• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Emas Tergelincir Tertekan Ekspektasi Lebih Banyak Kenaikan Suku Bunga

Ali Rachman Editor Ali Rachman
Sabtu, 18 Februari 2023 - 09:35
in Ekonomi
Emas-Batangan

Ilustrasi - Emas murni 99,9 persen batangan. Antara/Shutterstock/aa. Shutterstock/Oleksandr_Delyk

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Harga emas merosot pada akhir perdagangan Jumat (17/2) atau Sabtu (18/2) pagi WIB, berbalik melemah dari keuntungan sesi sebelumnya karena para pedagang memperkirakan akan lebih banyak kenaikan suku bunga dari Federal Reserve menyusul data inflasi yang kuat meskipun lebih lambat.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, tergelincir USD1,60 atau 0,09 persen menjadi ditutup pada USD1.850,20 per ounce, Untuk pekan ini, kontrak berjangka turun 1,3 persen, kerugian mingguan ketiga berturut-turut.

BacaJuga:

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Emas berjangka terangkat USD6,50 atau 0,35 persen menjadi USD1.851,80 pada Kamis (16/2), setelah anjlok USD20,10 atau 1,08 persen menjadi USD1. 845,30 pada Rabu (15/2), dan terdongkrak USD1,90 atau 0,10 persen menjadi USD1.865,40 pada Selasa (14/2).

Baca Juga : Emas Jatuh Terseret Oleh Penguatan “Greenback”

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan Jumat (17/2), harga impor AS turun 0,2 persen pada Januari setelah turun tipis 0,1 persen yang direvisi pada Desember, makin meredam emas, demikian dilansir Antara, Sabtu (18/2).

Sejak data terbaru tentang inflasi muncul, pejabat Federal Reserve telah bersiap untuk periode suku bunga tinggi yang diperpanjang, termasuk kembali ke kenaikan 50 basis poin pada Maret, dengan mengatakan inflasi yang merayap membuat 25 basis poin menjadi kuantum yang bank sentral sepakati bulan ini tidak dapat dipertahankan.

“Kita perlu melanjutkan kenaikan suku bunga sampai kita melihat lebih banyak kemajuan,” kata Gubernur Fed Michelle Bowman, Jumat (17/2).

“Inflasi masih terlalu tinggi. Tebakan Anda sama bagusnya dengan tebakan saya tentang apa yang terjadi selanjutnya dalam perekonomian,” sambungnya.

Presiden Fed Richmond, Tom Barkin sependapat, mengatakan pengendalian inflasi akan membutuhkan lebih banyak kenaikan suku bunga.

“Berapa banyak, kita harus lihat,” tambahnya.

“Saya menyukai jalur 25 basis poin karena saya yakin ini memberi kami fleksibilitas untuk merespons ekonomi,” ujar Tom.

Namun, kerentanan emas terhadap penurunan lebih lanjut akan dibatasi, karena bank-bank sentral tampaknya siap untuk meningkatkan kepemilikan emas mereka, kata Ed Moya, analis di platform perdagangan daring OANDA.

“Risiko resesi global kembali dan itu akan mengarah pada beberapa aliran safe-haven untuk emas,” ucapnya.

Tapi Moya juga tidak berharap banyak kemajuan segera, dengan mengatakan: “Kita mungkin terjebak dalam sebuah kisaran sampai kita memiliki tanda yang lebih jelas jika inflasi akan terus meningkat di sini.”

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 0,5 sen atau 0,02 persen, menjadi menetap pada USD21,715 per ounce. Platinum untuk pengiriman April merosot USD9,6 atau 1,03 persen, menjadi ditutup pada USD921,40 per ounce.(mg2)

Tags: emasharga emasSuku Bunga

Berita Terkait.

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru
Ekonomi

Dua Raksasa Kripto Dunia Masuk Vietnam, CAEX Siap Jadi Bursa Teregulasi Baru

Minggu, 12 April 2026 - 17:31
Pasar-Murah
Ekonomi

Gerak Cepat Pertamina: Program Pasar Murah Sasar Warga Rentan di Seluruh Indonesia

Minggu, 12 April 2026 - 15:08
uMiMax
Ekonomi

Program UMiMAX Pertamina Bantu Rakyat Bangkit dan Berdaya Ekonomi

Minggu, 12 April 2026 - 09:02
RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang
Ekonomi

RKAB Seret, B50 Bebani Operasi dan PHK Mulai Terjadi di Tambang

Sabtu, 11 April 2026 - 13:31
PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon
Ekonomi

PLN NP-VOGO ARSTROMA Kolaborasi, Indonesia Dibidik Jadi Basis Produksi Teknologi Karbon

Sabtu, 11 April 2026 - 10:22
Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi
Ekonomi

Risiko Global Mengintai, Industri Tambang Peringatkan Dampak Pemangkasan Produksi

Sabtu, 11 April 2026 - 09:21

BERITA POPULER

  • Pegawai-Kementan

    ASN Kementan Sulap Lahan Marginal Perumahan Jadi Sumber Pangan Keluarga

    2129 shares
    Share 852 Tweet 532
  • Persik vs Persijap: Macan Putih Dapat Suntikan Tenaga dan Energi Tambahan

    1144 shares
    Share 458 Tweet 286
  • Bea Cukai Bangun Sinergi Pengawasan Lintas Instansi di Makassar dan Banda Aceh

    791 shares
    Share 316 Tweet 198
  • Persis vs Semen Padang: Duel Membara di Zona Bawah

    766 shares
    Share 306 Tweet 192
  • Prakiraan Cuaca, Hujan Berpotensi Guyur Sebagian Wilayah Jakarta Hari Ini

    745 shares
    Share 298 Tweet 186
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.