Ekonomi

Rupiah Akhir Pekan Diperkirakan Terkoreksi Masih Dibayangi “Tapering”

INDOPOSCO.ID – Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan ini terkoreksi karena masih dibayangi sentimen pengurangan stimulus atau tapering oleh bank sentral Amerika Serikat The Fed.

Rupiah pagi ini bergerak melemah 12 poin atau 0,09 persen ke posisi Rp14.325 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.313 per dolar AS.

“Nilai tukar rupiah masih berpotensi melemah hari ini karena sentimen tapering serta berkurangnya minat pasar terhadap aset berisiko,” tutur pengamat pasar uang Ariston Tjendra saat dihubungi Antara di Jakarta, Jumat (1/10).

Menurut Ariston, tapering yang merupakan langkah awal The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneternya, masih mendorong penguatan dolar AS kepada nilai tukar lainnya.

Indeks saham Eropa serta AS yang ditutup melemah pada perdagangan kemarin dan pagi ini indeks Asia juga bergerak melemah, menunjukkan menyusutnya minat pasar terhadap risiko.

“Kekhawatiran pasar soal terhambatnya suplai energi ke perekonomian seperti yang terjadi di Inggris, Eropa serta China, mungkin jadi salah satu penyebab penyusutan minat pasar tersebut,” ucap Ariston.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button