Headline

MAKI Ungkap Dugaan Pungli di Bandara Soetta Rp 1,7 Miliar

INDOPOSCO.ID-Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) melaporkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) senilai Rp 1,7 miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.

Koordinator MAKI, Boyamin Saiman mengatakan dugaan pemerasan atau pungutan liar itu diduga dilakukan oleh oknum pegawai Bea Cukai terhadap usaha jasa kurir di Bandara Soekarno Hatta.

“Sesuai amanat Presiden Jokowi untuk memberantas dugaan pemerasan dan pungutan liar di pelabuhan-pelabuhan ( laut/udara ) dan hasil pertemuan MAKI dengan Menteri Koodinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Bapak Mahfud MD tanggal 6 Januari 2022 terkait adanya dugaan pemerasan/pungli di Bandara Soekarno Hatta untuk diteruskan kepada aparat penegak hukum setempat,” ujar Koordinator MAKI, Boyamin Saiman kepada Indoposco.id, Minggu (23/1/2022).

Boyamin menjelaskan, pada tanggal 8 Januari 2022, MAKI telah berkirim surat melalui sarana elektronik dan akun Whatsapp (WA) hotline Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Banten.

Materi surat elektronik ke Kejati Banten itu, kata Boyamin, terkait adanya dugaan pemerasan/pungli yang dilakukan oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bea dan Cukai berdinas di Bandara Soekarno Hatta Tangerang.

Baca Juga : Suap dan Pungli Modus Terbanyak Korupsi di Indonesia

Dalam surat tersebut, Boyamin menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada bulan April 2020 hingga bulan April 2021 atau tepatnya selama setahun. Dugaan pemerasan/pungli tersebut dilakukan dengan modus melakukan penekanan kepada sebuah perusahaan jasa kurir ( PT. SQKSS).

“Dugaan penekanan untuk tujuan pemerasan/pungli tersebut berupa ancaman tertulis maupun verbal/lisan, tertulis berupa surat peringatan tanpa alasan yang jelas dan verbal berupa ancaman penutupan usaha perusahaan tersebut, semua dilakukan oknum tersebut dengan harapan permintaan oknum pegawai dipenuhi oleh perusahaan,” kata Boyamin.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button