• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Ancaman Zoonosis dan Reaksi G-20

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Minggu, 5 Juni 2022 - 02:22
in Gaya Hidup
zoonosis

Ilustrasi – Zoonosis, Foto : Antara/HO-Sutterstock

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Sejak masa lampau, manusia, hewan dan lingkungan menjalin kaitan yang tak terpisahkan dalam ekosistem kehidupan di planet bumi. Manusia bertahan hidup dengan bercocok tanam hingga memelihara hewan.

Sayangnya, manusia menempatkan kepentingan mereka di atas makhluk hidup lain dengan cara mengeksploitasi keberlangsungan hidup hewan maupun tanaman.

BacaJuga:

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan ekologi yang tak terhitung banyaknya, hingga muncul berbagai zoonosis (penyakit menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya) yang justru mengancam kehidupan manusia.

Berdasarkan lini masa penyakit zoonosis yang dilansir dari laporan The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, terdapat sekumpulan penyakit zoonosis, di antaranya Human Immunodeficiency Virus (HIV) yang disebabkan virus dari simpanse dan sooty mangabey (1920), Avian Infectious Bronchitis yang ditularkan dari ayam ke manusia (1931).

West Nile Virus yang berasal dari burung (1937), Zika Virus yang dibawa hewan primata (1947), Ebola dari kalelawar pemakan buah (1976), Porcine Epidemic Diarrhea dari unta (2012).

Daftar zoonosis nyatanya tak berhenti di situ. Selama 19 tahun, ASEAN dan China menghadapi beberapa wabah yang disebabkan oleh zoonosis, seperti Sindrom Pernafasan Akut Parah (SARS) dan flu burung (H5N1) pada 2003, serta SARS-CoV-2 pada 2019 hingga sekarang.

Baca Juga: Kemenkes Kategorikan Cacar Monyet sebagai Zoonosis

Yang terbaru adalah laporan peneliti dari Griffith University, Australia, menemukan varian Virus Hendra dari kelelawar pemakan buah yang bisa menular ke hewan dan manusia. Penyakit ini sebelumnya sempat muncul pada tahun 1994 dan 2016.

Terkait kasus kematian, HIV sejak kali pertama kali ditemukan sampai dengan saat ini telah menewaskan 36 juta jiwa dari seluruh penjuru dunia. Ebola yang mewabah sekitar 2013-2016 menyebabkan 11.325 kematian dari 28.600 orang yang terinfeksi.

Penyakit flu Spanyol dari virus H1N1 yang biasa menyerang burung memicu seperlima dari total sekitar 500 juta kasus dilaporkan meninggal dunia sepanjang kurun 1918 hingga 1920.

Belum lagi kematian akibat SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 menjadi penyebab 6,3 juta kematian di seluruh dunia dalam kurun 2019 hingga saat ini.

Studi CDC menyebutkan sekitar 60 persen penyakit di dunia diakibatkan oleh zoonosis. Sebanyak tiga dari empat penyakit menular baru (Infectious Emerging Disease/ IED) berasal dari hewan.

Penyebab

Dalam diskusi terakhir kalangan epidemiolog dunia, diperkirakan sekitar 10.000 virus dari hewan saat ini berpotensi menjadi wabah penyakit.

Epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman menyebut begitu banyak kasus wabah yang sebelumnya jarang terjadi, kini menjadi lebih sering muncul di tengah masyarakat, salah satunya adalah cacar monyet atau Monkeypox.

Situasi itu memberi pesan penting bahwa dunia makin rentan terserang zoonosis akibat perilaku manusia itu sendiri. “Kita sering tanpa disadari atau disadari, merusak lingkungan yang menyebabkan ekosistem ini menjadi semakin tidak berjalan seperti biasanya. Itu karena kehidupan manusia dan hewan batasnya semakin tipis dan rusaknya ekosistem,” katanya.

Hasil penelitian kalangan epidemiolog menyebut fenomena zoonosis dipicu oleh punahnya sebagian hewan akibat kerusakan ekosistem, sehingga menyebabkan virus yang semula terkandung di inang hewan berpindah ke manusia mencari inang baru.

Dicky mengatakan bahwa perubahan iklim telah mempengaruhi harmonisasi hubungan manusia, hewan dan lingkungan. Keseimbangan tiga elemen itu sangat menentukan pelambatan atau percepatan kejadian wabah penyakit.

Untuk itu, manusia perlu secepatnya mengubah perilaku untuk menjaga kebersihan lingkungan serta menjaga kebiasaan hidup sehat untuk mengembalikan keseimbangan hubungan dengan hewan maupun lingkungan.

Kepada pemerintah, Dicky mendorong penguatan kebijakan pada aspek sistem deteksi, sistem surveilans, riset vaksin, riset obat-obatan, penguatan sumber daya manusia tenaga kesehatan hingga sistem ketahanan kesehatan.

Seluruh kebijakan itu diharapkan bisa melepas ketergantungan Indonesia pada hasil riset kesehatan luar negeri serta meningkatkan kemampuan mendeteksi ancaman wabah di masa depan. “Global health security lahir dari national health security dan dari local security,” katanya.

Pendekatan One health

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam agenda pertemuan Menteri Kesehatan se-ASEAN di Bali pada 15 Mei 2022 menyebut zoonosis sebagai akar dari permasalahan pandemi di dunia.

Untuk itu diperlukan komitmen bersama seluruh negara dalam memerangi ancaman kematian manusia akibat virus pada hewan melalu pendekatan One Health untuk harmonisasi hubungan manusia, hewan dan lingkungan.

Budi selaku pimpinan Menteri se-ASEAN periode 2020-2022 menegaskan komitmen Indonesia untuk mempromosikan pendekatan One Health dalam kerja sama ASEAN dan China di bidang kesehatan.

Kerja sama ASEAN-China di bidang kesehatan telah dimulai sejak 2003. Tonggak dalam hubungan tersebut kemudian dilembagakan oleh China pada 2006 untuk memperkuat komitmen kerja sama kesehatan ASEAN-China.

Mengingat sejarah kerja sama kedua negara dan mengambil pelajaran dari wabah zoonosis sebelumnya, Budi percaya bahwa Indonesia-China sebagai bagian dari anggota G-20 bisa memperkuat kapasitas deteksi dan mitigasi.

Upaya intervensi yang disepakati, di antaranya memperkuat kapasitas dan kapabilitas hingga ke daerah dengan mengoptimalkan platform berbagi informasi yang ada di ASEAN, seperti Jaringan Pusat Operasi Darurat ASEAN, dikombinasikan dengan komitmen untuk berbagi data Whole Genome Sequencing (WGS) secara terbuka melalui platform GISAID.

“Optimalisasi harus melibatkan data besar, kecerdasan buatan dan internet untuk memungkinkan pengawasan global terintegrasi secara real time terhadap penyakit manusia, hewan dan tumbuhan,” katanya.

Selain itu, Budi mendorong ASEAN-China untuk mengembangkan pusat dan jaringan penelitian regional.

Seperti yang telah dipelajari selama pandemi Covid-19, kata Budi, data genom global yang dipelajari oleh para peneliti telah memungkinkan penemuan dan pengembangan vaksin yang cepat serta menyelamatkan nyawa manusia.

Budi mengatakan pendekatan One Health juga perlu didukung kemampuan manufaktur farmasi lokal untuk tindakan pencegahan medis dengan memanfaatkan keahlian dan pengetahuan China. Hal penting lainnya adalah tindakan mengamankan pasokan vaksin, terapi dan alat diagnostik yang memadai.

Kesepakatan seluruh delegasi negara di regional ASEAN itu telah dilaporkan Budi kepada Majelis Kesehatan Dunia dalam forum World Health Assembly ke-75 (WHA75) di Jenewa pada 21-23 Mei 2022 seperti dikutip Antara.

Untuk mewujudkan hal tersebut, negara di kawasan ASEAN berupaya menjalin koordinasi dan kemitraan strategis di level regional, internasional maupun aktor global lainnya seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan G-20.

Program tersebut selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2020-2024 dan menjadi isu penting dari Presidensi G-20 Indonesia 2022 yang ingin mencapai pemulihan global yang lebih kuat usai pandemi. (aro)

Tags: cacar monyetG20pandemicZoonosis

Berita Terkait.

hotel
Gaya Hidup

Oakwood Hotel & Apartments Taman Mini Jakarta Hadirkan Tipe Kamar Premier dan Studio Terbaru

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:05
batik
Gaya Hidup

Rayakan Hari Batik Nasional, Hotel GranDhika Iskandarsyah Jakarta Hadirkan Batik Week dan Promo Oktober

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:30
mri
Gaya Hidup

Teknologi MRI 3 Tesla Jadi Andalan Baru untuk Diagnosis Kasus Kompleks

Kamis, 8 Oktober 2026 - 20:42
diy
Gaya Hidup

2 Seniman Lokal Sabet Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13
Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000
Gaya Hidup

Dorong Fleksibilitas Produksi, Epson Perkenalkan Printer UV Flatbed SureColor V4000

Kamis, 8 Oktober 2026 - 04:44
shopee
Gaya Hidup

Momen 10.10, ShopeePay Siapkan Beragam Promo untuk Kebutuhan Sehari-hari

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:26

OLAHRAGA

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP
Olahraga

Dari Morbidelli hingga Veda Ega, Panggung Pertamina Jadi Magnet Penggemar MotoGP

Editor Ali Rachman
Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:28

INDOPOSCO.ID – Deru mesin bukan satu-satunya daya tarik Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Di luar lintasan, antusiasme penggemar juga...

SelengkapnyaDetails
Kapolri Mutasi Jajaran Polda Banten, Ini Daftar Lengkapnya

Bukan Sekadar Rebut Gelar, Turnamen Biliar FWUMKM Perkuat Sinergi Wartawan dan Pemerintah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:34
Hadi-Tj

Hadi Tjahjanto Sebut Negara Eropa Jadi Pesaing Terberat Karateka Indonesia di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:48
forki

Bekal Juara di Vietnam, Hadi Tjahjanto Optimistis Timnas Karate Bidik 6 Emas di Polandia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:09
PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

PB FORKI Berangkatkan 11 Atlet Karate Indonesia ke Kejuaraan Dunia di Polandia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1061 shares
    Share 424 Tweet 265
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    888 shares
    Share 355 Tweet 222
  • Jelang Final, Jay Idzes Terus Suntikkan Semangat untuk Skuad Garuda

    982 shares
    Share 393 Tweet 246
  • Pernyataan SBY Gugatan PHPU Salah Alamat, Analis: MK Bisa Nilai Keabsahan Pencalonan Gibran

    884 shares
    Share 354 Tweet 221
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.