INDOPOSCO.ID – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memetakan kondisi sosial ekonomi, potensi wilayah, dan kebutuhan masyarakat di kawasan hutan Universitas Brawijaya (UB Forest), Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Kajian sosial ini menjadi landasan penyusunan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang tepat sasaran, partisipatif, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 13 Oktober 2026 tersebut melibatkan PLN EPI, PLN Group, pemerintah Kecamatan Karangploso, Universitas Brawijaya, Perhutani, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait. Kolaborasi ini ditujukan untuk mendorong pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian kawasan hutan, sejalan dengan semangat Hari Kesaktian Pancasila.
Sekretaris Perusahaan PLN EPI Mamit Setiawan mengatakan, kajian sosial merupakan langkah awal untuk memastikan program pemberdayaan disusun berdasarkan kondisi nyata dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Melalui kajian sosial ini, kami ingin memahami potensi, tantangan, serta kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara menyeluruh sebelum menentukan program pemberdayaan. Kami berharap hasil kajian ini dapat menjadi dasar penyusunan rekomendasi yang partisipatif dan berkelanjutan, sekaligus mendukung kegiatan pendidikan dan penelitian di kawasan UB Forest,” ujar Mamit.
Camat Karangploso Marendra Hengky Irawan mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam pelaksanaan kajian tersebut. Menurut dia, sinergi antarpemangku kepentingan perlu terus diperkuat agar persoalan dan kebutuhan masyarakat dapat diidentifikasi serta dicarikan solusinya bersama.
“Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada forum ini saja, tetapi dapat terus berlanjut melalui komunikasi dan kerja sama yang baik. Dengan sinergi antarpihak, berbagai persoalan di masyarakat dapat diidentifikasi dan dicarikan solusinya bersama,” jelas Marendra.
Dari sisi kelistrikan, Manajer PLN UP3 Malang Sendy Rudianto menekankan pentingnya program TJSL yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat, baik dalam aspek ekonomi, sosial, maupun lingkungan. Menurut dia, pemanfaatan listrik juga dapat mendukung kegiatan produktif dan pengembangan usaha masyarakat.
“Listrik dapat menjadikan kehidupan masyarakat lebih baik sekaligus mendukung keberlangsungan kegiatan ekonomi. Kami juga mengajak pemerintah desa dan kecamatan untuk menyampaikan apabila masih terdapat masyarakat yang belum mendapatkan akses listrik. PLN memiliki tanggung jawab untuk memperluas layanan kelistrikan hingga ke seluruh desa,” kata Sendy.
Dukungan terhadap kajian sosial tersebut juga disampaikan Perhutani melalui Kepala BPKH Singosari yang diwakili Asper BPKH Singosari Mangun. Ia menyatakan Perhutani siap mendukung pelaksanaan kajian dengan tetap memperhatikan fungsi kawasan hutan dan kelestarian lingkungan.
“Terkait dengan kajian sosial, Perhutani siap mendukung pelaksanaan kajian sosial di kawasan UB Forest. Kami berharap kajian ini dapat merangkul seluruh lapisan masyarakat, dengan tetap memperhatikan fungsi kawasan hutan dalam menjaga kelestarian flora dan fauna,” ujar Mangun.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya Prof. Widodo yang diwakili Kepala UPT Pengelola Kawasan Hutan Universitas Brawijaya Mochammad Roviq menegaskan pentingnya kajian yang objektif agar dapat menggambarkan kebutuhan masyarakat secara utuh. Ia juga mengingatkan bahwa UB Forest memiliki kawasan hutan lindung dan hutan produksi yang harus dikelola sesuai peruntukannya.
Roviq berharap kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dapat mendukung pengelolaan kawasan sekaligus mengantisipasi potensi bencana, seperti tanah longsor dan banjir. Dengan demikian, upaya pemberdayaan masyarakat dapat berjalan selaras dengan ketentuan pengelolaan hutan dan perlindungan lingkungan.
Hasil kajian sosial tersebut selanjutnya akan menjadi dasar PLN EPI dalam merumuskan program TJSL yang mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat, pengembangan potensi ekonomi lokal, pendidikan dan penelitian, serta pelestarian lingkungan di kawasan UB Forest.
Melalui sinergi antara PLN Group, pemerintah, akademisi, Perhutani, dan masyarakat, PLN EPI mendorong peningkatan kesejahteraan warga yang berjalan beriringan dengan kelestarian hutan. Program yang dirancang diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat saat ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan komunitas sekitar. (srv)

















