INDOPOSCO.ID – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas dan kesiapan tenaga kerja lokal melalui Program Magang Kerja Batch 9. Sebanyak 122 lulusan baru terpilih untuk mengikuti program pembinaan kompetensi yang berlangsung selama enam bulan.
Program tersebut resmi diluncurkan di Rumbai Country Club (RCC), Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, pada Rabu (2/9/2026). Pembukaan dilakukan oleh Manager HC Operation & Services PHR, Rizka Kurniawan, mewakili manajemen perusahaan.
Program magang ini dirancang untuk mempercepat kesiapan kerja para fresh graduate melalui pengalaman langsung di lingkungan industri. Peserta akan menjalani penugasan mulai 2 September 2026 hingga 28 Februari 2027.
Dari total 122 peserta yang lolos seleksi, sebanyak 98 peserta ditempatkan di wilayah operasi Zona Rokan, Riau, sedangkan 24 peserta lainnya akan menjalani penugasan di Kantor Pusat Jakarta.
Jumlah peserta tersebut merupakan hasil proses seleksi yang berlangsung cukup ketat sejak Juni hingga Agustus 2026. Tingginya jumlah pelamar menunjukkan meningkatnya minat lulusan baru untuk mendapatkan pengalaman dan kompetensi melalui program yang diselenggarakan PHR.
Dalam arahannya, Rizka Kurniawan mengatakan program tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan sekaligus bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PHR.
“Program ini menyediakan kuota khusus bagi putra-putri daerah Riau sebagai bentuk partisipasi aktif perusahaan dalam mendukung target Pembangunan Kapasitas Nasional yang diamanatkan oleh SKK Migas melalui konsep link & match antara dunia pendidikan dan industri,” ujar Rizka.
Menurut dia, keberadaan program magang diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi yang dimiliki lulusan perguruan tinggi. Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga memahami standar dan budaya kerja yang diterapkan di industri hulu migas.
Selain peningkatan kompetensi teknis, PHR menekankan pentingnya disiplin, keselamatan kerja, serta lingkungan kerja yang sehat selama peserta menjalani program.
Manajemen PHR menginstruksikan seluruh peserta untuk menerapkan disiplin tinggi dan mematuhi aspek Health, Safety and Environment (HSE). Peserta juga diminta menjunjung prinsip Respectful Workplace selama berada di lingkungan kerja.
Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau, Heru Prayitno, yang hadir dalam peluncuran program, mengapresiasi langkah PHR dalam mempersiapkan tenaga kerja muda di daerah.
Menurut Heru, program magang dapat menjadi jembatan bagi lulusan baru untuk mengembangkan kompetensi sekaligus mengenal kebutuhan dunia kerja secara langsung.
Ia menyebut tantangan ketenagakerjaan di Riau masih membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Dengan jumlah pengangguran yang disebut mencapai sekitar 137.000 jiwa, program peningkatan kompetensi seperti magang dinilai memiliki peran penting dalam memperluas peluang kerja.
Heru juga menilai pengalaman dan rekam jejak yang dibangun peserta selama mengikuti program magang dapat menjadi modal ketika memasuki dunia kerja, termasuk peluang untuk melanjutkan karier di lingkungan PHR maupun perusahaan kontraktor.
“Oleh karena itu, para peserta dituntut untuk senantiasa proaktif, inovatif, dan menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama,” ucap Heru.
Peluncuran Program Magang Kerja Batch 9 juga menjadi bagian dari sinergi antara dunia usaha, pemerintah, industri hulu migas, dan perguruan tinggi.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru Iwan Simatupang, Koordinator Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Kunto Purbono beserta jajaran, serta Manager Digital Analytic & Optimization PHR Hanny Anggaraini yang hadir sebagai perwakilan mentor.
Dukungan dari sektor pendidikan juga terlihat dari kehadiran sejumlah pimpinan perguruan tinggi di Riau. Di antaranya Rektor Universitas Lancang Kuning (Unilak) Prof. Dr. Junaidi, S.S., M.Hum., Ph.D., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Riau Prof. Dr. Hermandra, S.Pd., M.A., serta Wakil Rektor III Universitas Islam Riau (UIR) Assoc. Prof. Dr. Ir. H. Deddy Purnomo Retno, S.T., M.T., GP., A-Utama.
Hadir pula Direktur Politeknik Negeri Bengkalis Ir. Johny Custer, S.T., M.T., serta perwakilan Direktur Politeknik Caltex Riau, Dr. Dadang Syarif Sihabudin Sahid, S.Si., M.Sc.
Melalui Program Magang Batch 9, PHR berharap semakin banyak lulusan muda, khususnya dari Riau, yang memiliki kompetensi, pengalaman, dan kesiapan untuk memasuki dunia kerja. Program tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara industri dan institusi pendidikan dalam menciptakan talenta yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. (srv)























