Gaya Hidup

Psikolog Sebut Amber Heard Menderita PTSD

INDOPOSCO.ID – Seorang psikolog mengatakan kepada juri pada hari Selasa (3/5) bahwa Amber Heard menderita gangguan stres pasca-trauma atau PTSD akibat pelecehan fisik dan seksual yang dilakukan mantan suaminya Johnny Depp.

Dawn Hughes bersaksi bahwa dia telah mendiagnosis Heard setelah memeriksanya selama 29 jam dan meninjau catatan terapi, dan dia telah menyimpulkan bahwa Depp terlibat dalam “kekerasan tingkat tinggi.”

Hughes menceritakan banyak contoh dugaan kekerasan seksual, yang katanya dimotivasi oleh “kecemburuan obsesif” Depp dan keinginan untuk menunjukkan dominasi.

Baca Juga : Survei KRPA : Pelecehan Seksual Semakin Tinggi Selama Pandemi

Hughes adalah saksi pertama yang dipanggil oleh pengacara Heard, saat mereka memulai pembelaan dalam persidangan pencemaran nama baik senilai 50 juta dolar Amerika di Fairfax. Mereka berusaha untuk melawan citra yang dihadirkan oleh pengacara Depp, yang menggambarkan Heard sebagai pelaku dalam hubungan mereka, dan mempertahankan bahwa Depp akan mundur setiap kali dia menghasut perkelahian.

“Ketika Mr. Depp mabuk atau dalam keadaan tinggi, dia melemparkan diri ke tempat tidur, merobek baju tidur Heard dan mencoba berhubungan seks dengannya,” Hughes dikutip Variety pada Rabu (4/5).

Hughes juga merujuk insiden di mana Depp diduga melakukan penetrasi kepada Heard dengan jarinya dan pada satu kesempatan dengan botol. Dia mengatakan Depp menunjukkan kecemburuan khusus terhadap James Franco atau Elon Musk yang dipercaya memiliki hubungan dengan Heard.

“Insiden-insiden ini sering terjadi dalam kemarahan yang dipicu oleh narkoba,” ucap Hughes seperti dilansir Antara, Rabu (4/5/2022).

Heard diharapkan untuk memberikan penjelasan yang lebih lengkap tentang dugaan pelecehan ketika dia bersaksi.

Hughes dipanggil untuk membantah kesaksian Shannon Curry, seorang psikolog yang dipanggil oleh tim Depp minggu lalu, yang mengatakan kepada juri bahwa Heard menderita gangguan kepribadian.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button