Gaya Hidup

Psikiater: Stres Berat Memicu Seorang Alami OCD

INDOPOSCO.ID – Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa dr. Andri menyatakan, bahwa siapapun bisa mengalami gangguan mental Obsessive Compulsive Disorder (OCD). Baik itu perempuan maupun lelaki.

OCD merupakan suatu gangguan psikologis yang menyebabkan penderitanya merasa perlu melakukan suatu hal secara berulang-ulang. Bila tidak melakukannya, penderita akan merasa cemas dan takut

“Bisa menyerang dari usia muda di usia remaja sampai usia 70-an (tahun). Sama saja, laki-laki atau perempuan,” kata dr. Andri melalui gawai, Jakarta, Jumat (28/1/2022).

Baca Juga : Pandemi Ciptakan Risiko Kesehatan yang Lebih Kompleks

Kondisi itu diperparah karena adanya gangguan kesehatan mental lainnya juga meningkatkan risiko alami OCD, seperti gangguan kecemasan, stres, dan depresi.

“Bisa terjadi secara tiba-tiba, dengan pemicu stres yang berat,” tutur psikiater dari Klinik Psikomatik RS Ommi Alam Sutera itu.

Maka itu, sangat dibutuhkan peran keluarga bagi pengidap OCD dalam menjalani terapi perilaku dan kepatuhan meminum obat.

Baca Juga : Kenali Pneumonia dan Pencegahannya

“Yang punya keluarga mengalami OCD emang harus benar-benar sabar, untuk membuat pasien itu mau berobat dan keluarga sabar menemani pengobatan ini, karena sering kali menjadi problem yang sangat sulit untuk diperbaiki,” imbuhnya.

Aktor Alinado Syarief menyampaikan kondisinya mengenai gangguan mental OCD melalui akun Instagram pribadinya. Ia merasa sangat terganggu dengan penyakit mental tersebut. Kondisinya diperparah yang dirasakannya lebih dari penderita biasa.

“Kalau OCD itu mereka kalau melihat buku nggak rapi, nggak enak ditutup lagi. Tapi ini lebih, masa mandi aja harus gue hitung rambut. Kan, kacau gitu,” ucap Aliando Syarief, Kamis (27/1/2022). Ia merasakan gangguan tersebut selama dua tahun terakhir. (dan)

Back to top button