Headline

Covid-19, PSBB, dan Pariwisata di Jakarta

INDOPOSCO.ID – Pada bulan depan, genap sudah satu tahun Covid-19 menerjang Indonesia, termasuk Ibu Kota Jakarta. Dampak yang diakibatkan Corona ini sangat luar biasa. Tak hanya dari sisi kesehatan, tapi juga melumpuhkan hampir seluruh sendi ekonomi, termasuk pariwisata sebagai sektor yang paling terpukul.

Kondisi sekarang, baik destinasi wisata murah sampai yang berskala nasional mengalami ‘lesu darah’ akibat diterpa Covid-19. Tak terkecuali komponen pendukung ekosistem pariwisata seperti perhotelan hingga restoran.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus membatasi pergerakan masyarakat lewat berbagai kebijakan untuk memutus mata rantai penularan Covid-19. Bahkan masa perpanjangan

PSBB (Pembatasan Sosial Skala Besar) seakan tak pernah usai. Untuk saat ini saja PSBB di DKI diperpanjang hingga 22 Februari. Sepanjang itu pula satu per satu usaha pariwisata keteteran menghadapi permasalahan keuangan akibat tingkat okupansi yang terus turun.

Sebagai contoh Tempat Wisata Bumi Perkemahan Pramuka (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, saat dikunjungi sepekan lalu, tampak sepi dari lalu lalang wisatawan. Siang itu hanya tampak sejumlah komunitas sepeda yang sedang mengisi waktu luang akhir pekan mereka di sekitar kawasan Dipo Bike, Danau Cibubur dan trek sepeda Buparta. Jumlahnya tidak terlalu banyak, rata-rata rombongan pesepeda kurang dari 10 orang.

Sedangkan di lapangan parkir kendaraan diisi dengan kegiatan tes cepat Covid-19 secara ‘drivethru’ yang dilaksanakan penyedia jasa layanan kesehatan daring Hallodoc. Bantaran Danau Buperta diisi aktivitas sekitar 50 relawan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang sedang berlatih mengevakuasi korban menggunakan perahu karet dan berenang.

“Saya dari Bekasi datang sama teman-teman satu komplek. Bosan juga di rumah terus, ingin gowes untuk jaga imun. Tempatnya asik, tidak terlalu ramai juga. Jalurnya ada yang aspal, ada juga tanah di tengah hutan pinus. Nggak seperti sedang di Jakarta,” kata Ariesanto (31), salah satu pesepeda kepada Antara.

Pria yang tergabung dalam komunitas sepeda Mitra Bike itu justru merasa lebih leluasa dan aman saat berada di tempat wisata yang relatif sepi namun dengan protokol kesehatan yang ketat seperti saat pandemi sekarang.

Ariesanto bersama koleganya tidak perlu mengantre masuk di pintu gerbang dan berdesakan saat masuk ke sejumlah fasilitas wisata di lingkungan Buperta. Bagi dia, pengetatan protokol kesehatan seperti 4M hingga pembatasan kapasitas tampung oleh pengelola wisata justru menambah ketenangan wisatawan yang hadir untuk mengisi liburan.

Mampu Adaptasi

Krisis di era Pandemi Covid-19 seharusnya mengajarkan kemampuan beradaptasi bagi pelaku usaha dalam mempertahankan eksistensi mereka di tengah masyarakat. Salah satunya yang diterapkan pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Cipayung, Jakarta Timur. Adaptasi dilakukan dengan cara bertransformasi ke layanan wisata secara virtual hingga sistem transaksi secara nontunai.

Kabag Humas TMII Adi Widodo beranggapan bahwa pengetatan protokol kesehatan seperti PSBB hingga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berskala mikro justru mendorong kreativitas pengelola wisata demi mempertahankan eksistensinya.

Kejenuhan masyarakat yang terus berdiam diri berada di dalam rumah boleh jadi membuka peluang usaha pariwisata yang perlu didukung kebijakan khusus dari pengelola dalam memfasilitasi rasa tenang dan aman kepada pengunjung.

Selama pemberlakuan separuh dari kapasitas tampung, TMII masih sanggup mendatangkan rata-rata 15.000 wisatawan di akhir pekan dari saat kondisi normal berkisar 60 ribuan pengunjung. Sistem transaksi pun dilakukan secara nontunai untuk mencegah penularan virus melalui uang kertas maupun logam.

PT Puri Indah Mandiri Lestari (PIML) sebagai pengelola pintu masuk TMII menggandeng PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung melalui penerapan transaksi non-tunai di pintu masuk TMII.

Melalui kerja sama ini, masyarakat yang ingin berkunjung ke TMII dapat membeli tiket masuk dengan menggunakan Kartu Mandiri e-Money, Kartu Debit dan Kartu Kredit Bank Mandiri atau Bank manapun berlogo Visa, MasterCard dan JCB, ataupun melalui metode pembayaran QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Seniman musik tradisional TMII Armen Suwandi berterima kasih kepada pengelola TMII yang tetap memberikan ruang kepada seniman musik maupun budaya tradisional untuk memanfaatkan anjungan yang tersedia sebagai latar penggarapan video.

Anjungan daerah TMII rutin dimanfaatkan para seniman sebagai latar untuk mengapresiasikan bakat mereka melalui tayangan virtual di akun media sosial, salah satunya adalah akun ‘alexs aceh’ yang memiliki pemirsa hingga 1,1 juta lebih orang.

Karya yang mereka tampilkan di antaranya teatrikal budaya daerah, penampilan band musik hingga tari-tarian tradisional. Melalui sajian video tersebut, Armen bersama rekan seprofesi membuka kesempatan berdonasi bagi penonton untuk membantu ekonomi seniman selama pandemi.

“Kalau sumbangan dari virtual tidak banyak juga. Hanya mereka yang peduli saja. Jumlahnya (donasi) bisa sampai Rp6 juta hingga Rp10 juta,” katanya.

Sebagian seniman ada pula yang berinisiatif menyumbangkan donasi penonton kepada sejumlah yayasan yatim piatu. Kegiatan seni virtual itu dirancang secara rutin setiap akhir pekan di TMII bersama sekitar 20-40 orang dari komunitas seniman hingga pukul 18.00 WIB.

Restoran dan Hotel

Sabtu (13/2/2021), laman jual beli secara daring OLX memajang tidak kurang dari 452 iklan penjualan hotel, apartemen hingga rumah singgah di Jakarta. Ketua Badan Pimpinan Perhimpunam Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sutrisno Iwantono yang dikonfirmasi belum dapat memastikan apakah iklan penjualan itu terkait dengan dampak pandemi terhadap bisnis hotel di Jakarta.

Namun Sutrisno memastikan tidak kurang dari 9.000 bisnis hotel dan restoran di Jakarta yang mendukung program pariwisata mengalami dampak transaksi keuangan akibat tingkat okupansi yang menurun drastis selama pandemi.

Sutrisno mengatakan saat ini terdapat 150-200 restoran yang tutup permanen sejak September 2020 akibat pembatasan konsumen maksimal 25 persen dari total kapasitas tampung.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button