Headline

Ini 21 Rekomendasi Ulama untuk Presiden Jokowi

INDOPOSCO.ID – Kalangan ulama dan santri menyerahkan 21 rekomendasi yang ditujukan kepada Presiden Joko Widodo termasuk Pemerintah Aceh, sesuai dengan hasil Kongres Santri Pancasila Tahun 2021 yang dilaksanakan di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

“Kami berharap nantinya rekomendasi dari kalangan santri dan ulama Aceh ini, akan menjadi acuan pemerintah dalam menerapkan nilai- nilai di Tanah Air,” kata Bupati Aceh Barat H Ramli MS di Meulaboh, Minggu (14/11/2021).

Ada pun rekomendasi para ulama dan santri seluruh Aceh dalam kongres tersebut yang diserahkan melalui Badan Pembinaan Ideologi Pancasila( BPIP) Republik Indonesia tersebut, di antaranya mengakui ijazah lulusan pesantren/ dayah dan dapat diterima di universitas dan sekolah umum lainnya setara dengan sekolah umum.

Kemudian menepatkan dan mengakui dayah/pesantren sebagai pendidikan formal, memberikan mata pelajaran pendidikan Pancasila pada pesantren dan dayah secara formal, sehingga pesantren/ dayah dapat ikut serta menjadi penerus estafet bangsa ini dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Mendorong Pemerintah dan segenap masyarakat untuk membuka ruang- ruang partisipasi yang semakin luas, terutama kepada tokoh agama dan masyarakat

untuk menciptakan pembangunan yang bermoral dan berkeadilan. Menambah jam belajar untuk mata pelajaran Pancasila dan kewarganegaraan dari 2 jam/ SKS menjadi 3 Jam/ SKS.

Kemudian Majelis Ulama Indonesia bukan hanya sebagai mitra dan memberi pertimbangan kepada pemerintah, akan tetap menjadi landasan hukum yang ikut dijalankan sejajar dengan hukum positif yang dipatuhi dan dilaksanakan. Meningkatkan status BPIP RI dari lembaga setingkat menteri menjadi kementerian khusus Pembinaan Ideologi Pancasila.

Meminta kepada BPIP RI bersama dengan instansi lainnya untuk ikut berperan mereduksi dari dampak faham bahwa pesantren/ dayah sebagai tempat radikalisme atau penyebar faham khilafah, agar BPIP RI dapat menghilangkan paradikma beberapa pendapat publik yang mengatakan pesantren/ dayah sebagai sarang radikalisme.

Meningkatkan anggaran untuk pembinaan dayah/ pesantren yang mencukupi untuk kebutuhan pembangunan, menghilangkan biaya Pembangunan dalam lembaga pendidikan dan sekolah dan pesantren/ dayah.

Kemudian BPIP Republik Indonesia juga dimohon agar dapat melaksanakan Kongres Santri Pancasila Nasional, mengangkat guru pesantren/ dayah menjadi ASN sehingga meningkat dapat meningkatkan kesejahteraan para guru dayah (pesantren tradisional).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button