Ekonomi

Dolar Jatuh, Euro Terangkat ke Tertinggi 7 Bulan Jelang Data Inflasi

INDOPOSCO.IDDolar Amerika Serikat (AS) jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), dengan euro sempat mencapai level tertinggi tujuh bulan terhadap dolar tetapi bertahan dalam kisaran sempit karena pedagang menghindari membuat pergerakan besar menjelang data inflasi AS.

Euro menyentuh 1,07765 dolar AS, tertinggi sejak 31 Mei dengan dolarAS baru-baru ini melemah, karena para pedagang bertaruh Federal Reserve tidak perlu menaikkan suku bunga secepat dan setinggi yang diperkirakan sebelumnya untuk menjinakkan inflasi yang sangat tinggi.

Euro terakhir naik 0,15 persen pada 1,07515 dolar. Dolar telah kehilangan hampir 12 persen terhadap mata uang tunggal sejak mencapai puncak 20 tahun pada September, karena data terus menunjukkan bahwa kenaikan suku bunga Fed memiliki pengaruh yang dimaksudkan untuk mendinginkan ekonomi dan memperlambat inflasi.

Baca Juga : Rupiah Menguat Seiring Ekspektasi Suku Bunga Fed Lebih Moderat

Investor sangat fokus pada data IHK (Indeks Harga Konsumen) AS yang akan dirilis pada Kamis, karena pembicara Fed mengatakan langkah mereka selanjutnya akan bergantung pada data.

Perkiraan pasar berjangka menunjukkan sekarang condong ke peluang 75 persen untuk kenaikan seperempat poin bulan depan, dengan suku bunga target Fed mencapai 4,947 persen pada Juni sebelum jatuh ke 4,465 persen pada Desember.

“Pembicara Fed tetap bersikukuh bahwa suku bunga tidak akan dipotong dalam waktu dekat, namun pasar menilai kenaikan penuh tahun ini pada akhir tahun. Jika pemotongan itu diperkirakan, hambatan dolar AS dapat mereda,” kata analis di ANZ Research dalam catatan untuk klien seperti dikutip dari Antara, Kamis (12/1/2023).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button