Ekonomi

Digitalisasi Pengolahan Air Penuhi Standarisasi Industri Hijau

INDOPOSCO.ID – Perubahan iklim global berdampak signifikan pada kehidupan manusia. Pengaruh kekeringan melanda sejumlah negara di dunia, seperti Amerika Serikat, China dan Indonesia belakang ini.

Menjawab hal itu, Business Vice President Industrial Automation Schneider Electric Indonesia and Timor Leste Martin Setiawan mengungkapkan, pihaknya menyiapkan solusi dan arsitektur EcoStruxure untuk Smart Pumping.

Hal ini, menurut dia, memungkinkan para produsen pompa dan sistem pompa menciptakan teknologi pompa yang lebih fleksibel, terkoneksi, andal, efisien dan ramah lingkungan (eko-efisiensi). Tentu saja untuk memenuhi kebutuhan di era industri hijau.

“Sistem pengolahan air membutuhkan tata kelola pompa dan sistem pompa yang cerdas agar dapat meningkatkan keamanan, keandalan, dan keberlanjutan distribusi air di lingkungan operasional,” kata Martin Setiawan di Jakarta, Rabu (11/10/2023).

“Hal ini menjadi bagian dari upaya mendukung konservasi air yang menjadi salah satu kriteria standarisasi industri hijau,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, arsitektur EcoStruxure untuk Smart Pumping mengombinasikan teknologi augmented operator, machine advisor dan resource advisor. Ini memungkinkan visibilitas yang lebih baik terhadap kondisi dan kinerja pompa melalui pemantauan jarak jauh dan real time.

“Teknologi power monitoring expert ini juga memungkinkan efisiensi konsumsi energi pada sistem pompa yang saat ini menjadi kontributor terbesar dalam total biaya kepemilikan pompa,” ungkapnya

Di tempat yang sama, Director of Wilo Pumps Indonesia David Haliyanto mengatakan, pemanfaatan teknologi digital dan otomasi di industri pompa dan sistem pompa kini semakin berkembang. Seperti belum lama ini Wilo melakukan kerja sama dengan Schneider Electric.

“Kami ciptakan solusi sistem dewatering yang cerdas, efisien dan sustainable untuk memenuhi kebutuhan sektor pertambangan,” katanya.

“Ini bisa mengurangi penggunaan energi hingga 20 persen dan mengurangi 25 persen waktu downtime,” imbuhnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, pihaknya terus melakukan inovasi dalam menciptakan solusi-solusi sistem pompa cerdas dan sustainable yang disesuaikan dengan kebutuhan sektor industri. Saat ini, menurut dia, pemanfaatan teknologi otomasi pada sistem pemompaan secara global diperkirakan terus meningkat.

“Prospek pertumbuhan sistem pompa cerdas perlu diimbangi dengan sosialisasi dan edukasi yang komprehensif kepada sektor industri. Hal ini untuk mendukung sektor industri dalam pemenuhan standarisasi industri hijau,” ujarnya.

Diketahui, sektor industri memiliki tanggung jawab melakukan upaya konservasi sumber daya air di lingkungan operasionalnya melalui 3R (Reduce, Reuse dan Recycle). Hal ini menjadi bagian dari persyaratan untuk dapat memperoleh sertifikasi industri hijau.

Di mana intensitas penggunaan air, pengolahan dan pemanfaatan air daur ulang serta intensitas penggunaan energi menjadi aspek yang dievaluasi dan diaudit untuk mengukur efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Pengolahan sumber daya air secara berkelanjutan oleh sektor industri juga tercantum dalam target Sustainable Development Goals 6 dan 12. Sektor industri dituntut untuk melakukan proses produksi dan konsumsi sumber daya secara bertanggung jawab.

Dan memastikan ketersediaan dan mengelola sumber daya air secara berkelanjutan dengan melakukan efisiensi, daur ulang air yang bersih dan aman bagi lingkungan. (nas)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button