INDOPOSCO.ID – Reaktivasi jalur perlintasan Temajuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, menuju Pos Kawalan Sempadan Telok Melano, Sarawak, Malaysia, mulai menunjukkan dampak positif. Sekitar 100 warga memanfaatkan kembali akses tersebut, baik untuk berwisata maupun mengenal mekanisme pengurusan dokumen perjalanan lintas batas.
Antusiasme itu mendapat perhatian Ketua Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) DPR RI sekaligus Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan. Ia mendorong Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) bersama pemerintah pusat dan daerah tidak berhenti pada reaktivasi jalur, tetapi menjadikannya sebagai pengungkit ekonomi, pariwisata, dan hubungan sosial budaya masyarakat perbatasan.
“Antusiasme masyarakat yang mencapai sekitar seratus orang pada masa awal reaktivasi menunjukkan bahwa jalur perlintasan Temajuk memiliki nilai strategis yang sangat besar, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun pariwisata. Ini merupakan sinyal positif bahwa masyarakat perbatasan membutuhkan konektivitas yang lebih baik dan legal untuk mendukung aktivitas sehari-hari mereka,” ujar Aher -sapaan Ahmad Heryawan- dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Menurut Aher, reaktivasi tersebut menjadi bukti bahwa kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Tahun 2023 dan kerja sama dalam forum Sosek Malindo dapat diterjemahkan menjadi manfaat konkret bagi masyarakat. Karena itu, momentum tersebut perlu diikuti dengan kebijakan yang lebih luas dan berkelanjutan.
Ia mengapresiasi langkah BNPP yang berhasil mengimplementasikan kesepakatan Border Crossing Agreement (BCA) Tahun 2023 serta berbagai hasil kerja sama dalam forum Sosek Malindo, sehingga pembukaan kembali jalur perlintasan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kedua negara.
Bagi Aher, kawasan perbatasan memiliki posisi strategis yang jauh melampaui fungsi administratif. Perbatasan merupakan wajah terdepan Indonesia yang harus mampu menghadirkan kesejahteraan sekaligus memperkuat kedaulatan negara.
Selain memperlancar mobilitas warga, jalur Temajuk-Telok Melano dinilai dapat membuka ruang pertumbuhan bagi pelaku UMKM, pedagang lokal, sektor jasa, hingga industri pariwisata di Sambas dan wilayah sekitarnya.
“Perbatasan bukan halaman belakang Indonesia. Perbatasan adalah beranda depan negara yang harus tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata. Karena itu, pembukaan kembali jalur Temajuk-Telok Melano harus diikuti dengan penguatan infrastruktur, pelayanan publik, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat,” tegas mantan Wakil Ketua Majelis Syuro PKS tersebut.
Karena itu, Aher meminta reaktivasi jalur tersebut tidak sekadar dipandang sebagai pembukaan akses perjalanan, melainkan sebagai awal dari pengembangan kawasan perbatasan yang lebih terintegrasi. Infrastruktur, pelayanan publik, keamanan, serta kapasitas ekonomi masyarakat harus berjalan beriringan.
Di sisi lain, masyarakat juga diminta memanfaatkan akses tersebut secara produktif dengan tetap mematuhi seluruh ketentuan keimigrasian dan aturan lintas batas yang berlaku.
“Reaktivasi jalur perlintasan ini harus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat perbatasan, dan memperkokoh posisi kawasan perbatasan sebagai gerbang kemajuan bangsa. Semua itu harus dilakukan dengan tetap menjunjung tinggi hukum, keamanan, dan kedaulatan negara,” tambah mantan Gubernur Provinsi Jawa Barat dua periode itu.
Dengan kembali terbukanya konektivitas Temajuk-Telok Melano, Aher berharap kawasan perbatasan Indonesia-Malaysia tidak hanya menjadi jalur keluar-masuk masyarakat, tetapi berkembang menjadi simpul ekonomi baru yang menggerakkan perdagangan, pariwisata, dan kesejahteraan masyarakat di kedua sisi perbatasan.(her)























