INDOPOSCO.ID – Pendalaman pemahaman agama menjadi hal penting dalam membentuk umat yang tidak sekadar mengetahui ajaran secara tekstual, tetapi mampu memahami pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya.
Pernyataan tersebut diungkapkan Stafsus Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Kebijakan Publik Ismail Cawidu di Jakarta, Selasa (1/9/2026). Ia mengatakan, pemahaman yang mendalam dinilai menjadi kunci agar ajaran agama dapat diterapkan secara tepat dalam kehidupan sehari-hari.
“Dalam pandangan tersebut, orang-orang yang memahami agama dituntut memiliki kedalaman ilmu. Sebab, memahami agama tidak cukup hanya dengan mengandalkan hafalan atau pengetahuan yang diperoleh secara turun-temurun tanpa memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya,” terangnya.
Pesan-pesan suci yang terdapat dalam kitab agama, dikatakan dia, pada dasarnya menuntun umat untuk memiliki pemahaman yang mendalam. Perintah-perintah agama harus diimbangi dengan pemahaman sehingga umat tidak hanya menjalankan ajaran secara formal, tetapi juga mengerti tujuan dan nilai di balik setiap ajaran.
Hal itu pula, lanjut dia, yang menjadi salah satu misi para nabi Muhammad SAW dalam membimbing umatnya. Mereka tidak sekadar mengajarkan ritual, tetapi juga mengarahkan umat agar memiliki kedalaman dalam memahami agama dan mampu menjadikannya sebagai pedoman kehidupan.
“Karena itu, berbagai kegiatan keagamaan perlu diarahkan untuk memperkuat pemahaman umat. Hal tersebut berlaku bagi seluruh agama,” ujarnya.
“Di masjid, misalnya, kegiatan keagamaan dapat menjadi ruang pendalaman Islam. Begitu pula kegiatan pembinaan umat dalam tradisi agama Katolik, Kristen maupun agama lainnya,” imbuhnya.
Ia menambahkan, salah satu kegiatan yang memiliki potensi besar dalam mendorong pendalaman pemahaman agama adalah Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI. Kegiatan tersebut, menurutnya, tidak semestinya dipandang hanya sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an, tetapi juga sebagai bagian dari proses membangun kecintaan sekaligus pemahaman terhadap kitab suci.
“Kegiatan yang diselenggarakan secara berjenjang ini menunjukkan betapa seriusnya pembinaan membaca dan memahami Al-Qur’an dilakukan hingga ke berbagai daerah,” katanya.
Ia mengatakan, MTQ yang berlangsung secara serentak dan berjenjang di berbagai wilayah Indonesia menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan tradisi pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat. Dari tingkat sekolah hingga daerah, kegiatan tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi generasi muda untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“Kegiatan keagamaan, termasuk MTQN XXXI diharapkan tidak berhenti pada aspek seremonial dan perlombaan. Lebih jauh kegiatan harus menjadi bagian dari upaya membangun kedalaman pemahaman agama, sehingga nilai-nilai kitab suci benar-benar hadir dalam kehidupan umat,” ujarnya. (nas)























