• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Gaya Hidup

Sepotong Lopis Raksasa dan Ngalap Berkah Dalam Tradisi Syawalan

Juni Armanto Editor Juni Armanto
Selasa, 10 Mei 2022 - 04:44
in Gaya Hidup
lopis

Wali Kota Pekalongan, Jateng Afzan Arslan Djunaid melakukan pemotongan lopis raksasa untuk diberikan pada seorang tokoh masyarakat di Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan, Senin (11/5/2022). Foto : Antara/Kutnadi

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Ada banyak cara masyarakat merayakan tradisi Syawalan yang biasa dilakukan sepekan usai Idul Fitri. Seperti halnya bagi warga Kelurahan Krapyak, Kota Pekalongan dan daerah sekitarnya yang mengisi tradisi Syawalan dengan memotong lopis raksasa untuk “Ngalap Berkah” (mencari berkah), termasuk pada Lebaran 2022.

Bagi masyarakat Kota Pekalongan, Jawa Tengah dan daerah sekitarnya, pemotongan lopis berukuran besar itu selalu dirindukan karena warga menganggap tradisi budaya yang sudah turun menurun itu dipercaya akan membawa keberkahan bagi mereka yang mendapat sepotong lopis itu.

BacaJuga:

IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus Setelah Empat Tahun Berpacaran

Aktris Nana Umumkan Kehamilan 3 Bulan usai Pernikahan Mendadaknya

Utamakan Kenyamanan Perjalanan Keluarga VinFast Kenalkan VF MPV 7

Tradisi budaya pemotongan lopis raksasa yang diselenggarakan setiap tahunnya atau tepatnya sepekan usai Idul Fitri di Kelurahan Krapyak ini selalu menjadi magnet utama dalam tradisi peringatan Syawalan di Kota Pekalongan.

Bahkan, ribuan masyarakat Kota Pekalongan maupun daerah lain sejak mulai pagi hari telah memadati lokasi prosesi pemotongan lopis raksasa.

Ribuan orang rela menunggu, bahkan berjubel mendekatkan diri ke lokasi pemotongan lopis raksasa untuk sekadar mendapatkan sepotong lopis secara gratis. Pengunjung merasa khawatir tidak kebagian mendapatkan lopis itu meski panitia telah menyediakan tempat khusus.

Masyarakat menganggap dengan mendapatkan sepotong lopis akan membawa keselamatan, keberkahan, mudah mendapatkan jodoh, dan mudah jalan rezeki meski para tokoh agama telah mengingatkan pada warga agar tidak melakukan tindakan “musyrik” (ada kekuatan lain selain Allah SWT) atau percaya pada sesuatu benda.

Tradisi pemotongan lopis raksasa ini sempat dihentikan pada tahun 2020 dan 2021 karena Indonesia masih terjadi pandemi COVID-19 sehingga pada perayaan tahun ini, masyarakat sangat antusias menghadiri tradisi tersebut setelah Pemerintah Kota Pekalongan memberikan izin diselenggarakannya tradisi Syawalan.

Untuk menghormati pengunjung dari luar daerah lain, warga Gang 1 maupun Gang 8, Kelurahan Krapyak yang berlokasi berdekatan dengan tempat pemotongan lopis juga menyajikan minuman teh maupun air putih serta jajanan seperti lotekan dan kue yang diberikan secara gratis pada mereka yang singgah di rumah warga setempat.

Ukuran lopis. Pembuatan lopis raksasa ini dilaksanakan di Musala Darun Na’im Kelurahan Krapyak yang berlokasi tidak jauh dengan Kampung Batik Krapyak, Kota Pekalongan.

Pada perayaan tradisi Syawalan 1443 Hijriah, ada dua lopis raksasa yang disediakan yaitu di Kelurahan Krapyak Gang 1 dengan ukuran berat 2.300 kilogram, tinggi 160 centimeter, dan diameter 320 centimeter.

Baca Juga: Sejumlah Musisi dan Festival Makanan Meriahkan Formula E Jakarta

Adapun ukuran lopis raksasa yang dibuat warga di Kelurahan Krapyak Gang 8 dengan berat 1.820 kilogram, tinggi 222 centimeter, dan 250 centimeter.

Dalam pengemasannya, lopis raksasa itu dibungkus dengan daun pisang, diikat dengan tambang, dan kemudian direbus selama empat hari tiga malam sehingga membuat butiran ketan itu merekat kuat dan tidak tercerai berai.

Sementara itu, pemilihan daun pisang sebagai pembungkus juga ada maknanya yaitu sebagai simbol perjuangan karena sifat pohon pisang adalah tak mau mati sebelum berbuah dan beranak yang banyak.

Dengan kata lain, pohon pisang tidak mau mati sebelum berjasa dan meninggalkan generasi penerus sebagai penyambung estafet perjuangan.

Proses pembuatan lopis raksasa membutuhkan waktu selama empat hari tiga malam. Dalam proses itu dibutuhkan anggaran puluhan juta yang dananya berasal dari bantuan Pemerintah Kota Pekalongan dan swadaya masyarakat setempat.

Besar dan kecilnya anggaran akan menyesuaikan dengan ukuran lopis yang akan dibuat. Selain itu, pembuatan lopis juga dibutuhkan kejelian yang tinggi agar makanan itu terasa lezat.

Proses memasak lopis raksasa yang paling sulit adalah mengontrol api agar tetap stabil. Api tidak boleh terlalu besar dan tidak terlalu kecil karena jika tidak begitu maka uap air yang dihasilkan akan surut sehingga proses penguapan dan ukurannya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Masyarakat pun lantas berebut untuk mendapatkan lopis yang konon mampu mendatangkan berkah atau keberuntungan bagi orang yang mendapat makanan itu.

Lopis sendiri merupakan makanan asli warga Kelurahan Krapyak yang bahan bakunya adalah beras ketan dan parutan kelapa ini memiliki daya rekat yang kuat apabila dimasak dengan benar.

Filosofi lopis. Seperti dilansir dari Pekalongankota.go.id bahwa tradisi lopis raksasa telah berlangsung selama lebih dari satu abad tepatnya pada tahun 1855 Masehi. Orang pertama yang menggelar tradisi ini adalah KH. Abdullah Sirodj yang merupakan keturunan dari Kyai Bahu Rekso.

Pada awalnya, tradisi ini diadakan guna melakukan hari raya kembali pada tanggal 8 Syawal setelah mereka menjalankan puasa 6 hari di bulan Syawal. Selama menjalankan puasa enam hari itu, warga di Krapyak tidak menerima kunjungan tamu pada tanggal 2-7 Syawal.

Para tamu atau warga dari daerah lain kemudian diperkenankan berbondong-bondong datang ke Krapyak pada tanggal 8 Syawal untuk bersama ikut merayakan tradisi lopis raksasa ini.

Makanan lopis mengandung suatu nilai filosofis tentang persatuan dan kesatuan seperti tertuang dalam sila ketiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mendorong pada warga Kelurahan Krapyak agar kegiatan pemotongan lopis raksasa ini perlu dijaga dan dipelihara bersama sebagai tradisi dan budaya turun temurun yang dimaksudkan untuk mempererat tali silahturahmi antara masyarakat Krapyak dan dengan warga daerah sekitarnya karena sifat lopis adalah lengket.

“Alhamdulillah pada hari ini ada tradisi Syawalan berupa festival lopis raksasa di Kelurahan Krapyak dapat berjalan dengan lancar. Mudah-mudahan kita semua bisa memelihara tradisi asli dari Kota Pekalongan ini,” katanya dilansir Antara.

Dalam pengemasannya, lopis raksasa itu dibungkus dengan daun pisang, diikat dengan tambang, dan kemudian direbus selama empat hari tiga malam, sehingga membuat butiran ketan itu merekat kuat dan tidak tercerai berai.

Sementara itu pemilihan daun pisang sebagai pembungkus juga ada maknanya. Ia dinilai sebagai simbol perjuangan karena tak mau mati sebelum berbuah dan beranak yang banyak. Dengan kata lain, dia tak mau mati sebelum berjasa dan meninggalkan generasi penerus sebagai penyambung estafet perjuangan.

Proses pembuatan lopis raksasa membutuhkan waktu selama empat hari tiga malam. Dalam proses itu dibutuhkan anggaran paling tidak sebanyak Rp 30 juta yang dananya berasal dari Pemerintah Kota sebanyak Rp 24 Juta dan sisanya menjadi swadaya warga. Selain itu dalam pembuatannya, dibutuhkan kejelian yang tinggi.

Sebelum lopis dijadikan rebutan warga, tokoh agama ataupun sesepuh masyarakat terlebih dahulu akan membacakan do’a bersama. Setelah itu baru lopis tersebut dipotong oleh Wali Kota Pekalongan dan kemudian dibagikan kepada para pengunjung yang hadir di lokasi itu.

Dengan hadirnya pengunjung yang memadati lokasi pemotongan lopis raksasa, tidak sedikit orang berdesakan-desakan bahkan sampai jatuh hingga makanan itu tumpah ke tanah.

Para pengunjung biasanya berebut untuk mendapatkan lopis tersebut guna memperoleh berkah. (aro)

Tags: idul fitrijatenglebarantradisi

Berita Terkait.

kpop
Gaya Hidup

IU dan Lee Jong Suk Resmi Putus Setelah Empat Tahun Berpacaran

Sabtu, 11 Juli 2026 - 02:20
nana
Gaya Hidup

Aktris Nana Umumkan Kehamilan 3 Bulan usai Pernikahan Mendadaknya

Sabtu, 11 Juli 2026 - 00:30
Diduga Peras Perangkat Daerah, Bupati Sukoharjo Terjaring OTT KPK
Gaya Hidup

Utamakan Kenyamanan Perjalanan Keluarga VinFast Kenalkan VF MPV 7

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:02
Bintang Wanita Populer Mengejutkan dengan Busana Bandara yang Aneh
Gaya Hidup

Belum Tayang, Drama Byeon Woo Seok Sudah Dicap Bakal Flop

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:21
Bintang Wanita Populer Mengejutkan dengan Busana Bandara yang Aneh
Gaya Hidup

Park Ji Hyun dan Song Joong Ki Kembali Dipasangkan di Drama Baru

Jumat, 10 Juli 2026 - 05:21
Bintang Wanita Populer Mengejutkan dengan Busana Bandara yang Aneh
Gaya Hidup

Bintang Wanita Populer Mengejutkan dengan Busana Bandara yang Aneh

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:21

BERITA POPULER

  • Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

    1376 shares
    Share 550 Tweet 344
  • Hasil Piala Dunia: Brace Haaland Antar Norwegia Singkirkan Brasil dan Cetak Sejarah

    920 shares
    Share 368 Tweet 230
  • 3 Polisi Gugur saat Gerebek Narkoba di Katingan, DPR Desak Pengusutan Tanpa Ampun

    911 shares
    Share 364 Tweet 228
  • Cuaca di Jakarta Didominasi Cerah, Sebagian Wilayah Jaksel dan Jakbar Berpotensi Hujan

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2398 shares
    Share 959 Tweet 600
Merino
Olahraga

Hasil Piala Dunia: Spanyol Tekuk Belgia 2-1, Super Sub Merino Loloskan La Furia Roja ke Semifinal

Editor Nelly Marinda Situmorang
Sabtu, 11 Juli 2026 - 10:32

INDOPOSCO.ID - Pemain Timnas Spanyol Mikel Merino menjadi pahlawan bagi La Furia Roja setelah ia mencetak gol kemenangan dramatis pada...

SelengkapnyaDetails
swiss

Argentina vs Swiss: Xhaka Ungkap Tujuan Kelima, Murat Yakin Cium Titik Lemah Tim Tango

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:44
inggris

Inggris vs Norwegia: Tiga Singa Bertumpu pada Pengalaman, Vikings Kejar Sejarah

Jumat, 10 Juli 2026 - 20:15
pildun

Spanyol vs Belgia: La Furia Roja Andalkan Pertahanan Sempurna

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:28
Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

Kondisi Terkini Mbappe Usai Cedera di Laga Prancis vs Maroko

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:40
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.