Ekonomi

Rupiah Ditutup Stagnan Dibayangi Sentimen Tapering

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu sore ditutup stagnan, dibayangi sentimen tapering yang akan mulai dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), pada November mendatang.

Rupiah ditutup stagnan di level Rp14.218 per dolar AS, sama seperti level pada penutupan hari sebelumnya.

“Dolar AS mempertahankan penguatannya akhir-akhir ini karena dipicu oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan umumkan pemangkasan pembelian obligasi mereka pada bulan depan,” tulis Tim Riset Monex Investindo Futures dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (13/10/2021), seperti dikutip Antara.

Selain itu, kata dia, kekhawatiran pasar terhadap lonjakan harga energi membuat pasar beralih mencari aset safe haven dolar AS.

Outlook penguatan dolar AS juga datang dari pernyataan terbaru pejabat The Fed. Wakil Ketua The Fed Richard Clarida mengatakan dirinya yakin bahwa standar kemajuan lebih lanjut yang substansial telah lebih dari sekedar terpenuhi, sehubungan dengan stabilitas harga dan semuanya telah dipenuhi terkait dengan mandat ketenagakerjaan.

Dia juga menambahkan pengurangan bertahap pembelian aset obligasi bisa berakhir pada pertengahan tahun 2022.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button