Ekonomi

Tantangan Kadin Bangkitkan Ekonomi Nasional di Masa Pandemi

INDOPOSCO.ID – Bangsa Indonesia dan negara-negara belahan dunia lainnya saat ini tengah menghadapi situasi yang sulit akibat kembali meningkatnya kasus pandemi COVID-19.

Di Indonesia sendiri, penyebaran pandemi COVID-19 mengalami tren kasus yang meningkat di seluruh daerah, sehingga semua pihak mulai berjibaku untuk mengatasi masalah itu.

Upaya penangan dilakukan oleh pemerintah baik pusat hingga daerah. Berbagai kebijkan kembali dikeluarkan, salah satunya saat ini pemerintah pusat menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat khususnya pulau Jawa dan Bali.

Meski pemberlakuan PPKM darurat akan berdampak pada perputaran ekonomi khususnya di kedua daerah itu, apalagi Pulau Jawa dan Bali merupakan daerah yang berkontribusi besar bagi perekonomian negara, namun hal itu dilakukan demi kebaikan ke depannya.

Kesehatan adalah hal utama yang harus kita prioritaskan. Ini adalah suatu solusi baik dari segi kesehatan maupun dari segi perekonomian ke depan.

Mengatasi kesehatan merupakan langkah yang tetap yang harus dilakukan, sebab dengan kesehatan maka roda perekonomian akan berputar kembali, dengan demikian akan dapat menyumbang pertumbuhan ekonomi di kuartal II 2021.

Mengatasi masalah yang ditimbulkan akibat pandemi baik dari sisi kesehatan maupun bagaimana mendorong pertumbuhan ekonomi bangsa di butuhkan peran-peran semua pihak tak terkecuali Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Kepengurusan Kadin Indonesia masa bhakti 2021-2026 berkomitmen meningkatkan kesehatan masyarakat dengan mendorong percepatan vaksinasi gotong royong, hingga akan mendorong terciptanya pengusaha-pengusaha baru di daerah seluruh Indonesia termasuk pengembangan usaha mikro kecil dan menengah.

Tekan COVID-19

Salah satu upaya menekan penyebaran COVID-19 adalah dengan melakukan vaksinasi kepada masyarakat untuk meningkatkan imun tubuh dari virus corona.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Pembukaan Musyawarah Nasional VIII Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (30/6/2021), menyebutkan Indonesia memperoleh pencapaian yang baik dalam jumlah vaksinasi COVID-19 karena berada di urutan ke-11 dari 215 negara di dunia.

Presiden meyakini peringkat Indonesia dalam realisasi vaksinasi COVID-19 akan terus meningkat, karena di Juli 2021, penyuntikan vaksin COVID-19 akan meningkat menjadi satu juta dosis vaksin per hari, dan meningkat lagi menjadi dua juta dosis vaksin per hari pada Agustus 2021.

Target tersebut bukan angka yang kecil tetapi setelah diuji coba sehari bisa mencapai 1,3 juta dosis, sehinga Presiden meyakini untuk meningkat ke angka 2,5 juta dosis itu bukan hal yang sulit.

Presiden juga meminta Kadin untuk terus berupaya meningkatkan realisasi Vaksinasi Gotong Royong yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan swasta kepada para karyawan. Vaksinasi Gotong Royong oleh badan usaha akan membantu pencapaian vaksinasi COVID-19 secara nasional.

Dalam kerangka Vaksin Gotong Royong. Meskipun targetnya 22 juta (vaksin COVID-19), tapi karena vaksinnya juga belum datang, inilah yang akan kita kejar dengan ketua dan jajaran pengurus Kadin yang baru agar angka vaksin gotong royong 22 juta (vaksin COVID-19) pada Juli, Agustus dan bulan-bulan berikutnya.

Pemerintah menetapkan kebijakan vaksinasi COVID-19 akan menargetkan 181,5 juta orang warga untuk menciptakan kekebalan komunitas (hard immunity) di Indonesia. Vaksinasi COVID-19 telah dimulai sejak 13 Januari 2021 dan ditargetkan rampung pada akhir 2021

Selain itu, kunci pemulihan ekonomi nasional adalah dengan menekan angka kasus COVID-19, karena berkaitan dengan indeks keyakinan konsumen.

Jika dilihat secara detail, kenaikan kasus COVID-19 selalu berpengaruh pada indeks kepercayaan konsumen.

Saat pembatasan ketat dilakukan, maka mobilitas masyarakat menurun dan angka kasus menurun, sehingga indeks kepercayaan konsumen naik. Namun begitu angka kasus COVID-19 naik, indeks kepercayaan konsumen menurun.

“Selalu kita lihat seperti itu. Kenaikan kasus juga mempengaruhi penjualan ritel. Begitu ada penambahan kasus harian, indeksnya pasti turun, di Thailand juga sama,” kata Presiden.

Sehingga, angka purchasing manager index untuk manufaktur, saat ini berada dalam posisi yang sangat tinggi.

Sebelum pandemi 51, sekarang pada posisi 55 pada 3 Mei 2021 kemarin. Artinya ada optimisme di situ. Sisi suplai juga sama, produksi mulai menggeliat, ekspor tumbuh 58 persen, impor bahan baku tumbuh 79 persen, tinggi sekali, impor barang modal tumbuh 35 persen.

Selain itu, konsumsi listrik industri juga tumbuh 28 persen, indeks kepercayaan konsumen meningkat dari 85 pada Februari menjadi 104,4 saat ini.

Optimisme itu ada. Indeks penjualan ritel juga tumbuh, konsumsi semen tumbuh 19,2 persen, penjualan kendaraan niaga 783 persen. Ini angka-angka yang menurut saya sangat fantastis kenaikannya. Oleh sebab itu seperti disampaikan Ketua Kadin, semua pihak optimistis bahwa di kuartal kedua tumbuh 7 persen dari sebelumnya kuartal I minus 0,74 persen.

1 2Laman berikutnya
Sponsored Content
Back to top button