• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Ekonomi 2020 Terburuk 150 Tahun Terakhir, Pengamat: Menkeu Lempar Tanggung Jawab

Redaksi Editor Redaksi
Rabu, 14 April 2021 - 14:31
in Ekonomi
Ilustrasi. Foto: Pixabay

Ilustrasi. Foto: Pixabay

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani atas kondisi ekonomi terburuk selama 150 tahun seolah menyalahkan keadaan pandemi Covid-19. Padahal, kondisi ekonomi Indonesia tidak bergerak sama sekali selama hampir enam tahun terakhir.

Pernyataan tersebut di atas diungkapkan Ekonom Konstitusi Defiyan Cori melalui gawai, Rabu (14/4/2021).

BacaJuga:

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025

Dari Kulit Ikan hingga Produk Kelapa, 3 Bisnis Muda Raih J&T Super Seller 2026

PLN Energi Gas Pastikan Keamanan LNG Tarakan untuk Menopang Keandalan Listrik

Ia menilai, pernyataan Menkeu tersebut nampak Sri Mulyani ingin melempar tanggungjawab. Padahal, tidak semua negara mengalami kondisi ekonomi terburuk selama masa pandemi Covid-19.

“Lihat saja seperti negara-negara di kawasan Asia Tenggara, yaitu Laos, Kamboja dan Vietnam yang mampu mencapai pertumbuhan ekonomi positif,” katanya.

Negra Laos, dikatakan Defiyan, di masa pandemi 2020 lalu mampu mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 0,2 persen. Sementara, Vietnam tumbuh sebesar 2,91 persen untuk setahun penuh, atau lebih tinggi dibandingkan dengan estimasi median 2,8 persen dalam survei yang dilakukan oleh Bloomberg.

“Artinya, pandemi Covid19 hanya berpengaruh sebesar 2-3 persen saja terhadap jalannya perekonomian kedua negara tersebut. Sedangkan Indonesia dalam masa pandemi Covid19 terjadi kemerosotan ekonomi sebesar -2,07, yang berarti berpengaruh sebesar 6-7 persen lebih mempengaruhi capaian pertumbuhan ekonomi kuartalan maupun tahunan 2020,” jelasnya.

Agar ekonomi Indonesia tidak buruk, menurutnya, Sri Mulyani harus keluar dari kerangka pemikiran text book thinking. Dengan mengubah paradigmatik sistem ekonomi nasional melalui reformulasi kebijakan ekonomi arus utama.

“Sri Mulyani juga melanggar pembangunan bangsa dan negara sesuai Pasal 33 UUD 1945,” tegasnya.

Defiyan memperkirakan, setidaknya butuh waktu 10 hingga 20 tahun atau 4 periode presiden untuk perbaikan ekonomi yang terjadi di Indonesia saat ini. Jika mengacu pada kestabilan politik dan keamanan semasa Presiden Soeharto, maka pertumbuhan ekonomi bisa tercapai 10,92 persen pada tahun 1970.

Apabila hal ini dapat dikelola juga oleh Presiden Joko Widodo, masih ujar Defiyan, maka bukan tidak mungkin selama 1-2 tahun perekonomian Indonesia akan tumbuh dan maju.

“Tentunya dengan skala prioritas yang terarah dan terukur, bukan seperti saat ini,” tegasnya. (nas)

Foto ilustrasi soal ekonomi RI pada 2020 jeblok ya

Tags: Defiyan Coriekonomi RIKemenkeu

Berita Terkait.

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025
Ekonomi

Kemenkop Raih Opini WTP BPK Tahun Anggaran 2025

Kamis, 3 September 2026 - 13:40
Lima Hari di Batam, Daihatsu Kumpul Sahabat Padukan Otomotif dan Hiburan
Ekonomi

Dari Kulit Ikan hingga Produk Kelapa, 3 Bisnis Muda Raih J&T Super Seller 2026

Kamis, 3 September 2026 - 13:05
Lima Hari di Batam, Daihatsu Kumpul Sahabat Padukan Otomotif dan Hiburan
Ekonomi

PLN Energi Gas Pastikan Keamanan LNG Tarakan untuk Menopang Keandalan Listrik

Kamis, 3 September 2026 - 11:30
Membaca Bumi dari Getaran: Menelusuri Jejak Teknologi Elnusa dari Balik Warehouse BSD
Ekonomi

Membaca Bumi dari Getaran: Menelusuri Jejak Teknologi Elnusa dari Balik Warehouse BSD

Rabu, 2 September 2026 - 23:28
Kuasa Hukum Budi Arie Tanggapi Laporan Dugaan Makar: Jangan Kriminalisasi Pernyataan Politik
Ekonomi

Dunia Dihantam Ketidakpastian, Wamenkeu Bawa 3 Jurus Dongkrak Pertumbuhan di G20

Rabu, 2 September 2026 - 21:15
Polisi Tetapkan 47 Tersangka Kerusuhan Pascademo di Jakarta
Ekonomi

Target Ekonomi 2027 Dipatok 6 Persen, Pemerintah dan DPR Sepakati Asumsi Makro

Rabu, 2 September 2026 - 18:45

OLAHRAGA

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda
Olahraga

Hadapi Laos, Nova Arianto Putar Otak Tentukan Pemain Garuda Muda

Editor Nelly Marinda Situmorang
Kamis, 3 September 2026 - 09:12

INDOPOSCO.ID - Pelatih Timnas Indonesia U-20 Nova Arianto mempertimbangkan komposisi pemain yang akan diturunkan menghadapi Laos U-20 dalam laga kedua...

SelengkapnyaDetails
nova

Tumpul Lawan Malaysia, Garuda Muda Pertajam Penyelesaian Akhir demi Tumbangkan Laos

Rabu, 2 September 2026 - 15:05
ferry

Izin Prinsip Sudah Terbit, League Persija Versus Persib Fix di GBK

Rabu, 2 September 2026 - 13:13
SUPER

Super League 2026 Resmi Bergulir, STY vs Igor Tolic Panaskan Rivalitas Persija-Persib

Rabu, 2 September 2026 - 08:10
league

Alasan “Indonesia Menyala” Gantikan “Gaskeun” sebagai Theme Song Super League 2026/2027

Rabu, 2 September 2026 - 04:04

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.