INDOPOSCO.ID – Seorang pelajar bernama Faturrohman (18) menjadi korban pengeroyokan oleh kelompok orang tidak dikenal di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat pascademo berujung ricuh pada Kamis (28/8/2026) malam.
Faturrohman menceritakan, peristiwa itu bermula saat ia sedang melihat kericuhan di dekat rumahnya. Lokasi tersebut merupakan jalur pelarian massa dari kejaran aparat kepolisian.
“Jadi, kronologi dari peristiwa yang saya alami, pertama itu saya standby posisi saya ada di depan gang sini nih. Nah, kemudian yang rusuh-rusuh itu masuk ke dalam gang sini,” kata Faturrohman di kawasan Pejompongan, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026).
Kelompok orang tidak dikenal itu kemudian memaksanya keluar gang dekat rumahnya dan membawanya ke wilayah Senayan, DPR.
“Setelah itu nggedorong saya sampai jatuh, kemudian intel-intel juga masuk ke sini dan menarik saya. Narik saya, dibawa ke DPR,” ujar Faturrohman.
Ia menjelaskan, bahwa kelompok orang yang mengeroyoknya mengaku sebagai anggota intel Polri yang berjaga di depan gedung DPR. Setelah dipaksa ikut, ia kemudian dibawa ke Polda Metro Jaya.
“Ya, pertama kan dari sini dibawa ke DPR, kemudian lanjut dibawa ke Polda. Polda Metro Jaya. Nah, iya,” tutur Faturrohman.
Faturrohman menjadi korban kekerasan dan salah tangkap saat terjadi kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Ia mengaku dipukul, ditendang, dan mengalami luka di bagian kepala hingga harus mendapat jahitan serta memar di wajah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto dan Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Edison Isir belum merespons soal pelajar yang dianiaya oleh kelompok orang tidak dikenal saat kericuhan di Pejompongan. (dan)























