Headline

Presiden Jokowi Tak Ingin BUMN Sering Dapat Proteksi

INDOPOSCO.ID – Presiden Joko Widodo menilai BUMN kerap mendapat proteksi sehingga tidak berani berkompetisi.

“Sehingga kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN terlalu keseringan kita proteksi, sakit, tambahin PMN (Penyertaan Modal Negara), sakit, kita suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali,” tutur Presiden Jokowi dalam tayangan di kanal Youtube Sekretariat Presiden yang diunggah pada Sabtu.

Presiden Jokowi menyampaikan hal itu saat memberikan arahan kepada para Direktur Utama BUMN di Hotel Meruorah Komodo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (14/10).

“Berkompetisi tidak berani, bersaing tidak berani, mengambil risiko tidak berani. Bagaimana profesionalisme kalau itu tidak dijalankan? Jadi tidak ada lagi yang namanya proteksi-proteksi, sudah lupakan Pak Menteri yang namanya proteksi-proteksi,” tegas Presiden.

Presiden Jokowi meminta agar BUMN dapat “go global”, bersaing internasional.

“Jadi mulai harus menata adaptasi pada model bisnisnya, teknologinya, paling penting ini. Dunia sudah seperti ini, revolusi industri 4.0, disrupsi teknologi, pandemi,” lanjut Presiden.

Presiden pun berharap agar BUMN dapat cepat beradaptasi dengan perubahan-perubahan cepat tersebut.

“Kalau Pak Menteri sampaikan pada saya, ini ada perusahaan seperti ini, kondisinya seperti ini, kalau saya tutup saja! Tidak ada selamet-selametin bagaimana kalau sudah begitu,” ungkap Presiden.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button