INDOPOSCO.ID – Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberikan persetujuan fasilitas Pusat Logistik Berikat (PLB) kepada Maersk Logistics Indonesia yang berlokasi di Kota Semarang.
Pemberian fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperlancar arus logistik sekaligus memperkuat daya saing industri dan perdagangan, khususnya kegiatan usaha yang berorientasi ekspor di Jawa Tengah.
Kepala Kanwil Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Agus Yulianto, mengatakan keberadaan fasilitas PLB diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kegiatan penyimpanan dan pengelolaan komoditas yang berkaitan dengan aktivitas perdagangan internasional.
“Melalui fasilitas PLB tersebut, Maersk Logistics Indonesia akan mendukung kegiatan penyimpanan dan pengelolaan berbagai komoditas yang memiliki keterkaitan dengan aktivitas perdagangan internasional,” katanya.
Sejumlah komoditas yang akan diekspor melalui kegiatan tersebut antara lain pakaian jadi, tas, alas kaki, dan koper dengan negara tujuan di kawasan Eropa. Sementara itu, komoditas yang diimpor berupa bahan baku yang digunakan untuk industri pakaian jadi.
Keberadaan PLB tersebut dinilai dapat mendukung ketersediaan bahan baku sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan rantai pasok bagi industri yang berorientasi ekspor.
Fasilitas PLB merupakan salah satu instrumen kepabeanan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan logistik dan rantai pasok. Dengan pengelolaan penyimpanan yang lebih terintegrasi, pelaku usaha diharapkan dapat memperoleh efisiensi dalam proses distribusi maupun pemenuhan kebutuhan bahan baku.
Dari sisi investasi, Maersk Logistics Indonesia mencatat nilai investasi sebesar Rp13,04 miliar. Nilai investasi tersebut diproyeksikan meningkat hingga mencapai Rp17,80 miliar pada 2030.
Agus mengatakan proyeksi tersebut menunjukkan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan kegiatan logistik sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan internasional dari Jawa Tengah.
“Dengan pengelolaan logistik yang semakin efisien, fasilitas PLB diharapkan mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, memperlancar distribusi barang, serta mendukung peningkatan ekspor Indonesia ke pasar global,” jelasnya.
Menurutnya, persetujuan fasilitas PLB bagi Maersk Logistics Indonesia juga menjadi bentuk dukungan Bea Cukai terhadap penguatan ekosistem logistik di Jawa Tengah. Penguatan infrastruktur dan layanan logistik dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi rantai pasok serta memperkuat posisi industri nasional dalam menghadapi persaingan pasar global.
Dia menegaskan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha akan terus diperkuat untuk mendorong pemanfaatan fasilitas kepabeanan secara optimal.
“Dengan sinergi antara pemerintah dan dunia usaha, Kanwil Bea Cukai Jateng DIY terus mendorong pemanfaatan fasilitas kepabeanan sebagai instrumen untuk menciptakan iklim usaha yang makin kompetitif, efisien, dan berorientasi pada pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkasnya.(ipo)























