INDOPOSCO.ID – Silaturahmi jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kota (Forkopimko) dengan masyarakat Jakarta Barat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan wilayah.
Kegiatan Silaturahmi Bersama Forkopimko Kota Administrasi Jakarta Barat digelar di Balai Warga Rukun Warga (RW) 10, Kelurahan Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Kota Administrasi Jakarta Barat, Senin (24/8/2026). Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pemerintah, aparat keamanan, penegak hukum, serta berbagai elemen masyarakat dalam suasana penuh keakraban.
Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainah mengatakan, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi yang lebih dekat dengan masyarakat sekaligus mendengarkan berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan warga.
“Kita sekalian berkenalan, sekalian ingin menyambangi warga, tukar pikiran, dan terus membangun kebersamaan. Barangkali ada hal-hal yang nanti bisa kita diskusikan dan kita obrolkan dengan santai,” katanya.
Menurut Iin, upaya menciptakan Jakarta Barat yang aman dan kondusif tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan. Partisipasi aktif masyarakat diperlukan untuk menjaga lingkungan masing-masing.
Ia juga menegaskan Jakarta Barat tidak ingin mendapat stigma sebagai wilayah yang tidak aman, termasuk sebutan “Gotham City” yang sempat muncul dalam pemberitaan.
“Kita enggak ingin Jakarta Barat dibilang Gotham City. Masa Jakarta Barat tidak aman? Malam hari saja masih banyak warga kita yang bermain bola dan beraktivitas,” tegasnya.
Iin memastikan kegiatan dialog dan silaturahmi dengan masyarakat akan terus dilanjutkan di wilayah kecamatan lainnya. Menurutnya, komunikasi langsung dengan warga penting untuk membangun kesamaan pemahaman sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan di tingkat lingkungan.
“Alhamdulillah kita telah membuktikan Jakarta Barat. Hari ini kita mulai perdana dan akan berlanjut ke kecamatan lainnya,” ucapnya.
Tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz, yang menginisiasi kegiatan tersebut, mengatakan pertemuan antara Forkopimko dan masyarakat diharapkan menjadi ruang komunikasi yang efektif.
Menurut Umar, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat perlu dibahas secara terbuka sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan secara bersama-sama.
“Alhamdulillah berkat dukungan stakeholder semua yang ada di sini, kita dapat berkumpul. Momentum yang baik ini kita harapkan apa yang menjadi kendala-kendala di Jakarta Barat nanti dapat dijelaskan dan problem solving ini menjadi acuan kita ke depannya sebagai warga Jakarta Barat,” ujarnya.
Umar berharap forum tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, aparat dan masyarakat.
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Metro Jakarta Barat, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Nasriadi mengajak masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga keamanan lingkungan. Ia meminta warga tidak mudah terprovokasi oleh informasi maupun ajakan yang berpotensi memicu gangguan keamanan.
Nasriadi juga mengingatkan para orang tua agar memberikan perhatian terhadap pergaulan anak-anak untuk mencegah mereka terlibat dalam tawuran, penyalahgunaan narkoba, maupun tindakan yang dapat merugikan diri sendiri dan lingkungan.
“Mari kita menjadi polisi bagi kita sendiri. Artinya, kita tidak menjadi pelaku kejahatan dan tidak menjadi korban kejahatan,” katanya.
Senada dengan itu, Komandan Distrik Militer (Dandim) 0503/Jakarta Barat, Letnan Kolonel (Letkol) Saputra Haki mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menerima informasi, terutama informasi yang beredar melalui media sosial.
“Harus dicek betul apakah informasi tersebut benar atau tidak. Jangan sampai informasi yang belum terverifikasi justru membuat kepanikan dan berujung pada kerusuhan,” jelasnya.
Saputra mengajak masyarakat untuk tidak menyebarkan berita bohong, ujaran kebencian, maupun informasi provokatif yang dapat mengganggu ketertiban dan keamanan wilayah.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Jakarta Barat, Arief Indra Kusuma Adhi menegaskan seluruh unsur Forkopimko memiliki tanggung jawab untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas secara aman dan nyaman.
“Tugas kami adalah menjaga agar Jakarta Barat ini menjadi kota yang bisa melayani dan melindungi warganya,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan (Kantah) Jakarta Barat Shinta Purwitasari, jajaran Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, para ketua RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, akademisi, pengusaha, serta insan pers.
Silaturahmi tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat komunikasi lintas sektor hingga tingkat kecamatan dan lingkungan warga.
Kolaborasi pemerintah, aparat keamanan, penegak hukum, serta masyarakat dinilai menjadi kunci dalam menjaga Jakarta Barat tetap aman, nyaman, tertib, dan kondusif.
Dengan demikian, menjaga keamanan Jakarta Barat bukan semata-mata tugas aparat, melainkan tanggung jawab bersama seluruh warga yang menjadikan wilayah tersebut sebagai rumah bersama. (her)





















