INDOPOSCO.ID – Transformasi digital di sektor kesehatan membuat rumah sakit tak lagi bisa hanya mengandalkan kecanggihan alat medis. Infrastruktur teknologi informasi yang andal, aman, dan mampu menopang operasional tanpa banyak gangguan juga menjadi kebutuhan penting.
Branch Manager Jabodetabek FiberStar Chaerul Anwar mengatakan, transformasi digital sektor kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan koneksi internet. Rumah sakit membutuhkan infrastruktur yang terintegrasi dan aman untuk menjaga keberlangsungan operasional.
“Kami melihat transformasi digital di sektor kesehatan tidak hanya membutuhkan koneksi internet, tetapi juga membutuhkan infrastruktur yang terintegrasi, aman, dan dapat mendukung operasional Rumah Sakit secara berkelanjutan,” ujar Chaerul dalam keterangan, Selasa (1/9/2026).
Menurut dia, forum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi FiberStar untuk berkomunikasi langsung dengan direksi dan manajemen rumah sakit. Dari komunikasi tersebut, perusahaan dapat memahami kebutuhan sekaligus tantangan digital yang dihadapi industri kesehatan.
Sebelumnya, FiberStar menggelar Go Next 2026: The Future of Healthcare Technology menggelar forum eksklusif yang mempertemukan jajaran direksi dan manajemen rumah sakit di wilayah Bogor Raya.
Kegiatan yang digelar bersama Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) Bogor Raya tersebut menjadi ruang diskusi bagi pemilik, direktur, hingga General Manager (GM) rumah sakit untuk membahas perkembangan teknologi serta kebutuhan infrastruktur digital di era modern.
Dalam forum itu, ia mengatakan, FiberStar memperkenalkan diri sebagai penyedia infrastruktur jaringan terpadu dan solusi ICT end-to-end. Layanan yang ditawarkan mencakup konektivitas, keamanan jaringan, hingga perangkat infrastruktur jaringan.
“Salah satu kebutuhan yang menjadi perhatian adalah konektivitas. Sebab, berbagai aktivitas rumah sakit kini telah bergantung pada sistem digital, mulai dari administrasi, komunikasi internal, pelayanan pasien, hingga penggunaan aplikasi dan sistem informasi,” terangnya.
Untuk mendukung kebutuhan tersebut, lanjut dia, FiberStar menawarkan layanan Internet Dedicated dengan koneksi simetris dan dukungan Service Level Agreement (SLA). Layanan ini ditujukan untuk menopang aktivitas utama rumah sakit yang membutuhkan koneksi stabil.
“Kami perkenalkan Starlink sebagai alternatif konektivitas berbasis satelit. Teknologi ini dapat dimanfaatkan sebagai koneksi cadangan atau failover ketika koneksi utama mengalami gangguan, maupun menjadi solusi di wilayah yang belum terjangkau jaringan fiber optik,” ungkapnya.
Ia mengatakan, kombinasi koneksi utama dan cadangan dinilai dapat membantu rumah sakit membangun jaringan yang lebih resilien. Dengan begitu, risiko gangguan operasional akibat terputusnya koneksi utama bisa diminimalkan.
Namun, dikatakan dia, koneksi internet yang kuat saja belum cukup. Makin banyak perangkat dan sistem yang terhubung ke jaringan, makin besar pula tantangan keamanan siber yang harus dihadapi rumah sakit.
“Kami juga menghadirkan FortiGate sebagai solusi network security. Perangkat ini ditujukan untuk membantu rumah sakit memperkuat perlindungan jaringan dari berbagai potensi ancaman siber,” tegasnya.
“Kami juga perkenalkan Huawei eKit yang mencakup sejumlah perangkat, seperti Wi-Fi 6 Access Point, switch, dan gateway. Perangkat ini dirancang untuk membantu rumah sakit membangun infrastruktur jaringan yang lebih terintegrasi sekaligus memudahkan pengelolaan oleh tim IT internal,” imbuhnya.
Menurut dia, kebutuhan rumah sakit dapat dibahas secara menyeluruh, mulai dari konektivitas utama, koneksi cadangan, keamanan jaringan, hingga kebutuhan Wi-Fi dan perangkat jaringan.
Ia menilai pembangunan infrastruktur digital juga berkaitan erat dengan pengalaman pasien dan pengunjung. Jaringan Wi-Fi yang andal, misalnya, dapat membantu pasien maupun pengunjung mengakses layanan digital dan berkomunikasi selama berada di lingkungan rumah sakit.
“Dengan sistem keamanan jaringan ini memungkinkan rumah sakit mengontrol akses terhadap jaringan dan data secara lebih baik,” ucapnya. (nas)























