INDOPOSCO.ID – Lima jurnalis yang meliput erupsi Gunung Anak Krakatau masih hilang kontak hingga Sabtu (12/9/2026). Peristiwa itu menjadi pengingat pentingnya perlindungan dan keselamatan jurnalis saat bertugas di lapangan.
Sekretaris Jenderal Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPP DEM) Nopri Agustian menekankan, bahwa keselamatan jurnalis saat meliput di lapangan harus menjadi perhatian bersama.
“Rekan-rekan jurnalis bekerja untuk menyampaikan informasi kepada publik dan tidak jarang berada di medan yang penuh risiko. Karena itu, keselamatan jurnalis harus menjadi perhatian bersama, baik perusahaan media, organisasi profesi, pemerintah, maupun pihak terkait lainnya,” kata Nopri Agustian dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (12/9/2026).
Total ada delapan orang yang masih berstatus dalam pencarian terdiri atas Warta, 55 tahun, selaku kapten kapal; Surakman, 60 tahun, ABK; Heriyanto, 49 tahun, guide; serta lima jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, dan Donal yang merupakan jurnalis freelance.
KPP DEM juga mengajak seluruh masyarakat, insan pers, organisasi profesi, dan berbagai komunitas memberikan dukungan moral serta memanjatkan doa agar kelima jurnalis segera ditemukan dalam keadaan sehat dan selamat.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan rekan-rekan jurnalis yang masih dalam pencarian. Semoga seluruh ikhtiar yang dilakukan di lapangan membawa kabar baik dan mereka dapat segera kembali kepada keluarga dalam keadaan selamat,” ujar Nopri.
Ketua KPP DEM Achmad Satrio berharap seluruh upaya pencarian yang dilakukan pemerintah dan Tim SAR Gabungan dapat segera membuahkan kabar baik bagi keluarga, rekan kerja, dan komunitas pers yang masih menunggu kepastian.
“Kami mengapresiasi pemerintah, Basarnas, Ditpolairud Polda Banten, TNI-Polri, serta seluruh unsur Tim SAR Gabungan yang terus bekerja melakukan pencarian. Kehadiran pemerintah dalam situasi seperti ini sangat berarti bagi keluarga dan komunitas pers yang sedang menunggu kabar,” tutur Satrio.
Berdasarkan kronologi Pewarta Foto Indonesia (PFI) yang merujuk pada laporan Basarnas, rombongan bertolak menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.
Komunikasi terakhir dengan rombongan tercatat pada pukul 14.42 WIB. Saat itu, salah seorang jurnalis mengirimkan titik lokasi terakhir kepada rekan anggota PFI di Lampung. Posisi terakhir tersebut berada di antara Carita dan Gunung Anak Krakatau. Rombongan kemudian dinyatakan hilang kontak sepenuhnya pada pukul 18.13 WIB. (dan)















