USG Education dan HOPE (Gelang Harapan) Tampilkan Karya Kreatif Lintas Generasi untuk Pertahankan Warisan Budaya Indonesia

INDOPOSCO.ID – Indonesia merupakan negara dengan beragam kekayaan alam dan budaya. Memiliki berbagai jutaan kekayaan seni dan budaya dari Sabang sampai Merauke. Kekayaan ini menjadi budaya leluhur yang bernilai tinggi dan wajib diwariskan ke setiap generasi Indonesia.
Memiliki kemampuan dan inovasi serta ide-ide kreatif menjadi jembatan bagi para siswa di Indonesia gapai impian mereka. Kemampuan ini didukung pula dengan keberagaman budaya dan alam Indonesia yang menjadi salah satu komponen penting yang mendukung keunggulan industri kreatif Indonesia dimata dunia.
USG Education selaku institusi pendidikan internasional paham benar atas kepentingan ini, dan secara konsisten selalu menjadikan kultur Indonesia sebagai bagian dari kompetensi para siswanya agar mereka memiliki pendidikan berwawasan global namun tetap memiliki nilai – nilai luhur dan kearifan lokal.
Salah satu kontribusi yang dilakukan oleh USG Education secara konsisten adalah selalu melatih para siswanya untuk melakukan eksplorasi dan inovasi serta menyadari potensi luar biasa yang dimiliki oleh kebudayaan di Indonesia terutama dari sisi ekonomi kreatif. Ruang ekspresi yang diberikan oleh USG Education kepada para siswanya ini semakin memberdalam pengetahuan mereka tentang budaya Indonesia. Warisan budaya menjadi harta kreatifitas yang selalu dikemas oleh para siswa USG Education.
Baca Juga : Melihat Tradisi Gerebek Ketupat Warga Magelang
Dalam kesempatan kali ini USG Education terus memantapkan peran sertanya dalam memajukan industri kreatif di Indonesia, dengan mengadakan kegiatan akademis yang mendekatkan siswa dengan praktik langsung di industri kreatif melalui “UIC for HOPE Festival – Reinventing Heritage” bekerja sama dengan yayasan gerakan social HOPE (Gelang Harapan) yang didirikan oleh tiga sahabat Wulan Guritno, Amanda Gratiana Soekasah, dan Janna Soekasah Joesof.
Perhelatan yang dilakukan di Neo Soho Central Park, Jakarta Barat menampilkan karya kreatif lintas Generasi di bidang Fashion, Desain, dan Musik dan juga merupakan wahana untuk menimba ilmu dari para pakar Industri Kreatif yang telah mendunia bagi para siswa USG Education.
“Indonesia merupakan bangsa dengan 1.340 suku bangsa , 17.000 pulau dan jutaan warisan budaya yang harus kita dukung dan kembangkan. Kita perlu meningkatkan daya saing dan daya juang berbagai hasil kreatif kita melalui inovasi, digitalisasi, kreatifitas desain, kolaborasi antar lembaga dalam mempromosikan warisan Indonesia berbasis kearifan lokal ke mata dunia serta mendukung UMKM di Indonesia”, kata Presiden Direktur USG Education, Adhirama Gumay.
Sebagai pembuka kegiatan yang akan berlangsung selama tiga hari berturut – turut 17 – 19 Juni 2022 di Atrium Neo Soho Jakarta Barat, 100 siswa UIC College dari tiga kampus akan menampilkan ide UMKM Bisnis di hadapan para Juri yang terdiri dari para profesional seperti Rika Amelia Rush ( Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Barat), Tiara Adikusumah (Ketua Bidang Pariwisata Ekonomi Kreatif, Koperasi & UMKM BPC HIPMI Jakarta Barat), Vera Damayanti SE, AK, MM (Youth Developer, Conceptor & Creative Programmer VE Education Center) beserta para akademisi yaitu Yani Oktaviana (USG Education Head of Pondok Indah Campus) dan Ariyani Mawardi (USG Education Head of Kelapa Gading Campus).
Kegiatan USG Education ini sangat disambut baik oleh BPC HIPMI Jakarta Barat. Rika Amelia selaku Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Barat menyampaikan bahwa pendidikan inklusif yang turut mengedepankan kepedulian lingkungan dan warisan budaya merupakan suatu korelasi yang berkesinambungan dalam membantu pembentukan karakter generasi sejak dini secara optimal.
“Generasi muda memegang peran besar sebagai promotor perilaku peduli budaya bangsa, dan disini BPC HIPMI Jakarta Barat sangat mendukung serta memberikan ruang terbuka selebar – lebarnya bagi para siswa USG Education untuk berperan dan dapat mengkomunikasikan hal tersebut melalui berbagai aksi kreatif, inovatif dan sosial membawa Indonesia ke kancah Global.”, tambah Rika
Rika juga berharap kegiatan positif ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menampilkan sektor – sektor ekonomi kreatif lainnya sesuai potensi dan kebutuhan dunia.
Acara puncak “UIC for Hope Festival” juga akan menampilkan 3 generasi Perancang Busana dalam tema “Reinventing Heritage” yang terdiri dari desainer senior Ghea Panggabean yang telah 40 tahun berkarya dan senantiasa mengangkat tekstil dan budaya Indonesia dalam setiap rancangannya.
Kemudian Ghea Resort by Amanda Janna yang senantiasa menyebarkan kesadaran mengenai alam dan budaya Indonesia, dengan tema Harimau Sumatera dan Suku Mentawai. Dan juga Rinda Salmun yang mengangkat tema “Sustainability” serta siswa UIC Fashion BSD Beverly Hanson, Jennifer Patricia, Patricia Saputra dan Graciella Violetta.
Acara kali ini juga didukung oleh 3 Generasi Musikus dan artis ternama Ibu Kota yang akan menyumbangkan suara dan talenta mereka, diantaranya mereka adalah Reza Artamevia, band Konspirasi dan band Flower Generation : Doddy Soekasah & friends “The Raidy Noor Experience”.
Salah satu kegiatan utama lainnya adalah Auction Night yang mengajak beberapa seniman untuk berkolaborasi Salvita Salim De Corte, Erica Hestu Wahyuni, dan Samira L.J Rolloos, serta siswa UIC Graphic Design untuk mengadakan penggalangan dana Rumah Singgah Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan yang didirikan dan dikelola oleh sekumpulan mahasiswa di Tangerang Banten Jawa Barat dan juga didukung pengelolaannya oleh Gelang Harapan melalui lelang karya seni yang hasilnya diumumkan pada malam penutupan acara di hari Minggu
19 Juni 2022.
Aimee Sukesna selaku USG Education Head of BSD Campus meyampaikan pendidikan merupakan kunci kemajuan bangsa di dunia. Melalui kegiatan – kegiatan berkelanjutan seperti ini, USG berharap dapat memberikan kontribusi kepada dunia dalam menghasilkan talenta-talenta muda berbakat yang mempunyai entrepreneurial mindset dan dapat mempromosikan industri kreatif ke dunia internasional. Hal ini pun harus diiringi dengan penanaman jiwa sosial yang dapat mendorong generasi era digital untuk turut serta dalam mencari solusi berbagai permasalahan di dunia.
“Agar dapat terusmendorong semangat kreatifitas dan inovasi dari para siswa, maka sistem pendidikan harus menjalankan roda kompetensi dengan optimal, kemampuan akademis harus bisa dikombinasikan dengan kompetensi soft skills dan disertai dengan rasa empati serta kasih sayang. Maka dari itu Program kami di USG Education dirancang sedemikian rupa sehingga para siswa mendapatkan pengalaman dunia nyata, mendapatkan pembelajaran kolaboratif serta atensi personal untuk meningkatkan kapasitas akademik dan kemampuan skill mereka agar bisa beradaptasi dengan lingkungan internasional. Salah satu program kami yang lain, yaitu selalu konsisten memasukan berbagai masalah sosial di dunia sebagai studi kasus sejak awal masa belajar, hal ini kami lakukan sebagai bentuk usaha kami dalam meningkatkan kesadaran dan rasa peduli siswa yang tinggi untuk mendorong banyak perubahan positif di Negara ini,” tutur Aimee.
Pendiri dari HOPE (Gelang Harapan) yakni Wulan Guritno, Amanda Gratiana Soekasah, dan Janna Soekasah, HOPE dan USG Education melalui program UIC College, memiliki visi yang sama untuk mewujudkan suatu kegiatan yang bertujuan membangkitkan kembali harapan dan semangat berbagi diantara masyarakat, bersatu untuk memperbaiki kualitas hidup melalui empati dan kasih sayang. Sebelumnya, HOPE (Gelang Harapan) juga telah melakukan kolaborasi Bersama UIC College pada bulan Januari 2022.
“Adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bertiga untuk bisa bertemu dengan para siswa USG Education. Semangat mereka kembali mengingatkan kami pada awal gerakan Gelang Harapan kami dirikan di tahun 2014. Regenerasi seperti ini adalah hal yang menjadi misi utama dari program Future Warrior of HOPE dari Gelang Harapan”, ujar Amanda Gratiana selaku salah satu pendiri dari Gelang Harapan.
Bersama Janna Soekasah Joesoef dan Wulan Guritno yang juga adalah Founder dari Gelang Harapan, mereka menambahkan, “Tidak hanya kami memikirkan bahwa visi dan misi kami harus selalu beregenerasi dengan generasi muda yang produktif, agar gerakan kami tetap berkesinambungan, namun teman-teman baru dari UIC College ini juga menjadi jembatan untuk Gelang Harapan dalam mencapai sebuah “target market” baru.
Hal ini selaras dengan identitas USG Education yaitu mencetak Noble Scholar atau cendikia yang berwawasan luas, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, serta peduli akan isu sosial. USG Education berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai sarana utama untuk menuju terwujudnya Sumber Daya berdaya saing tinggi dimana pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional.
“Program-program USG Education tidak pernah melewatkan peluang dalam mempersiapkan pemimpin muda Indonesia untuk terus berbagi dan siap menghadapi gejolak kompetensi global yang semakin mengerucut. Kami berupaya semaksimal mungkin dalam mengaplikasikan strategi yang adaptif dengan apa yang dibutuhkan dunia saat ini bagi anak-anak Indonesia di Era Digital ini. USG Education terus melakukan inovasi dan berorientasi pada metode pembelajaran yang lebih modern, perluas jaringan global networking, mempertajam kualitas tenaga pendidik dalam budaya digital agar selalu bersinergi dengan perkembangan dunia tanpa melupakan warisan budaya Indonesia”, tambah Ariyani Mawardi selaku Head of USG Education Kelapa Gading Campus.
Mengenai USG Education
Sejak didirikan pada tahun 1994, USG Education terus memberikan siswa akses ke Universitas terkemuka di seluruh dunia. Saat ini USG Education memiliki 4 (empat) unit bisnis yang memiliki fokus terintegrasi dalam penyediaan program Pendidikan Internasional, yaitu:
1.UNIPREP
Program Foundation Year yang berasal dari UNSW (the university of new south wales), yang di mana siswa belajar 8 bulan untuk kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang sarjana di UNSW.
Kualifikasi UNSW Foundation Studies juga sudah diakui di dunia internasional sebagai persyaratan untuk program sarjana, antara lain di Kanada, Selandia Baru, Inggris Raya, Amerika Serikat, Malaysia dan Singapura. Program ini telah memberikan keberhasilan yang cukup besar sejak tahun 1994. Para guru yang berpengalaman dan berdedikasi telah membantu siswa Uniprep mencapai keberhasilan sepanjang tahun.
2.USG International College (UIC College )
Diluncurkan pada tahun 2006, UIC College berikan program pendidikan yang menggunakan kurikulum Pearson BTEC HND & HNC – Inggris, program UIC-UTS College – Australia, serta American Degree Transfer Program (ADTP) yang dimana disebut dengan University Pathway dan Fast Track Program. Melalui program University Pathway dan Fast Track Program di siswa dapat menjalani masa studi di UIC College selama kurang lebih satu sampai dengan dua tahun di Indonesia kemudian melanjutkan ke jenjang sarjana Universitas di Inggris atau di negara-negara terkemuka lainnya dan menghemat biaya pendidikan kuliah di luar negeri sampai dengan 70%.
Program studi UIC College memakai konsep real world learning & industry based curriculum, dimana para siswa diajak untuk langsung mengenal industri di bidangnya masing – masing, baik belajar dari para praktisi maupun mengerjakan tugas yang berkaitan dengan kebutuhan di industri.
3.Uniprep Junior College (UJC)
Uniprep Junior College (UJC) adalah program setara Sekolah Menengah Atas dengan kualifikasi Internasional di Jakarta yang menawarkan Sertifikasi Internasional. UJC menekankan pada pengalaman pembelajaran kehidupan nyata dan pengetahuan praktis yang sangat penting dalam tenaga kerja global yang semakin kompetitif.
UJC merupakan program pendidikan yang menjalankan program International General Certificate of Secondary Education (International GCSE) dari Pearson Edexcel (Inggris) dan BTEC Level 2 Program. Setelahnya, para siswa dapat meneruskan studinya ke UIC College atau Uniprep sebelum melanjutkan ke jenjang sarjananya di Universitas luar negeri.
4.Unistart
Unistart adalah Placement Services bagi para siswa Indonesia yang ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri serta mendapatkan informasi mengenai sekolah-sekolah di luar negeri (Australia, UK dan ataupun USA), Dimana pelayanannya termasuk untuk pengurusan visa, persiapan pre-departure dan lain-lain. Sejak 1994, Unistart telah membantu lebih dari 1.300 siswa dalam mewujudkan mimpinya dengan belajar di universitas terkemuka di seluruh dunia.
Hingga saat ini USG Education telah berhasil meluluskan lebih 3.500 siswa/i yang kini tersebar baik di dalam negeri maupun luar negeri dan berperan aktif di berbagi sektor industry mulai dari sektor pendidikan , keuangan, energi, digital, dunia kreatif, bisnis dan masih banyak sektor lainnya. USG Education telah berkomitmen untuk dapat mewujudkan mimpi siswa/i yang ingin lanjut kuliah keluar negeri. Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) hanya dapat dilakukan melalui pendidikan yang bermutu dan bertekad untuk melahirkan lebih banyak lagi generasi emas Indonesia yang siap akan tantangan dunia dan mengemas mereka menjadi pemimpin yang tangguh, kompetitif dan dapat mengharumkan nama Bangsa.USG Education diharapkan menjadi solusi dan mitra bagi orangtua dan khususnya para siswa/i dalam memilih universitas terbaik di luar negeri sebagai. Dengan jalinan kerjasama yang erat dengan berbagai partner Universitas global, hal ini menjadi satu penunjang yang kuat bagi siswa/i maupun orangtua dalam pemilihan mutu dan kualitas akan Lembaga Pendidikan.
GELANG HARAPAN
“Gelang Harapan” adalah sebuah gerakan sosial yang dimulai oleh beberapa sahabat pada bulan Oktober 2014 sebagai bentuk kepedulian terhadap penyakit penyakit kanker. Gerakan ini dijalankan oleh Amanda Soekasah, Janna Soekasah Joesoef, Wulan Guritno & Tim. Ide tentang Gerakan Gelang Harapan ini ternyata disambut oleh khalayak umum. Masyarakat yang bergabung dengan gerakan ini disebut sebagai Pejuang Harapan (Wariors of Hope). Sebagai langkah awal, Pejuang Harapan memfokuskan gerakannya untuk menyebarkan harapan kepada para pejuang kanker dan keluarga. Kali iniGelang Harapan bekerja sama dengan Respon Cepat Badan Darurat Kemanusiaan (RC Badak) dalam usaha membantu pasien-pasien kanker dalam menjalani pengobatannya di rumah sakit.
Di tahun ini , memasuki tahun ke-8, gelang harapan yang didirikan oleh tiga sahabat Amanda Soekasah, Janna Soekasah- Joesoef dan Wulan Guritno di tahun 2014 di bawah naungan Yayasan Dunia Kasih Harapan menggandeng beberapa universitas sebagai generasi penerus untuk melanjutkan aksi-aksi sosial dalam program “Future Warrior of Hope”, salah satunya dengan Unisadhuguna International College (UIC).(ibs)