOSCO.ID – Kekuasaan 12 tahun perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu akan berakhir pada Minggu (13/6/2021) ketika parlemen memberikan suara untuk pemerintahan baru, mengantarkan pemerintahan yang berjanji akan menyembuhkan sebuah negara yang terpecah akibat kepergian pemimpin terlama negara tersebut.

Netanyahu, 71, politisi Israel paling dominan di generasinya, gagal membentuk pemerintahan setelah pemilu Israel 23 Maret, yang keempat dalam dua tahun. Kabinet baru, yang akan dilantik setelah mosi tidak percaya Knesset (parlemen) diperkirakan menang dan akan dirancang bersama oleh pemimpin oposisi tengah Yair Lapid dan ultra nasionalis Naftali Bennett.

Bennett, jutawan teknologi mandiri, akan menjabat sebagai perdana menteri selama dua tahun sebelum Lapid, mantan host TV kenamaan, mengambil alih. Mereka akan memimpin pemerintahan yang terdiri atas partai-partai dari semua spektrum politik, termasuk untuk kali pertama mewakili 21 persen minoritas Arab. Mereka sebagian besar berencana menghindari langkah-langkah sweeping pada isu-isu internasional seperti kebijakan terhadap Palestina selagi berfokus pada reformasi dalam negeri.

Dengan sedikit atau tidak adanya prospek terhadap penyelesaian konflik dengan Israel, banyak rakyat Palestina tidak akan tergugah oleh perubahan pemerintahan tersebut, kata Bennett, sepertinya akan mengejar agenda sayap kanan yang sama seperti Netanyahu.

Di panggung internasional, dengan kefasihan berbahasa Inggris dan suara bariton yang menggelegar, Netanyahu yang telegenik menjadi wajah Israel. Menjabat sebagai perdana menteri untuk kali pertama pada 1990-an, dan sejak 2009 sukses melanjutkan empat kali masa jabatan, ia menjadi sosok yang terpolarisasi, baik di dalam maupun di luar negeri.

Kerap dipanggil dengan sebutan Bibi, Netanyahu dicintai oleh para pendukung garis kerasnya dan dibenci oleh para kritikus. Sidang korupsinya yang sedang berlangsung, hanya memperparah perbedaan.

Para penentangnya telah lama mencela apa yang dianggap sebagai retorika pemecah Netanyahu, taktik politik licik dan penaklukan kepentingan negara untuk kelangsungan hidup politiknya sendiri. Sejumlah pihak menjulukinya “Menteri Kejahatan” dan menuding dirinya tidak becus menangani Covid-19 dan ekonomi negaranya.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button