Jakarta Memanas, Tokoh Betawi Minta Masyarakat Jangan Mudah Diadu Domba

INDOPOSCO.ID – Tokoh Muda Betawi Abu Bakar Maulana menyoroti unjuk rasa berujung ricuh di depan Gedung DPR, Jakarta baru-baru ini. Fokus tuntutan dibiaskan arogansi oknum aparat dan diadu domba sesama anak bangsa hingga menelan korban jiwa.
Ia menyesalkan aksi demonstrasi diwarnai kericuhan. Hal tersebut tidak mencerminkan visi Jakarta sebagai “Kota Global dan Berbudaya”. Sehingga menjadikan Jakarta berdaya saing dan memperkuat jati diri serta kekayaan budayanya.
“Ini saya tegesin, Jakarta itu Kota Global dan Berbudaya, Budaya anak Betawi sangat toleran, tidak ricuh seperti itu nyampaikan aspirasi,” kata Abu Bakar dalam keterangannya, Jakarta, Jumat (29/8/2025).
Ia turut menyampaikan duka cita mendalam atas korban meninggal dunia dalam demonstrasi ricuh di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pada, Kamis (28/8/2025) malam.
“Saya berduka terjadi korban akibat aksi kemarin, malam Jumat) sebagai anak Betawi penduduk asli Jakarta berharap jangan ada rusuh ricuh di tanah Betawi,” ujar Abu Bakar.
Harapannya seluruh tokoh masyarakat di Jakarta, khususnya tokoh Betawi turun tangan meredakan ketegangan akibat demo ricuh di sejumlah wilayah, seperti Pejompongan, Senen, Jakarta Pusat hingga Otista, Jakarta Timur.
“Berharap juga sodara-sodara pesilat dan jawara Betawi ngebantu jaga kampung kite, jangan mau diadu sama anak bangsa sendiri,” ucap Abu Bakar.
Ia menambahkan, semua pihak harus tetap waspada keterlibatan pihak asing yang dikhawatirkan memecah belah bangsa Indonesia.
“Musuh kita pihak asing, pihak luar yang khawatir dan takut akan bangsa kita yang saat ini disorot oleh mancanegara dan tokoh dunia non state,” imbuh Abu Bakar.
Seperti halnya disampaikan eks Kepala Badan Intelejen Indonesia (BIN) Abdulllah Mahfud Hendropriyono yang menyinggung intervensi pihak asing dalam demonstrasi berujung ricuh di depan Gedung DPR, Jakarta. (dan)