• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Arief Rosyid Hasan, Nekat Melancong ke Jakarta hingga Jabat Komisaris BSI

Redaksi Editor Redaksi
Jumat, 31 Desember 2021 - 11:56
in Ekonomi
Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BS), M. Arief Rosyid Hasan berpose di depan studio Podcast Ngaco (Ngobrol ala Indoposco), Rabu (29/12/2021). Foto: Yoga/INDOPOSCO

Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BS), M. Arief Rosyid Hasan berpose di depan studio Podcast Ngaco (Ngobrol ala Indoposco), Rabu (29/12/2021). Foto: Yoga/INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Menduduki jabatan komisaris bukanlah hal yang mudah. Perlu keilmuan dan skill yang matang karena bertugas mengawasi jalannya perusahaan, apalagi di bawah naungan pemerintah.

Hal itu juga dirasakan oleh M. Arief Rosyid Hasan yang kini menduduki Komisaris Independen Bank Syariah Indonesia (BSI). Untuk menjabat komisaris harus rela meninggalkan tanah kelahirannya di Makassar, Sulawesi Selatan melancong ke Jakarta.

BacaJuga:

PLTU Jawa 7 Tak Hanya Pasok Listrik, Kini Jadi Pusat Pembelajaran Teknologi Pembangkit Modern

Hak 735 Eks Pekerja Belum Tuntas, Kasus Newcrest Jadi Preseden Buruk Divestasi Asing

Pertalite dan BioSolar Tetap, Pertamina Jelaskan Penyesuaian Harga Pertamax

Pria lulusan Fakultas Kedokteran di Universita Hasanuddin itu, datang ke Jakarta dengan niatan tulus mengabdi di sebuah organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) pada tahun 2010.

Untuk menyambung hidup, dia membuka praktik dokter gigi di Cempaka Putih, Jakarta Pusat hingga berhasil menjadi klinik percontohan di Indonesia.

Dari keberhasilannya itu, Arief kemudian dipercaya menahkodai Pengurus Besar (PB) HMI dengan melalui tiga jalur pemilihan. Mengingat pada saat itu, tensi persaingan menjadi ketua tinggi.

“2010 begitu masuk Jakarta aktif mengurus HMI dan buka praktek dokter gigi. Jadi 2010 sampai 2012 aktif di organisasi dan praktek dokter gigi hingga jadi percontohan di Indonesia,” katanya saat jadi narasumber di Podcast NGACO (Ngobrol ala Indoposco), Rabu (29/12/2021).

Seiring dengan kesuksesan prakteknya, Arief dipercaya memimpin PB HMI periode 2013 sampai 2015.

Belum lama menjabat, Arief mengaku ditawari Dahlan Iskan yang saat itu menjabat Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk menduduki komisaris di salah satu perusahaan.

Namun tawaran itu ditolak, lantaran keinginan mengabdinya yang tinggi di HMI dalam membina generasi muda dan sekaligus jadi kontrol sosial bagi pemerintahan.

“Pada saat mau Kongres saya terpilih di 2013 sampai 2015. Saya juga diminta pak Dahlan Iskan untuk jadi Komisaris di BUMN. Jadi bukan kali pertama ditawari komisaris, waktu itu saya bilang ingin ngurus dulu HMI karena pecah, banyak tantangan. Saya nggak ngambil amanah itu,” paparnya.

Setelah purna di PB HMI, dia juga mengikuti organisasi kemasyarakatan seperti pengurus di Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Selepas dengan perjalanan panjangnya, pria lulusan strata dua program studi Kebijakan Kesehatan di Universitas Indonesia itu dipercaya menjadi Komisaris di Bank Syariah Mandiri tahun 2020.

Belum lama berjalan, bank yang dipimpinanya  dimerger dengan dua bank lainnya menjadi BSI. Sehingga dirinya harus adaptasi dan mengikuti tes ulang untuk menjadi komisaris. Hingga akhirnya 15 Desember 2020 resmi terpilih.

“Tugas mengawasi dan menasihati. Fungsi kontrol bank sesuai koridor menjalankan visi dari pemegang saham,” terangnya.(son)

 

Tags: bank syariah indonesiaBUMNkomisarisKomisaris Independen

Berita Terkait.

Classroom
Ekonomi

PLTU Jawa 7 Tak Hanya Pasok Listrik, Kini Jadi Pusat Pembelajaran Teknologi Pembangkit Modern

Jumat, 12 Juni 2026 - 08:29
big
Ekonomi

Hak 735 Eks Pekerja Belum Tuntas, Kasus Newcrest Jadi Preseden Buruk Divestasi Asing

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:43
pertamax
Ekonomi

Pertalite dan BioSolar Tetap, Pertamina Jelaskan Penyesuaian Harga Pertamax

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:23
asam
Ekonomi

Bukit Asam Tebar Dividen Rp1,32 Triliun, Perkuat Modal Hadapi Tantangan Industri Energi

Kamis, 11 Juni 2026 - 23:03
btn
Ekonomi

BTN Siapkan Generasi Muda Tangguh Finansial, Gandeng Unpad untuk Edukasi dan Pengembangan Karier

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:46
purbaya
Ekonomi

DPR dan Pemerintah Ketok Palu Fiskal 2027, Jalan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Dibuka

Kamis, 11 Juni 2026 - 22:32

BERITA POPULER

  • Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    Beraksi Puluhan Kali, Pelaku Curanmor di Tambora Diringkus Polisi

    1225 shares
    Share 490 Tweet 306
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    1462 shares
    Share 585 Tweet 366
  • Diduga Rombongan Caketum HIPMI, 10 Penumpang dari Bangkok Positif Narkoba

    893 shares
    Share 357 Tweet 223
  • Jadi Tulang Punggung Mobilitas Warga, Penyesuaian Tarif TransJakarta Dinilai Rasional

    859 shares
    Share 344 Tweet 215
  • AFF U-19: Indonesia Cukur Timor Leste, Persaingan Puncak Klasemen Makin Panas

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.