• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Riset Paramadina: Wajib Halal Berisiko Tekan Daya Beli dan Bebani UMKM

Dilianto Editor Dilianto
Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:10
in Ekonomi
Ilustrasi — Logo halal pada produk yang dipasarkan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Penerapan kewajiban sertifikasi halal menjadi perhatian karena perlu diimbangi dengan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Ilustrasi — Logo halal pada produk yang dipasarkan di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta. Penerapan kewajiban sertifikasi halal menjadi perhatian karena perlu diimbangi dengan kemudahan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Foto: Dokumen INDOPOSCO

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID — Kebijakan wajib sertifikasi halal berpotensi menimbulkan tekanan ekonomi jika diterapkan secara luas tanpa mempertimbangkan kesiapan pelaku usaha. Mulai dari kenaikan biaya produksi hingga melemahnya daya beli masyarakat, dampaknya dikhawatirkan lebih berat dirasakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Peringatan itu disampaikan Muhamad Rosyid Jazuli dari Paramadina Public Policy Institute dalam diskusi publik bertajuk “Sertifikasi Halal dan Label Non-Halal: Menambah Nilai atau Beban Ekonomi?” di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

BacaJuga:

Dana LPDB Pacu 6 Unit Usaha KDMP Tamanmartani, Bidik Pasar SPPG dan Pertanian

Era AI Ubah Strategi Treasury, Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Rantai Pasok Global

Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP

Melalui riset sementara bertajuk “Menjaga yang Halal, Menumbuhkan yang Usaha”, Paramadina mengkaji dampak sejumlah skenario sertifikasi halal terhadap pertumbuhan ekonomi, harga, perdagangan, tenaga kerja, dan keberlangsungan UMKM.

Penelitian tersebut memadukan perbandingan regulasi sembilan negara, simulasi ekonomi menggunakan model computable general equilibrium (CGE), serta diskusi kelompok terarah dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Salah satu perhatian utama riset adalah besarnya jumlah usaha yang harus menyesuaikan diri dengan kebijakan baru. Paramadina memperkirakan sekitar 7–8 juta UMKM pangan belum memiliki sertifikat halal, sementara kewajiban sertifikasi memasuki tahapan penerapan pada Oktober 2026,” ujar Rosyid.

Dalam simulasi awal, peneliti membandingkan dua skenario: penerapan guncangan biaya pada 185 sektor ekonomi dan penerapan terbatas pada sektor manufaktur. Asumsi yang digunakan mencakup kenaikan biaya kepatuhan 1 persen, kebutuhan jasa margin 10 persen, pergeseran permintaan ekspor 2 persen, serta kenaikan biaya pungutan 1 persen. Angka tersebut merupakan asumsi simulasi, bukan proyeksi pasti dampak aktual kebijakan.

“Hasil sementara menunjukkan bahwa skenario penerapan pada seluruh 185 sektor menimbulkan tekanan ekonomi lebih dalam dibandingkan skenario yang terbatas pada manufaktur. Tekanan terlihat pada produk domestik bruto (PDB) riil, konsumsi rumah tangga, output agregat, upah riil, dan kesejahteraan rumah tangga,” jelasnya.

Dalam skenario pertama, penurunan kesejahteraan delapan kelompok rumah tangga perkotaan dan perdesaan diperkirakan mencapai 8,4–14,7 persen. Sementara itu, pada skenario kedua, penurunannya berkisar 1,1–1,9 persen.

“Paramadina menegaskan bahwa hasil tersebut masih bersifat sementara dan sangat bergantung pada asumsi serta cakupan penerapan yang digunakan. Meski demikian, perbedaan hasil antarskenario menunjukkan pentingnya mempertimbangkan keterkaitan rantai pasok dan kesiapan setiap sektor,” terangnya.

Beban sertifikasi tidak hanya mencakup penerbitan dokumen. Pelaku usaha juga perlu menanggung biaya dokumentasi, penyesuaian bahan baku, perubahan proses produksi, pengemasan, penyimpanan, distribusi, hingga waktu untuk memenuhi persyaratan.

“Bagi perusahaan besar, biaya tetap dapat dibagi ke volume produksi yang lebih tinggi. Sebaliknya, UMKM memiliki ruang yang lebih sempit untuk menyerap kenaikan biaya. Mereka harus memilih antara menaikkan harga, mengurangi margin keuntungan, atau menghadapi risiko kehilangan akses ke pasar formal,” tuturnya.

Dampaknya dapat menjalar ke konsumen. Ketika daya beli belum kuat, kenaikan biaya produksi berpotensi mendorong harga jual. Sebaliknya, produsen yang mempertahankan harga harus menghadapi penurunan margin keuntungan.

Paramadina juga menyoroti potensi hambatan pasokan akibat pemeriksaan berulang terhadap bahan yang sama di sepanjang rantai pasok, termasuk produk impor yang telah tercakup dalam skema saling pengakuan atau mutual recognition agreement (MRA).

Dalam perbandingan internasional, Indonesia dan Brunei dinilai memiliki peran negara serta beban kewajiban yang relatif tinggi. Malaysia dan Thailand, sebaliknya, dinilai menawarkan pendekatan yang lebih ringan melalui sertifikasi yang berorientasi pada insentif pasar dan promosi ekspor.

Menurut paparan riset, produk impor yang telah berada dalam skema MRA di Indonesia masih dapat menghadapi pemeriksaan setiap pengiriman, dengan tambahan waktu sekitar 15–60 hari. Proses tersebut berpotensi menambah biaya sekaligus memperpanjang pengadaan.

Meski mengingatkan risiko ekonomi, Paramadina tetap mengakui potensi manfaat sertifikasi halal, mulai dari peningkatan kepercayaan konsumen dan reputasi produk hingga perluasan pasar ekspor serta efisiensi produksi.

“Meski mengingatkan adanya risiko ekonomi, Paramadina tidak menafikan manfaat sertifikasi halal. Kebijakan ini dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperkuat reputasi produk, memperluas pasar ekspor, dan mendorong efisiensi serta standardisasi produksi,” kata Rosyid.

Menurut riset tersebut, manfaat jangka panjang akan lebih optimal apabila sertifikasi mampu membuka pasar dan memperkuat daya saing, bukan sekadar meningkatkan jumlah produk yang mengantongi sertifikat.

“Riset tersebut merekomendasikan penerapan bertahap berbasis risiko, pengurangan biaya kepatuhan, penyederhanaan layanan, serta penguatan subsidi dan pendampingan UMKM. Hasil akhir penelitian masih disiapkan untuk merumuskan rekomendasi kebijakan yang lebih konkret dan terukur,” tambahnya. (her)

Tags: ParamadinaUMKMWajib Halal

Berita Terkait.

Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik
Ekonomi

Dana LPDB Pacu 6 Unit Usaha KDMP Tamanmartani, Bidik Pasar SPPG dan Pertanian

Rabu, 14 Oktober 2026 - 19:05
Era AI Ubah Strategi Treasury, Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Rantai Pasok Global
Ekonomi

Era AI Ubah Strategi Treasury, Indonesia Berpeluang Perkuat Posisi di Rantai Pasok Global

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:48
Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP
Ekonomi

Menkop Perkuat Koordinasi untuk Pastikan Kesiapan Operasionalisasi KDKMP

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:05
Mendagri Minta Pemda Perkuat Peran Diskominfo dalam Komunikasi Strategis dan Efektivitas Kebijakan Publik
Ekonomi

Wamendagri Wiyagus Dorong Pemda Prioritaskan Penanggulangan TBC dalam Perencanaan Pembangunan Daerah

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:52
Pertamina dan PAL Jaya Jajaki FOG untuk Bahan Baku Biofuel dan SAF
Ekonomi

Pertamina dan PAL Jaya Jajaki FOG untuk Bahan Baku Biofuel dan SAF

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:35
ara
Ekonomi

Dukung UMKM lewat Gentengisasi, Menteri PKP Ingatkan Pentingnya Standar Kualitas Material

Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:02

OLAHRAGA

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang
Olahraga

Mandalika Mendunia, Pertamina Apresiasi Kolaborasi di Balik Sukses MotoGP 2026

Editor Dilianto
Senin, 12 Oktober 2026 - 20:51

INDOPOSCO.ID - Kesuksesan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, bukan hanya...

SelengkapnyaDetails
Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Anggota DPR Kecam Kekerasan terhadap Tim EPA Persib Bandung di Batang

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:40
Tobat Ekologis, Menag Ajak Umat Bersahabat dengan Alam

5 Emas Asian Games Jadi Alarm Evaluasi, Okto Dorong Pembenahan Sistem Olahraga

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:30
Banjir Bandang Padang, Puan Desak Perlindungan Pengungsi hingga Pemulihan Ekonomi Warga Terdampak

Andra Soni Lepas Atlet Disabilitas Banten ke Ajang Nasional: Kalian Inspirasi Kita Semua

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:55
Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Bus Pemain Muda Persib Diserang, Manajemen Pastikan Tempuh Jalur Hukum

Senin, 12 Oktober 2026 - 17:17

BERITA POPULER

  • Sinergi Bea Cukai-Bareskrim Berbuah Manis, 5 Kg Sabu Berhasil Diamankan di Bogor

    Hendra Kurniawan Pimpin Polda Banten, Hengki Lanjut ke Jabar

    1063 shares
    Share 425 Tweet 266
  • Daftar Harga Mobil Elektrifikasi Wuling 2026, dari Aira EV hingga Wuling Darion EV

    944 shares
    Share 378 Tweet 236
  • Darion dan Eksion PHEV Wuling Raih Pengakuan di FCR 2026

    890 shares
    Share 356 Tweet 223
  • Pengusaha Pilihan

    725 shares
    Share 290 Tweet 181
  • 9 Saksi Cabut BAP, Proses Hukum Kasus Kuota Haji Jadi Sorotan

    682 shares
    Share 273 Tweet 171
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.