INDOPOSCO.ID – Pengembangan teknologi energi bersih dan keandalan pasokan listrik membutuhkan lebih dari sekadar inovasi. Kesiapan sumber daya manusia (SDM), kemampuan mengelola risiko, dan ketepatan pengambilan keputusan juga menjadi faktor penting dalam menghadapi transisi energi.
Perspektif tersebut diperoleh 40 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) melalui kegiatan Business Immersion di PT PLN Nusantara Power (PLN NP) Unit Pembangkitan (UP) Muara Karang, Jakarta, Rabu (7/10/2026).
PLN NP UP Muara Karang dipilih PT Danantara Asset Management sebagai salah satu lokasi pembelajaran dalam program yang berlangsung serentak di 10 badan usaha milik negara (BUMN). Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami secara langsung proses bisnis ketenagalistrikan, pengelolaan pembangkit, serta pengembangan inovasi untuk mendukung transisi energi.
Direktur Manajemen Human Capital dan Administrasi PLN Nusantara Power, TB Ari Wibawa Mukti, mengatakan pembelajaran langsung di lingkungan pembangkitan memberikan perspektif penting bagi calon pemimpin mengenai keterkaitan strategi bisnis, teknologi, dan pengelolaan SDM.
“Di balik listrik yang tersedia setiap saat, terdapat proses operasional yang kompleks, keputusan bisnis yang strategis, serta komitmen insan pembangkitan untuk menjaga keandalan pasokan. Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi energi tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam mengelola aset, mengambil keputusan, dan menghadirkan inovasi secara berkelanjutan,” ujar Ari.
Salah satu materi utama dalam kegiatan tersebut adalah pengembangan ekosistem hidrogen hijau melalui Green Hydrogen Plant (GHP) Muara Karang. Fasilitas ini menjadi salah satu wujud inovasi PLN Nusantara Power dalam mengeksplorasi pemanfaatan hidrogen hijau untuk mendukung transisi energi di Indonesia.
Para peserta memperoleh pemahaman mengenai proses produksi hidrogen hijau, potensi pemanfaatannya, serta peluang integrasinya dengan energi terbarukan. Selain itu, mereka diperkenalkan pada pengembangan inovasi teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) berbasis alga dan berbagai inisiatif energi bersih lainnya.
Berbagai inovasi tersebut memberikan gambaran mengenai upaya pengembangan solusi energi masa depan yang membutuhkan dukungan teknologi, riset, dan pengelolaan bisnis secara berkelanjutan.
Pembelajaran tidak hanya berfokus pada teknologi energi bersih. Peserta juga mempelajari proses bisnis ketenagalistrikan, mulai dari pemantauan operasi melalui control room, prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU), pengelolaan generator dan jaringan listrik, hingga pemeliharaan aset serta penerapan aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan (HSSE).
Melalui kunjungan ke PLTGU Blok 3, peserta dapat melihat secara langsung bagaimana berbagai komponen pembangkit bekerja dalam satu sistem yang terintegrasi. Mereka juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya pemeliharaan preventif, pengendalian risiko, dan budaya keselamatan untuk menjaga keandalan operasional.
PLN Nusantara Power turut memperkenalkan transformasi pengelolaan pembangkitan melalui digitalisasi, termasuk pemanfaatan Nusantara Control Center (NuCC), serta pengembangan energi terbarukan melalui PLTS Terapung Cirata.
Berbagai inisiatif tersebut menunjukkan bahwa transformasi sektor ketenagalistrikan membutuhkan pendekatan menyeluruh yang menggabungkan inovasi teknologi, efisiensi operasional, pengelolaan aset, dan pengembangan kompetensi SDM.
Ari berharap pengalaman lapangan tersebut dapat memperluas perspektif peserta dalam memimpin organisasi di tengah perubahan industri.
“Kami berharap pembelajaran ini tidak berhenti sebagai pengetahuan baru, tetapi berkembang menjadi gagasan dan tindakan nyata. Pemimpin masa depan perlu memahami bagaimana menciptakan nilai, meningkatkan produktivitas, mengelola risiko, mengembangkan talenta, dan menjaga keberlanjutan perusahaan dalam jangka panjang,” tambahnya.
Business Immersion merupakan bagian dari P3MD Fase 2 Business & Leadership Class yang diselenggarakan PT Danantara Asset Management. Program ini dirancang untuk memberikan pengalaman langsung kepada peserta mengenai konteks bisnis, proses inti, teknologi, serta pengelolaan risiko dan keselamatan di lingkungan BUMN.
Melalui kegiatan tersebut, PLN Nusantara Power turut memperkenalkan praktik pengelolaan pembangkitan dan pengembangan inovasi energi bersih kepada calon pemimpin masa depan.
Pembelajaran ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman peserta mengenai kompleksitas bisnis energi sekaligus mendorong lahirnya pemimpin yang mampu mengintegrasikan strategi bisnis, inovasi, pengembangan talenta, dan keberlanjutan dalam menghadapi tantangan industri di masa datang. (srv)

















