• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Headline

Rantai Dingin Jadi Kunci Tekan Ikan Terbuang, Teknologi Hemat Energi Didorong untuk Kampung Nelayan Merah Putih

Nelly Marinda Situmorang Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 8 September 2026 - 12:22
in Headline
rokmin

Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri/ istimewa

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – Penguatan sistem rantai dingin (cold chain) dinilai menjadi langkah strategis untuk mengurangi susut hasil perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan dan daya saing ekspor Indonesia. Kebutuhan tersebut semakin penting seiring produksi perikanan nasional yang mencapai sekitar 15 juta ton per tahun pada 2025, sementara pemanfaatan teknologi rantai dingin disebut masih sangat terbatas.

Anggota Komisi IV DPR RI Prof. Rokhmin Dahuri mengatakan rantai dingin merupakan infrastruktur penting dalam menjaga mutu ikan sejak ditangkap atau dipanen hingga sampai ke konsumen. Menurutnya, ikan dan produk hasil laut merupakan komoditas yang sangat mudah rusak sehingga membutuhkan penanganan, penyimpanan, dan transportasi dengan suhu yang tepat. “Saya sangat menyambut baik dan mengapresiasi diselenggarakannya semacam simposium atau lokakarya sistem rantai dingin yang mendukung keberhasilan program Kampung Nelayan Merah Putih,” ujar Rokhmin.

BacaJuga:

Mount Anak Krakatau Remains at Alert Level III, Banten Police Urge Public to Stay Calm

Gunung Anak Krakatau Masih di Level Siaga, Polda Banten Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Amid Anak Krakatau Eruption, Six Alternative Airports Prepared

Rokhmin mengungkapkan, dari sekitar 15 juta ton produksi perikanan Indonesia setiap tahun, kurang dari 12 persen yang dapat ditangani dengan sistem rantai dingin. Keterbatasan tersebut menjadi salah satu persoalan yang menyebabkan sebagian hasil perikanan mengalami penurunan mutu bahkan terbuang sebelum mencapai konsumen. “Kalau kualitas atau mutu ikan dan seafood sudah menurun, bukan hanya berdampak ekonomi, yaitu harga jualnya rendah atau bahkan tidak laku. Ada juga dampak terhadap kesehatan dan rendahnya nilai ekspor kita,” kata Rokhmin.

Menurutnya, persoalan tersebut memiliki dampak berantai. Ketika mutu ikan turun, harga jual nelayan ikut tertekan. Di sisi lain, produk yang tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan risiko kesehatan dan sulit memenuhi standar pasar ekspor. Kondisi ini turut menjelaskan mengapa Indonesia, meski menjadi salah satu produsen perikanan besar dunia, masih tertinggal dalam nilai ekspor dibandingkan sejumlah negara seperti Vietnam, Thailand, dan Norwegia.

cold
Dorong Teknologi Cold Chain Berbasis Energi Surya Hemat Energi Didorong untuk Kampung Nelayan Merah Putih. Foto: Istimewa

Dorong Teknologi Cold Chain Berbasis Energi Surya

Untuk menjawab tantangan tersebut, Rokhmin mendorong penggunaan teknologi rantai dingin yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Menurut dia, teknologi low carbon bahkan zero carbon perlu mulai diterapkan dalam sistem perikanan nasional, terutama dengan memanfaatkan potensi energi surya Indonesia.

“Teknologi yang semakin canggih, terutama terkait teknologi low carbon atau zero carbon, harus kita manfaatkan. Indonesia ini gudangnya sumber energi matahari,” ujarnya.

Pemanfaatan energi surya, lanjut Rokhmin, dapat diterapkan secara bertahap pada berbagai kebutuhan sektor perikanan, mulai dari kapal penangkap ikan, cold storage, refrigerator hingga cool box. Ia mengingatkan agar sistem pendinginan di sektor perikanan secara bertahap tidak lagi bergantung pada energi fosil atau BBM.

Gagasan tersebut bukan sepenuhnya baru. Saat menjabat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, Rokhmin menyebut pemanfaatan energi matahari untuk sektor perikanan telah mulai diinisiasi melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

TITAN Containers Hadirkan Cold Storage Portable

Kebutuhan terhadap teknologi rantai dingin yang efisien juga menjadi perhatian industri. PT DS Solutions International, sebagai perwakilan resmi TITAN Containers di Indonesia, akan memperkenalkan teknologi cold storage portable dalam pameran RHVAC Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 September 2026 di Nusantara Indonesia Convention Exhibition (NICE), PIK2, Hall 5 & 6.

Dalam ajang yang mempertemukan pelaku usaha, engineer, dan operator industri refrigerasi, HVAC, serta cold chain tersebut, TITAN Containers akan menghadirkan dua unit cold storage portable secara langsung di booth. Selain itu, perusahaan juga akan menggelar presentasi bisnis pada hari kedua pameran untuk memperkenalkan solusi penyimpanan berpendingin kepada sektor makanan, minuman, perikanan, dan farmasi.

Dua unit yang ditampilkan adalah ArcticBlast 20FT dan ArcticStore Horizon 40FT. ArcticBlast 20FT merupakan unit yang dirancang untuk proses rapid chilling dan blast freezing, dengan sistem mesin ganda yang mampu menurunkan suhu hingga -40°C. Teknologi ini ditujukan bagi komoditas seperti daging, unggas, dan seafood yang membutuhkan proses pendinginan atau pembekuan secara cepat untuk mempertahankan kualitas produk.

Sementara itu, ArcticStore Horizon 40FT merupakan generasi terbaru keluarga ArcticStore yang diperkenalkan untuk pertama kalinya di Indonesia dalam ajang tersebut. Unit ini memiliki rentang suhu -30°C hingga +30°C dan diklaim dapat mengurangi konsumsi energi rata-rata hingga 55 persen dibandingkan reefer konvensional. Efisiensi tersebut didukung panel insulasi generasi terbaru dan refrigeran dengan Global Warming Potential (GWP) sebesar 0,5. Unit Horizon juga dapat dilengkapi panel surya opsional yang secara tipikal mampu mengurangi konsumsi energi hingga 25 persen lebih lanjut.

TKDN dan Transfer Teknologi Harus Jadi Syarat

Meski membuka peluang kerja sama dengan perusahaan asing, Rokhmin menegaskan pemerintah harus memastikan kerja sama tersebut memberikan manfaat maksimal bagi industri nasional. Salah satu aspek yang perlu diperkuat adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN), termasuk mendorong produksi komponen teknologi rantai dingin di dalam negeri.

“Manfaat kerja sama dengan luar negeri itu harus segera kita raih, yaitu manfaat alih teknologi, manfaat nilai tambah harus jatuh di kita, dan manfaat tenaga kerja juga harus di kita. Jangan sampai kita hanya impor gelondongan, tidak ada komponen satu pun yang diproduksi di dalam negeri,” tegasnya.

Ia memastikan Komisi IV DPR RI akan ikut mengawal kebijakan tersebut agar kerja sama internasional tidak berhenti pada aktivitas impor teknologi. Menurutnya, kerja sama ideal harus menghasilkan transfer teknologi, meningkatkan kapasitas industri nasional, menciptakan nilai tambah di dalam negeri, sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Pentahelix Perlu Bergerak Bersama

Penguatan rantai dingin juga tidak cukup hanya mengandalkan pembangunan fasilitas dan pengadaan teknologi. Rokhmin menilai edukasi kepada nelayan, pembudidaya, pengolah, pedagang, dan masyarakat menjadi bagian penting agar teknologi yang tersedia benar-benar dimanfaatkan secara optimal.

Karena itu, ia mendorong keterlibatan seluruh unsur pentahelix, yakni pemerintah, industri swasta, akademisi dan peneliti, komunitas nelayan serta pelaku usaha perikanan, dan media. Pemerintah, kata dia, tetap menjadi aktor paling penting karena memiliki anggaran, sumber daya, dan kewenangan untuk menyusun kebijakan.

“Kalau tidak, kita begini terus: nelayan miskin, ekspor kita rendah, banyak ikan yang busuk, dan sektor perikanan tidak sustainable,” ujar Rokhmin.

Ia juga mengingatkan pemerintah agar menjalankan fungsi sebagai regulator dan wasit yang adil dalam pengembangan sektor perikanan, bukan sekaligus masuk ke dalam bisnis. Penguatan rantai dingin, pemanfaatan energi terbarukan, peningkatan TKDN, dan kolaborasi antara pemerintah serta industri diharapkan dapat menjadi fondasi bagi pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih dan ekosistem perikanan nasional yang lebih efisien, kompetitif, dan berkelanjutan. (ney)

Tags: Ikan TerbuangKampung Nelayan Merah PutihTeknologi Hemat Energi

Berita Terkait.

mount
Headline

Mount Anak Krakatau Remains at Alert Level III, Banten Police Urge Public to Stay Calm

Senin, 7 September 2026 - 16:57
banten
Headline

Gunung Anak Krakatau Masih di Level Siaga, Polda Banten Imbau Masyarakat Tetap Tenang

Senin, 7 September 2026 - 16:47
pesawat
Headline

Amid Anak Krakatau Eruption, Six Alternative Airports Prepared

Senin, 7 September 2026 - 14:26
krakatau
Headline

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Ini 6 Bandara Alternatif yang Disiapkan

Senin, 7 September 2026 - 14:16
Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penutupan Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Diperpanjang
Headline

Imbas Erupsi Anak Krakatau, Penutupan Bandara Soetta dan Halim Perdanakusuma Diperpanjang

Senin, 7 September 2026 - 10:37
Antisipasi Abu Vulkanik Anak Krakatau, Pemprov Banten Siagakan Seluruh Layanan Kesehatan
Headline

Abu Vulkanik Anak Krakatau Meluas, 6 Bandara Ditutup Pagi Ini

Senin, 7 September 2026 - 09:22

OLAHRAGA

atlet
Olahraga

Atlet Akuatik Klungkung Borong 5 Medali di Ajang Gajahmada Swimming Competition 2026

Editor Nasuha
Selasa, 8 September 2026 - 11:11

INDOPOSCO.ID - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan atlet akuatik Kabupaten Klungkung. Made Budiartini Bandem berhasil meraih lima medali dalam ajang Gajahmada...

SelengkapnyaDetails
Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Dari DOGSO hingga Pergantian Pemain, Ini Wajah Baru Aturan Super League 2026/27

Jumat, 4 September 2026 - 15:30
aza

Buktikan Kualitas Local Pride, Persebaya dan AZA Luncurkan Jersey Anyar

Jumat, 4 September 2026 - 13:13
league

Jadwal Super League Pekan Pertama: Persija Hadapi Laga Berat, Persib Pede 3 Poin

Jumat, 4 September 2026 - 13:03
sarinah

Sarinah dan Ghea Fashion Studio Hadirkan Wastra Nusantara dalam Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026

Jumat, 4 September 2026 - 10:20

BERITA POPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
    Go to the Customizer > JNews : Social, Like & View > Instagram Feed Setting, to connect your Instagram account.

Verifikasi Dewan Pers

Status Verifikasi Dewan Pers : Administratif dan faktual dengan nomor sertifikat 1132/DP-Verifikasi/K/X/2023
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.