Ekonomi

IHSG Terkoreksi Dipicu Antisipasi Pengetatan Moneter Bank Sentral AS

INDOPOSCO.ID – Indeks Harga Saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (19/1) sore ditutup terkoreksi, dipicu rencana pengetatan moneter oleh bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve (Fed).

IHSG ditutup melemah 22,08 poin atau 0,33 persen ke posisi 6.591,98. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 0,85 poin atau 0,09 persen ke posisi 943,97.

“Indeks saham di Asia sore ini Rabu ditutup turun menyusul aksi jual, terutama pada saham sektor teknologi semalam di Wall Street serta lonjakan imbal hasil atau yield surat utang Pemerintah AS. Investor merasa khawatir terhadap inflasi dan mempersiapkan diri menghadapi kebijakan moneter yang lebih ketat di AS,” tulis Tim Riset Phillip Sekuritas dalam ulasannya di Jakarta, Rabu (19/1/2022), seperti dikutip Antara.

Pasar saham global mengalami volatilitas yang tinggi sejak awal tahun ini dipicu oleh sikap tegas hawkish The Fed, gangguan ekonomi dari varian Omicron, serta tekanan pada profitabilitas korporasi akibat lonjakan harga atau inflasi.

Imbal hasil obligasi memaksa investor untuk berpikir lagi mengenai valuasi dari berbagai jenis aset. Namun demikian investor masih memegang teguh harapan bahwa pemulihan ekonomi global masih berada di jalur yang benar seiring pembukaan kembali ekonomi di seluruh dunia dan surutnya rasa takut terhadap varian Omicron.

Baca Juga : IHSG Diperkirakan Datar di Tengah Pergerakan Bursa Global yang Beragam

Pertanyaan yang paling mengganggu investor adalah apakah The Fed perlu memperketat kebijakan moneter untuk menjinakkan inflasi atau apakah perlambatan pertumbuhan ekonomi akan memberi ruang bagi bank-bank sentral di dunia untuk memperketat kebijakan moneter tanpa pendekatan yang agresif.

Dari sisi makroeknomi, investor mencerna rilis data inflasi (CPI) Inggris yang naik 5,4 persen (yoy) pada Desember, tertinggi sejak Maret 1992 dan lebih tinggi dibandingkan inflasi November 5,1 persen (yoy).

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button