• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Demensia Bisa Jangkit Anak Muda, Ketahui Faktor Risiko Pencegahannya

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 24 September 2022 - 21:12
in Gaya Hidup
demensia

Ilustrasi - Demensia Syndrome (IST)

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sebagian besar penderita demensia berusia di atas 60 tahun, namun bukan berarti tidak dapat terdiagnosis Alzheimer sebelum berusia 60 tahun, bahkan dimulai di usia 30 tahun.

Fenomena ini biasa disebut dengan Young Onset Demensia (YOD) atau Early Onset Demensia (EOD).

BacaJuga:

Manon Hapus Hampir Semua Postingan di Tengah Rumor Keluar dari KATSEYE

Rilis Mini Album, Dino dari Seventeen Dipastikan Debut Solo

Babymonster Umumkan Jadwal Tur Dunia 2026–2027, Bertajuk “CHOOM” di Asia dan Oseania

Direktur Eksekutif Alzheimers Indonesia (ALZI) Michael Dirk R. Maitimoe mengatakan, terdapat beberapa faktor risiko dari fenomena ini.

“Ada yang baru berusia 30 tahunan sudah ada diagnosa demensia. Terdapat beberapa faktor, seperti faktor kesibukan, sehingga kita lupa untuk menstimulasi otak, dan otak menjadi tidak aktif dalam melakukan kegiatan keseharian,” kata Michael dalam diskusi daring, Sabtu (24/9), seperti dikutip Antara.

Selain dari keseharian yang sibuk dan lupa waktu, faktor lain yang memicu demensia di usia muda. Mulai dari faktor medis seperti tekanan darah tinggi, diabetes, hingga kolesterol. Selain itu, gaya hidup yang tidak sehat juga memegang peranan penting sebagai faktor risiko demensia.

“Beberapa gaya hidup yang dapat memicu lahirnya demensia alzheimer lebih dini antara lain kurang olahraga, kebiasaan minum alkohol, merokok, serta mengonsumsi makanan tidak sehat yang tinggi lemak jenuh dan gula, atau kurang bergizi bagi otak,” jelas Michael.

Tak hanya itu, biasanya penderita YOAD mulai mengeluh pada usia 40-50 tahun, dan memiliki risiko faktor genetik yang kuat yang harus dibuktikan dengan pemeriksaan genetik (Familial Alzheimer’s Disease/FAD).

Masalah demensia alzheimer pada orang muda umumnya terkait dengan faktor genetik, karena orang tua yang mengidap demensia juga bisa menurunkan penyakit tersebut pada anaknya. Namun persentase kasus demensia alzheimer pada orang muda sangat kecil, hanya di bawah satu persen orang yang mengidap alzheimer.

Berdasarkan laporan dari ALZI, penyandang termuda berusia 23 tahun berasal dari Inggris dengan diagnosa Demensia Parkinson yang juga berkaitan dengan genetik dari ibu.

Lebih lanjut, Michael membagikan sejumlah cara pencegahan demensia dalam usia muda. Hal paling sederhana adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, seperti makan dan tidur cukup serta teratur, menghindari alkohol dan rokok, hingga mengelola stres.

“Yang bisa dilakukan adalah dengan bergaya hidup sehat. Investasikan otak kita dengan hal-hal bermakna dan menyenangkan. Stres pasti ada, tapi bagaimana kita mampu mengelola stres tersebut bisa mempengaruhi suasana hati dan pikiran kita,” ujar Michael. (mg2)

Tags: Alzheimers Indonesiaanak mudademensiaMichael Dirk R. Maitimoepencegahanrisiko

Berita Terkait.

Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Manon Hapus Hampir Semua Postingan di Tengah Rumor Keluar dari KATSEYE

Selasa, 12 Mei 2026 - 06:31
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Rilis Mini Album, Dino dari Seventeen Dipastikan Debut Solo

Selasa, 12 Mei 2026 - 05:21
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Babymonster Umumkan Jadwal Tur Dunia 2026–2027, Bertajuk “CHOOM” di Asia dan Oseania

Selasa, 12 Mei 2026 - 04:07
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Harga Produk Brand Milik IVE Wonyoung Kejutkan Penggemar

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:43
Perempuan Dianiaya di SPBU Slipi, Korban Ternyata Calon Saksi Sidang
Gaya Hidup

Byeon Woo Seok Ditunjuk Sebagai Duta Baru untuk BVLGARI

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:03
The Jungle Tawarkan Liburan Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa
Gaya Hidup

The Jungle Tawarkan Liburan Hemat untuk Pelajar dan Mahasiswa

Senin, 11 Mei 2026 - 22:51

BERITA POPULER

  • madura

    Bhayangkara FC vs Madura United: The Guardian Cari Titik Balik, Laskar Sape Kerrab Waspada

    975 shares
    Share 390 Tweet 244
  • Bali United vs Borneo FC: Serdadu Tridatu Usung Bangkit, Pesut Etam Kejar Tahta

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • PSIM vs Malut United: Laskar Kie Raha Enggan Terkecoh Tren Buruk Tuan Rumah

    717 shares
    Share 287 Tweet 179
  • Brigpol Arya Supena Tewas Ditembak Pelaku Curanmor, Ketua Komisi III: Polisi Teladan, Insya Alloh Syahid

    672 shares
    Share 269 Tweet 168
  • Lisa Blackpink dan Ningning aespa Tuai Kontroversi, Seruan Boikot Menguat

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.