Headline

Kasus Montara Mangkrak 12 Tahun, Australia-PTTEP Terkesan Lepas Tangan

INDOPOSCO.ID – Kasus tumpahan minyak Montara yang sudah 12 tahun belum selesai mengusik Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB). Karenanya, YPTB mendesak Pemerintah Federal Australia dan PTT Exploration and Production PCL (PTTEP) Bangkok untuk bertemu membahas kasus tersebut.

“Kasus ini harusnya sudah selesai, karena ini sudah berjalan 12 tahun. Ini karena baik pemerintah Federal Australia dan PTTEP Bangkok terkesan tidak mau menyelesaikan kasus yang terjadi pada 21 Agustus 2009,” kata Ketua YPTB Ferdi Tanoni kepada ANTARA di Kupang, Sabtu (21/8/2021).

Hal ini disampaikannya berkaitan dengan peringatan 12 tahun kasus meledaknya kilang minyak Montara pada 21 Agustus 2009 yang berujung pada kerusakan biota laut dan banyak nelayan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengalami luka-luka dampak dari tumpahan minyak itu.

Menurut Ferdi, Pemerintah Federal Australia harus berani segera bertemu dengan YPTB untuk menyelesaikan kasus Petaka Montara ini sebagaimana surat dari Perserikatan Bangsa Bangsa.

Kepada PTTEP di Bangkok,YPTB juga meminta untuk segera bertemu dalam bulan Agustus ini untuk merundingkan surat yang sudah dikirimkn oleh YPTB pada 7 April 2021.

“Seandainya Pemerintah Federal Australia dan PTTEP Bangkok masih terus tarik ulur kasus pencemaran Laut Timor ini,kami mendesak Pemerintah RI segera melakukan penuntutan terhadap Pemerintah Australia dan PTTEP tentang kerusakan lingkungan yang dibuat,hal ini telah terbukti dalam putusan Pengadilan Federal Australia di Sydney pada Maret 2021,” tegas Ferdi

Ia melaporkan bahwa keadaan sesungguhnya hingga saat ini secara garis besar ,rumput laut di Pulau Timor,Rote,Sabu,Flores Timur,Lembata,Alor dan Sumba tetap tidak ada perubahan berarti,dan hanya bisa hasilkan 10-35 persen rumput laut.

Demikian juga ikan-ikan dasar laut seperti lobster sulit ditemukan lagi dan ikan kakap,teri dan sardins pun antara ada dan tiada.Pohon Bakau dan lain sebgainya habis dan musnah.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button