Headline

Kemenkes: Kebocoran Data eHAC Perlu Pembuktian Digital Forensik

INDOPOSCO.ID – Kepala Biro Komunikasi serta Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI Widyawati mengemukakan dugaan kebocoran data pengguna aplikasi “Electronic Health Alert Card” (eHAC) lama masih memerlukan pembuktian digital forensik.

“Ini adalah baru dugaan kebocoran. Karena sebuah insiden kebocoran baru 100 persen bisa dikatakan bocor jika sudah ada hasil audit digital forensik,” kata Widyawati saat memandu konferensi pers secara virtual yang dipantau dari kanal YouTube Kemenkes RI, Selasa (31/8).

Widyawati mengatakan laporan terkait dugaan peristiwa itu masih dalam proses penelusuran sejumlah pihak terkait dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) maupun lembaga hukum lainnya.

Seperti diketahui, bahwa aplikasi eHAC memuat sejumlah data pengguna terkait status vaksinasi, tes Covid-19 hingga riwayat perjalanan transportasi udara maupun kunjungan ke berbagai tempat.

Kepala Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI Anas Maruf memastikan bahwa data eHAC yang lama sudah tidak terhubung dengan data di aplikasi PeduliLindungi.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button