• Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers
indoposco.id
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks
No Result
Lihat Semua
indoposco.id
No Result
Lihat Semua
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
  • Koran
Home Ekonomi

Fasilitas Kawasan Berikat Bantu Dorong Teknologi Hijau dalam Hilirisasi Nikel PT BNSI

Dilianto Editor Dilianto
Selasa, 28 Juli 2026 - 15:01
in Ekonomi
Peresmian PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) sebagai salah satu proyek hilirisasi nikel berbasis teknologi hijau di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Rabu (22/7/2026). Foto: Humas Bea Cukai

Peresmian PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) sebagai salah satu proyek hilirisasi nikel berbasis teknologi hijau di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Rabu (22/7/2026). Foto: Humas Bea Cukai

Share on FacebookShare on Twitter

INDOPOSCO.ID – PT Bahodopi Nickel Smelting Indonesia (BNSI) resmi diresmikan sebagai salah satu proyek hilirisasi nikel berbasis teknologi hijau di kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, pada Rabu (22/7/2026).

Perusahaan yang merupakan konsorsium EcoPro (Republik Korea), GEM Co., Ltd. (Republik Rakyat Tiongkok), PT Vale Indonesia, SmartC (Singapura), dan sejumlah mitra lainnya ini mengembangkan industri pengolahan bijih nikel menggunakan teknologi High Pressure Acid Leach (HPAL) berkapasitas 1.268 meter kubik, yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di dunia.

BacaJuga:

Laba Bersih Elnusa Melonjak 29 Persen pada Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp7,6 Triliun

Limbah Kelapa Sawit Bisa Disulap Jadi Helm hingga Batik, Dorong UMKM Naik Kelas

Strategi Hulu PHE Berbuah Manis, Produksi Stabil hingga Cadangan Bertambah

Teknologi tersebut menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik dengan pendekatan industri rendah emisi karbon.

PT BNSI juga merupakan bagian dari kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP) dan telah memperoleh fasilitas kawasan berikat dari Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Utara (Sulbagtara).

Peresmian yang berlangsung di kawasan PT BNSI, IGIP Morowali, dihadiri oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Yoon Soongu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr. Reny A. Lamadjido, Chairman GEM Group Prof. Xu Kaihua, Chairman EcoPro Lee Dong Chae, Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin, Presiden Komisaris PT Vale Indonesia Fauzambi S. Multhazar, Direktur Utama PT Vale Indonesia Bernardus Irmanto, Bupati Morowali Iksan Baharudin Abdul Rauf, Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Zaky Firmansyah, Kepala Bea Cukai Morowali Muhariadi Angkat, serta jajaran pemerintah, investor, pelaku usaha, dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Chairman GEM Group, Xu Kaihua, mengapresiasi dukungan Pemerintah Indonesia terhadap pembangunan proyek BNSI. Menurutnya, penetapan BNSI sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) sekaligus penerima fasilitas kawasan berikat menunjukkan komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai yang dinilainya memberikan dukungan penuh terhadap kelancaran proyek. “Rekan-rekan di Kepabeanan sering bekerja lembur demi menjamin kelancaran proses kepabeanan peralatan. Kepabeanan Indonesia, bagus, luar biasa!” ujar Xu Kaihua.

Sementara itu, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Yoon Soongu, menilai proyek BNSI menjadi simbol eratnya kerja sama ekonomi antara Indonesia, Republik Korea, dan Republik Rakyat Tiongkok.

Menurutnya, sinergi ketiga negara menjadi fondasi penting dalam membangun industri hilirisasi mineral yang berdaya saing global. “Kami sangat mendukung peran ketiga negara, yaitu Korea, Tiongkok, dan Indonesia, untuk berkolaborasi membangun industri hilirisasi berkelas dunia,” katanya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan bahwa pengembangan kawasan industri seperti BNSI merupakan bagian dari upaya pemerintah menghadirkan investasi yang berkualitas, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi dukungan berbagai instansi pemerintah dalam mewujudkan iklim investasi yang kondusif, termasuk Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Kawasan industri ini adalah salah satu bentuk upaya kita untuk memastikan bahwa investasi yang masuk ke Indonesia merupakan industri yang berkualitas, berkelanjutan, serta membawa dampak nyata bagi masyarakat luas. Saya juga mengapresiasi Bea Cukai yang aktif memberikan dukungan penuh bagi pengembangan industri di wilayah ini,” ujarnya.

Menutup rangkaian sambutan, Kepala Kanwil Bea Cukai Sulbagtara, Zaky Firmansyah, menegaskan bahwa pemberian fasilitas kawasan berikat merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam memperkuat hilirisasi industri nasional sekaligus meningkatkan daya saing investasi.

Ia mengungkapkan bahwa selama Semester I Tahun 2026, perusahaan pengguna fasilitas kawasan berikat di Morowali telah memanfaatkan kemudahan berupa penangguhan bea masuk dan pembebasan pajak dalam rangka impor senilai Rp13,7 triliun.

Pada periode yang sama, kawasan tersebut juga membukukan nilai devisa ekspor sebesar Rp236 triliun, meningkat sekitar 56 persen dibandingkan Semester I Tahun 2025 yang mencapai Rp151,8 triliun. Menurut Zaky, capaian tersebut menunjukkan bahwa kebijakan pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif telah memberikan hasil nyata.

“Di balik setiap angka ekspor terdapat cerita tentang tumbuhnya investasi, bergeraknya mesin-mesin industri, meningkatnya aktivitas logistik, terbukanya lapangan pekerjaan, dan harapan baru bagi masyarakat,” sebutnya.

Kawasan Indonesia Green Industrial Park (IGIP) sendiri dikembangkan di atas lahan sekitar 1.500 hektare dengan proyeksi investasi lebih dari USD10 miliar dan nilai produksi tahunan diperkirakan mencapai USD15 miliar.

Pengembangan kawasan industri hijau tersebut diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 88.000 tenaga kerja, sekaligus memperkuat ekosistem hilirisasi nikel, mendukung pertumbuhan ekonomi, serta mendorong pembangunan industri berkelanjutan di Indonesia. (ipo)

Tags: Bea CukaiDanantarakawasan berikatnikel

Berita Terkait.

SDM
Ekonomi

Laba Bersih Elnusa Melonjak 29 Persen pada Semester I 2026, Pendapatan Tembus Rp7,6 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:04
Batik
Ekonomi

Limbah Kelapa Sawit Bisa Disulap Jadi Helm hingga Batik, Dorong UMKM Naik Kelas

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:23
Perwira-PHE
Ekonomi

Strategi Hulu PHE Berbuah Manis, Produksi Stabil hingga Cadangan Bertambah

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:03
L8
Ekonomi

LEPAS L8 Resmi Meluncur di Indonesia, SUV PHEV Premium Dibanderol Rp589 Juta

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:30
Ikatan Notaris Minta Pemerintah Tunda Pemberlakuan Tarif PNBP Terbaru 
Ekonomi

Kementerian UMKM Optimistis PEWIRA Percepat Terciptanya Wirausaha Berdaya Saing

Senin, 27 Juli 2026 - 23:31
Destry-Damayanti
Ekonomi

Ditunjuk jadi Gubernur Sementara BI, Destry Damayanti Pastikan Decision Making Tetap Berjalan

Senin, 27 Juli 2026 - 18:28

BERITA POPULER

  • Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    Tokoh Banten Mulyadi Jayabaya Sesalkan Ada Oknum Pejabat Dikaitkan Aksi Penculikan Aktivis

    1429 shares
    Share 572 Tweet 357
  • Industri Sawit Nasional Miliki Fondasi Kuat dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja

    1167 shares
    Share 467 Tweet 292
  • Koran Indoposco Edisi 10 November 2023

    2993 shares
    Share 1197 Tweet 748
  • Citilink dan Aqua Hadirkan Flomiland, Instalasi Seni Interaktif Baru di Terminal 1C

    727 shares
    Share 291 Tweet 182
  • Pasca-Bentrokan Berdarah di Menteng, 200 Personel Gabungan TNI-Polri Disiagakan

    699 shares
    Share 280 Tweet 175
Champions
Olahraga

Pimpin Revolusi Spanyol Rebut Piala Dunia Kedua, Rodri: Kami Mampu Kendalikan Semua Laga

Editor Nelly Marinda Situmorang
Selasa, 21 Juli 2026 - 12:24

INDOPOSCO.ID - Spanyol tidak hanya mengangkat Trofi Piala Dunia 2026. La Roja juga mengirim pesan tegas kepada dunia bahwa dominasi...

SelengkapnyaDetails
Messi

Messi Usai Final Piala Dunia 2026: Butuh Waktu Sembuhkan Luka Ini

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:13
Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Tak Hanya Juara, 3 Penghargaan Individu Piala Dunia 2026 Turut Diborong Spanyol

Senin, 20 Juli 2026 - 11:39
Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Scaloni Legawa Argentina Tumbang di Final: Kami Kalah dengan Kepala Tegak

Senin, 20 Juli 2026 - 11:00
Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Scaloni Isyaratkan Mundur Usai Argentina Gagal Pertahankan Gelar Piala Dunia

Senin, 20 Juli 2026 - 09:32
  • Redaksi
  • Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Standar Perlindungan Wartawan
  • Sertifikat Dewan Pers

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.

No Result
Lihat Semua
  • Home
  • Nasional
  • Megapolitan
  • Nusantara
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
    • Piala Dunia 2026
  • Gaya Hidup
  • Multimedia
    • Fotografi
    • Video
  • Disway
  • Koran
  • Indeks

© - & DESIGN BY INDOPOSCO.ID.