INDOPOSCO.ID – Kebutuhan industri terhadap tenaga kerja terampil dan kompeten terus mendorong penguatan pendidikan vokasi yang semakin selaras dengan perkembangan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, PT United Tractors Tbk melalui UT School kembali meluluskan ratusan peserta program Mekanik Alat Berat UT School Nasional Batch-38.
Sebanyak 272 peserta resmi dikukuhkan dalam prosesi wisuda yang digelar di Discovery Room UT Corporate University (Corpu), Jakarta, dengan mengusung tema “Menciptakan Generasi Unggul Berstandar Internasional untuk Kebermanfaatan dan Keberlanjutan bersama Mitra Industri dan Pendidikan.”
Wisuda tersebut turut dihadiri Direktur UT sekaligus Pembina Yayasan Karya Bakti United Tractors (YKBUT), Ari Sutrisno; Ketua YKBUT Endang Tri Handajani; Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) RI Syamsi Hari, S.E., M.M.; Direktur Kompetensi dan Produktivitas Kementerian PUPR Ir. Kimron Manik, M.Sc.; Direktur PT Nihon Andreas Thanos; perwakilan PT Brexa Raya Indonesia Ibnu Ahmad; serta sejumlah mitra industri UT dan YKBUT.
Rangkaian wisuda ditandai dengan pengukuhan wisudawan, penyematan lencana, serta penyerahan sertifikat Basic Mechanic Course.
Direktur UT School, Mochamad Hamdan Aziz, mengatakan kelulusan Batch-38 kembali menambah kontribusi UT School dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang siap memasuki dunia industri.
“Hari ini kita meluluskan 272 wisudawan UT School Nasional program Mekanik Alat Berat. Hingga saat ini, UT School telah meluluskan 9.445 alumni program CSR reguler yang tersebar di seluruh Nusantara. Dari jumlah tersebut, 212 alumni telah berhasil menembus pasar kerja di Jepang, dengan rincian 202 alumni telah bekerja di sana sejak 2021 dan 10 alumni saat ini sedang menjalani program pelatihan bahasa dan budaya sebelum diberangkatkan pada September 2026,” ujar Aziz.
Buka Akses Karier ke Pasar Global
Menurut Aziz, peluang bagi lulusan untuk mengembangkan karier di luar negeri juga terus dibuka melalui kolaborasi dengan mitra industri.
Saat ini, UT School tengah melakukan proses seleksi untuk memenuhi kebutuhan 26 mekanik melalui Scania yang akan ditempatkan di sejumlah negara, yakni Taiwan, Jepang, Jerman, dan Selandia Baru.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya UT School memperluas akses lulusan pendidikan vokasi terhadap pasar kerja internasional.
Secara keseluruhan, program mitra usaha UT dan program support CSR non-reguler telah menghasilkan 44.608 lulusan. Jika digabungkan dengan lulusan program reguler, UT School telah mencetak sebanyak 54.058 lulusan yang dipersiapkan untuk memasuki dan berkembang di dunia industri.
Perkuat Kompetensi dengan Teknologi
Untuk menjawab perubahan kebutuhan industri, UT School terus mengembangkan pembelajaran berbasis industri. Kurikulum tidak hanya menekankan kompetensi teknis, tetapi juga memperkuat sertifikasi profesi, kemampuan Bahasa Inggris, serta pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Teknologi seperti Learning Management System (LMS), Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), hingga 3D printing menjadi bagian dari proses pembelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang semakin relevan dengan perkembangan industri.
Di sisi lain, pengembangan kompetensi juga diimbangi dengan pembentukan karakter melalui budaya INSANI, yang mencakup Integritas, Santun, Ahli, dan Berani.
Dengan pendekatan tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki karakter dan sikap profesional yang dibutuhkan di lingkungan kerja.
Kolaborasi Industri dan Pendidikan
Kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan vokasi turut ditampilkan dalam rangkaian wisuda melalui penayangan video kompilasi siswa Batch-38 serta penampilan seni tari dari SMK Prestasi Agung, yang merupakan bagian dari Sekolah Binaan UT (SOBAT).
Pada kesempatan yang sama, UT School bersama Divisi CSR UT dan YKBUT Press meluncurkan buku “Dasar-Dasar Teknik Alat Berat: Product Knowledge untuk SMK”.
Buku tersebut sekaligus disertai penyerahan Hak Cipta kepada UT sebagai bagian dari kontribusi dalam memperluas akses pengetahuan teknis yang relevan bagi siswa pendidikan vokasi.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan simbolis Sertifikat Kompetensi. Ketua BNSP RI, Syamsi Hari, turut memberikan apresiasi terhadap konsistensi UT School dalam menghadirkan pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong peningkatan jumlah tenaga kerja tersertifikasi di Indonesia.
Melalui pengembangan pendidikan berbasis industri, penguatan sertifikasi profesi, serta kolaborasi dengan mitra industri dan pendidikan, UT School terus memperkuat perannya sebagai jembatan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen UT dalam menyiapkan generasi muda dengan kompetensi dan karakter yang dibutuhkan untuk berkontribusi di dunia kerja, baik di tingkat nasional maupun pasar global secara berkelanjutan.(srv)















