PT Telkom Dihadapkan Keuntungan dan Kerugian Besar

INDOPOSCO.ID – Sebagai perusahaan yang bergerak dalam layanan telekomunikasi, PT Telkom dihadapkan pada “dua sisi mata uang”. Yakni keuntungan yang besar di satu sisi dan risiko kerugian yang juga besar.
Pernyataan tersebut diungkapkan Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi PKS Amin melalui gawai, Rabu (6/10/2021).
Ia mengatakan, industri telekomunikasi saat ini terus tumbuh dan meningkat pasarnya. Hal ini jelas menjanjikan keuntungan besar. Namun seperti pada umumnya industri yang ditopang oleh dukungan hightech (teknologi tinggi), risiko jika sewaktu-waktu mengalami kerugian juga besar.
“Salah satu risiko tersebut adalah kompensasi yang harus diberikan apabila terjadi gangguan terhadap produk layanan,” katanya.
Sesuai standar bisnis, menurut dia, Telkom sebagai penyedia jasa wajib memberikan kompensasi kepada pelanggan bila Jaminan Tingkat Layanan (Service Level Guarantee) tidak terpenuhi atau terbukti terdapat kesalahan.
baca juga : Penegak Hukum Tidak Boleh ‘Masuk Angin’ Dalam Kasus Dugaan Korupsi PT. Telkom
Beberapa waktu lalu misalnya, terjadi gangguan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Jawa-Sunda-Kalimantan (Jasuka) dan juga putusnya jaringan kabel Laut Papua. Perbaikan kabel bawah laut baik Jasuka maupun Papua memerlukan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
“Ini belum termasuk kompensasi yang wajib dikeluarkan PT Telkom karena banyaknya masyarakat/konsumen yang dirugikan,” ungkapnya.
Dia menyebut, kerugian yang harus dialami masyarakat di antaranya mulai dari sektor bisnis, pendidikan, hingga pemerintahan. Misalnya saja, para pelapak online yang menjual produk-produk UMKM dirugikan, kemudian pembelajaran jarak jauh serta layanan administrasi pemerintahan juga terganggu.
“Jadi kerugian dialami oleh kedua belah pihak, baik PT Telkom (harus mengeluarkan biaya perbaikan dan konpensasi), maupun konsumen karena hilangnya potensi usaha maupun lainnya akibat terganggunya akses telekomunikasi,” ucapnya.
“Hal itu jelas akan mengganggu sustainability bisnis PT Telkom dan juga pemasukan (potensi profit) perusahaan,” imbuhnya. (nas)