Ekonomi

Investor Global Diajak Kembangkan Potensi Gas di Indonesia

SKK Migas

INDOPOSCO.ID – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengajak pelaku investasi usaha global untuk mengembangkan potensi gas di Indonesia guna mendukung pencapaian target netralitas karbon yang dicanangkan oleh pemerintah.

Dalam forum Abu Dhabi International Petroleum and Conference (ADIPEC) di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan Indonesia memiliki potensi hidrokarbon yang sangat besar berupa 168 cekungan baru dan hanya 20 cekungan saja yang berproduksi menghasilkan gas.

“Potensi ini menunjukkan Indonesia punya cadangan gas yang sangat besar sebagai sumber energi transisi menuju net zero emission pada 2060. Oleh karena itu, kami mengundang investor untuk mengembangkan dan memproduksi cadangan gas tersebut untuk memenuhi kebutuhan gas ke depan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (3/11), seperti dikutip dari Antara.

Dwi menjelaskan Indonesia mendukung kebijakan netralitas karbon di tengah meningkatnya kebutuhan energi nasional. Saat ini, Indonesia sedang melakukan transisi energi, antara lain dengan mengganti secara bertahap penggunaan sumber energi pembangkit listrik dari batu bara ke gas.

Baca Juga: Pertamina Serahkan Rencana Pengembangan Sumur ke SKK Migas

Di sisi lain, Indonesia tetap memperhatikan pemenuhan kebutuhan akan gas terutama gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG), baik untuk domestik maupun ekspor.

Sebagai negara produsen gas alam, Indonesia telah lama menjadi eksportir gas alam cair. Meskipun penggunaan gas domestik akan meningkat, Indonesia tetap berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan ekspor.

Berdasarkan data The Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), Badan PBB untuk menilai ilmu terkait perubahan iklim, gas alam hanya menghasilkan 469 gram karbon dioksida per kilowatt jam (kWh). Angka emisi itu lebih rendah dibandingkan batu bara yang mencapai 1.001 gram karbon dioksida per kWh dan minyak bumi sebesar 840 gram karbon dioksida per kWh.

“Kami memiliki hubungan yang baik dengan para buyer. Hubungan baik tersebut kami jaga dengan memenuhi komitmen pasokan gas untuk ekspor,” kata Dwi.

Indonesia telah menargetkan produksi minyak 1 juta barel per hari (BOPD) dan produksi gas 12 miliar standar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030. Khusus untuk gas, pada tahun 2030 Indonesia akan meningkatkan produksi dua kali lipat dari saat ini, yang berada di level 6 BSCFD.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button