• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Menkeu Ungkap Pelajaran Frans Seda dalam Menghadapi Gejolak Ekonomi

Dilianto Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:31
in Ekonomi
Menteri Keuangan, Suahasil Nazara saat menjadi keynote speech dalam Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Dokumen Kementerian Keuangan

Menteri Keuangan, Suahasil Nazara saat menjadi keynote speech dalam Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Jakarta, Kamis (1/10/2026). Foto: Dokumen Kementerian Keuangan

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang terus berkembang, menjaga stabilitas makroekonomi dan disiplin fiskal menjadi pekerjaan yang tidak bisa ditawar. Menteri Keuangan Suahasil Hazara menegaskan, fondasi tersebut harus tetap dijaga agar pembangunan nasional berjalan berkelanjutan sekaligus mampu melindungi masyarakat dari berbagai tekanan global.

Pesan itu disampaikan Suahasil saat menjadi keynote speech dalam Memorial Lecture Edisi Khusus 100 Tahun Frans Seda di Jakarta, Kamis (1/10/2026).

BacaJuga:

Dilantik Jadi Menko, Bahlil Ungkap Strategi Jalankan Asta Cita di Bidang Hilirisasi dan Energi

Kemenkop Gandeng KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan dan Pemagangan

Dalam kesempatan tersebut, Suahasil juga mengenang kiprah Drs. Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda yang menjabat Menteri Keuangan pada Juli 1966 hingga Juni 1968. Menurutnya, Frans Seda meninggalkan fondasi penting bagi pengelolaan keuangan negara sebelum Indonesia memasuki era Pembangunan Lima Tahun (Repelita I).

Warisan tersebut, kata Suahasil, tidak berhenti sebagai catatan sejarah. Nilai integritas, keberanian mengambil keputusan, serta pengabdian Frans Seda masih relevan dengan tantangan ekonomi Indonesia saat ini.

“Bapak Frans Seda memimpin perekonomian Indonesia di masa yang sangat sulit, saat kita harus keluar dari hiperinflasi sebesar 650%, cadangan devisa yang habis, serta tekanan utang luar negeri. Dengan tangan dingin dan integritas tinggi, beliau berhasil menurunkan inflasi secara drastis hingga 85% pada 1968, memulihkan kepercayaan internasional, dan mengembalikan kredibilitas fiskal Indonesia,” ujar Suahasil.

Suahasil kemudian menguraikan sejumlah reformasi dan fondasi teknokratis yang diwariskan Frans Seda. Salah satunya adalah keberanian menata belanja negara yang ketika itu mencapai tiga kali lipat dari penerimaan.

Penataan tersebut dilakukan melalui pemisahan anggaran rutin dan pembangunan, penertiban proyek mercusuar, hingga keputusan sulit berupa penyesuaian harga BBM untuk menjaga disiplin fiskal. Frans Seda juga disebut meletakkan cikal bakal Direktorat Jenderal Pajak dan Bea Cukai, sekaligus memperkuat tata kelola pembiayaan dan risiko.

Pelajaran dari periode tersebut, lanjut Suahasil, kembali terasa ketika Indonesia menghadapi berbagai gejolak ekonomi, mulai dari Krisis Moneter 1998, Krisis Global 2008, hingga pandemi COVID-19.

Saat pandemi, APBN mengambil peran counter-cyclical dengan memperlebar defisit secara terukur untuk meredam tekanan ekonomi. Pemerintah juga mengandalkan APBN untuk memberikan perlindungan sosial melalui BLT, bantuan subsidi upah, Kartu Prakerja, serta berbagai kebijakan untuk menyelamatkan masyarakat dan dunia usaha.

Kini, tantangan datang dari berbagai arah. Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz, kenaikan harga komoditas energi, hingga tren kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) menjadi faktor yang terus diwaspadai pemerintah.

Dalam situasi tersebut, Suahasil menegaskan APBN harus tetap berfungsi sebagai peredam gejolak atau shock absorber. Peran itu terutama diarahkan untuk menjaga ketahanan energi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Gejolak global adalah sesuatu yang tidak bisa kita elakkan, namun kita bisa bersiap. Kunci utama dari kesiapsiagaan tersebut adalah APBN yang sehat dan kredibel. Konsolidasi fiskal dan disiplin anggaran bukanlah tujuan akhir, melainkan alat untuk melindungi masyarakat dan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi,” tegas Suahasil.

Menutup pidatonya, Suahasil mengaitkan peringatan 100 tahun Frans Seda dengan momentum Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) yang diperingati pada Oktober. Momentum tersebut dinilainya menjadi pengingat bagi jajaran Kementerian Keuangan untuk terus merawat kepercayaan publik.

“Kebijakan ekonomi harus terus menyesuaikan tantangan zamannya. Namun, kepercayaan publik, integritas, dan kredibilitas fiskal adalah fondasi utama yang wajib kita jaga dari masa ke masa,” tambahnya. (her)

Tags: KemenkeuMenkeusuahasil nazara

Berita Terkait.

Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri, Gubernur Banten: Sosok Tegas dan Humanis
Ekonomi

Dilantik Jadi Menko, Bahlil Ungkap Strategi Jalankan Asta Cita di Bidang Hilirisasi dan Energi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 21:03
Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Ekonomi

Kemenkop Gandeng KMDT Dorong Pengembangan Ekonomi Berbasis Koperasi di Kawasan Danau Toba

Kamis, 1 Oktober 2026 - 20:08
BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan dan Pemagangan
Ekonomi

BRI Peduli Sahabat Disabilitas Kembali Digelar, Perluas Kesempatan Kerja Inklusif melalui Pelatihan dan Pemagangan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:42
Penerapan ESG Diakui Dunia, BRI Jadi Satu-satunya Bank di Indonesia yang Masuk S&P Global Sustainability Yearbook 2026
Ekonomi

Penerapan ESG Diakui Dunia, BRI Jadi Satu-satunya Bank di Indonesia yang Masuk S&P Global Sustainability Yearbook 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:45
Lebih dari Sekadar Panas Bumi, PGE Lahendong Bentengi Satwa Langka dan Dorong Agroforestri
Ekonomi

Lebih dari Sekadar Panas Bumi, PGE Lahendong Bentengi Satwa Langka dan Dorong Agroforestri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:21
epi
Ekonomi

Kejar Target Cofiring RUPTL, PLN EPI Dorong Ekonomi Kerakyatan Lewat BIODES

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:07

OLAHRAGA

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan
Olahraga

Susunan Pemain Indonesia vs Bangladesh: Rizky Ridho Starter, Maarten Paes Cadangan

Editor Dilianto
Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58

INDOPOSCO.ID – Timnas Indonesia mengusung misi wajib menang saat menghadapi Bangladesh pada laga terakhir Grup A FIFA ASEAN Cup 2026...

SelengkapnyaDetails
Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Indonesia vs Bangladesh: John Herdman Ajak Skuad Garuda Kenang Tragedi Kanjuruhan

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:12
Hotspot Nasional Tembus 559 Titik, Kemenhut Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalimantan Tengah

Optimistis Tatap Laga Penentu, John Herdman: Takdir Ada di Tangan Kita Sendiri

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:17
Suara Pelanggan Jadi Inspirasi JAECOO J5 EV Genuine Body Kit

Indonesia-Malaysia Main Bareng, Ini Skenario Garuda Lolos ke Final FIFA ASEAN Cup

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:35
john

Jelang Lawan Bangladesh, Herdman Menagih Janji Takdir Garuda di SUGBK

Kamis, 1 Oktober 2026 - 14:04

BERITA POPULER

  • puan

    Kembali Raih Emas Asian Games 2026, Ketua DPR Dorong Penghargaan Bagi Atlet Secara Utuh

    3892 shares
    Share 1557 Tweet 973
  • Transformasi Pelayanan BPN Banten Dimulai, Urus Balik Nama Tanah Tak Lagi Berbulan-bulan

    3920 shares
    Share 1568 Tweet 980
  • Lolos Seleksi Barca Academy, Pesepak Bola Muda Bekasi Terbang ke Spanyol

    1132 shares
    Share 453 Tweet 283
  • Kanwil BPN Banten Serahkan Sertifikat BMN dan BMD Senilai Rp 1,4 Triliun di Momentum Hantaru 2026

    832 shares
    Share 333 Tweet 208
  • Dorong Ekonomi dan Pariwisata, Pengusaha Muda Boyolali Dirikan PO Sa’roni Trans

    800 shares
    Share 320 Tweet 200
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.