Gaya Hidup

Perki: Penting Identifikasi Dini Pasien Gagal Jantung

INDOPOSCO.ID – Ketua Pokja Gagal Jantung Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) dr Siti Elkana Nauli mengatakan sangat penting untuk mengidentifikasi pasien gagal jantung sedini mungkin untuk menurunkan tingkat rawat inap dan memperbesar angka kelangsungan hidup.

“Di sinilah titik tolaknya semakin dini diketahui, kita turunkan angka rawat inap berulangnya dengan harapan bahwa survival-nya akan semakin baik,” kata dr Nauli dalam diskusi yang mengambil tema “Kenapa kita harus peduli gagal jantung?” di Jakarta, Sabtu.

Dalam diskusi tersebut dia menjelaskan bahwa sekitar 64 juta pasien dewasa di seluruh dunia hidup dengan gagal jantung, yang diperkirakan akan terus bertambah dengan tingkat rawat inap berulang dan kematian yang masih cukup tinggi. Di Indonesia penyakit jantung menempati posisi pertama dengan jumlah kasus 12,9 juta.

Berita Terkait

Baca Juga : Diagnosa Dini Masalah Utama Penyakit Jantung Bawaan

Selain itu, angka rawat inap berulang karena gagal jantung masih cukup tinggi dan dapat menurunkan tingkat bertahan hidup. Dengan semakin sering pasien dirawat inap, angka kelangsungan hidup pasien menjadi semakin rendah.

Data InaHF National Registry 2018 memperlihatkan bahwa sebanyak 17 persen pasien gagal jantung di Indonesia akan mengalami rawat inap berulang. Selain itu, 17,2 persen pasien gagal jantung meninggal pada saat rawat inap dan 11,3 persen pasien gagal jantung akan meninggal dalam satu tahun pengobatan.

Deteksi dini itu penting, mengingat lebih dari 60 persen pasien gagal jantung di Indonesia berusia di bawah 50 tahun, masih masuk dalam usia produktif dan banyak yang menjadi pencari nafkah keluarga.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button