INDOPOSCO.ID – Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) pada Sabtu (5/9/2026) menyebar ke sejumlah wilayah di Provinsi Banten. Kondisi tersebut membuat masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan dan melindungi diri dari paparan abu vulkanik.
Tebaran abu bahkan sempat berdampak terhadap aktivitas penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Bandara tersebut dilaporkan ditutup sementara selama beberapa jam karena kondisi abu vulkanik mengganggu jarak pandang penerbangan.
Di sejumlah wilayah, abu vulkanik mulai terlihat menutupi atap rumah dan lingkungan permukiman. Pantauan di lapangan menunjukkan abu menyelimuti wilayah mulai dari Merak hingga Tangerang sejak Sabtu malam hingga Minggu (6/9/2026) siang, dengan tingkat ketebalan yang berbeda-beda.
Warga Kabupaten Lebak turut merasakan dampak hujan abu tersebut. Neng (40), warga Kampung Alun-Alun, Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung, mengatakan abu vulkanik sudah memenuhi halaman rumahnya saat pagi hari.
“Pagi-pagi bangun tidur halaman rumah sudah dipenuhi debu,” ujar Neng.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Banten dr. Ati Pramudji Astuti mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak kesehatan akibat paparan abu vulkanik.
Dinas Kesehatan Banten meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik serta terus memantau perkembangan situasi melalui informasi resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan pemerintah daerah.
Masyarakat juga diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut ketika beraktivitas di luar rumah. Penggunaan kacamata juga dianjurkan untuk melindungi mata dari paparan abu yang dapat menyebabkan iritasi.
“Segera cari pertolongan medis jika mengalami sesak napas, iritasi mata berat, atau gangguan kesehatan lainnya. Kesehatan dan keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,” jelas Ati.
Selain menggunakan pelindung diri, warga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah ketika hujan abu berlangsung cukup pekat. Pintu, jendela, ventilasi, serta sumber air juga perlu ditutup rapat untuk mencegah abu masuk dan mencemari lingkungan rumah.
Dinas Kesehatan Banten turut mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan dengan membersihkan abu secara hati-hati. Warga juga diminta menghindari penggunaan kendaraan apabila jarak pandang terganggu serta menjauhi zona berbahaya yang telah ditetapkan petugas.
Masyarakat diminta tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi mengenai erupsi yang belum terverifikasi. Informasi terkait perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau sebaiknya diperoleh dari kanal resmi pemerintah dan lembaga berwenang.
Ati mengatakan Dinas Kesehatan Banten terus memantau dampak erupsi GAK terhadap kondisi kesehatan masyarakat. Untuk memperkuat pelayanan, pihaknya juga menyiapkan pos-pos kesehatan di sejumlah titik yang dinilai rawan terdampak.
“Kami terus memantau dampak erupsi GAK. Pos kesehatan akan didirikan di beberapa titik rawan,” pungkasnya.(yas)























