INDOPOSCO.ID – Gempa bumi yang mengguncang sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT) tak hanya meninggalkan kerusakan, tetapi juga menghadirkan kebutuhan mendesak bagi masyarakat untuk bertahan dan bangkit. Di tengah situasi tersebut, PT Brantas Abipraya (Persero) bergerak cepat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak pada Jumat (21/8/2026).
Bantuan yang datang bukan sekadar paket kebutuhan pokok. Brantas Abipraya membawa sembako, perlengkapan ibadah, pakaian layak pakai hingga tandon air yang diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh akses air bersih selama masa penanganan dan pemulihan pascabencana.
Bagi masyarakat yang tengah menghadapi situasi darurat, bantuan semacam itu menjadi lebih dari sekadar barang. Setiap kebutuhan yang terpenuhi dapat memberikan ruang bagi warga untuk memusatkan perhatian pada pemulihan, sementara kehadiran bantuan juga menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi bencana seorang diri.
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, mengatakan respons terhadap bencana merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat.
“Di tengah kondisi yang penuh tantangan akibat bencana, kami ingin memastikan bahwa Abipraya hadir dan dapat memberikan dukungan yang dibutuhkan masyarakat. Bantuan ini merupakan wujud kepedulian dan solidaritas kami untuk meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT,” ujar Dian dalam keterangannya, Senin (24/8/2026).
Menurut Dian, kebutuhan warga setelah bencana tidak berhenti pada makanan dan kebutuhan sehari-hari. Fase pemulihan juga membutuhkan dukungan yang dapat menjawab persoalan dasar di lapangan, termasuk ketersediaan air yang menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat terdampak.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat memberikan manfaat secara langsung, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat dan mendukung proses pemulihan. Bagi kami, setiap kontribusi, sekecil apa pun, memiliki arti ketika dilakukan bersama-sama untuk membantu masyarakat bangkit dari situasi sulit,” tutur Dian.
Kepedulian tersebut juga sejalan dengan kapasitas Brantas Abipraya sebagai perusahaan konstruksi yang berpengalaman mengerjakan berbagai proyek di Indonesia. Dalam situasi bencana, kompetensi tersebut turut menumbuhkan kesadaran bahwa pemulihan bukan hanya soal memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga membantu lingkungan dan infrastruktur terdampak kembali berfungsi.
Gerak cepat Brantas Abipraya menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan tidak hanya diukur dari pembangunan yang berdiri secara fisik. Di luar aktivitas konstruksi, kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan menjadi bagian dari upaya menghadirkan manfaat di berbagai daerah, terutama ketika masyarakat berada dalam kondisi yang membutuhkan dukungan.
“Melalui semangat Abipraya Peduli, Brantas Abipraya berharap bantuan tersebut dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan beban masyarakat terdampak dan mempercepat proses pemulihan,” tutupnya. (rmn)





















