INDOPOSCO.ID – Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto menghadirkan harapan baru bagi masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak melalui kegiatan bakti sosial operasi katarak dalam rangka Bulan Bakti PERDAMI 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan mata sekaligus membantu menekan angka kebutaan yang masih tinggi di Indonesia.
Mengusung tema “Satu Hari Sejuta Harapan untuk Indonesia Kembali Melihat, One Doctor One Sight,” program yang diinisiasi Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) tersebut dilaksanakan di Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto pada 7-9 Juli 2026. Rangkaian kegiatan mencakup skrining calon pasien, pemeriksaan penunjang, operasi katarak bagi pasien yang memenuhi kriteria medis, hingga kontrol H+7 pascaoperasi.
Kepala Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto, dr. Kukuh Prasetyo, SpM, ChM, (Hon.)FIOF, mengatakan partisipasi JEC dalam Bulan Bakti PERDAMI merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak.
“Partisipasi Klinik Utama Mata JEC ANWARI @ Purwokerto dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026 merupakan wujud kepedulian kami terhadap masyarakat yang mengalami gangguan penglihatan akibat katarak. Melalui kegiatan ini, kami berharap semakin banyak pasien yang mendapatkan kesempatan untuk kembali melihat dengan lebih baik, beraktivitas dengan lebih mandiri, dan menjalani hidup dengan kualitas yang lebih baik,” ujar dr. Kukuh dalam keterangannya, Rabu (15/7/2026).
Katarak merupakan kondisi ketika lensa alami mata menjadi keruh sehingga cahaya tidak dapat masuk secara optimal ke retina. Akibatnya, penderita mengalami gangguan penglihatan berupa pandangan kabur, silau, warna terlihat memudar, hingga kesulitan melihat pada malam hari. Penyakit ini umumnya dialami kelompok usia lanjut, namun juga dapat dipicu diabetes, cedera mata, penggunaan obat tertentu dalam jangka panjang, paparan sinar ultraviolet, maupun faktor bawaan.
Data Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) 2014-2016 yang dilakukan PERDAMI bersama Badan Litbangkes Kementerian Kesehatan menunjukkan angka kebutaan pada penduduk usia 50 tahun ke atas mencapai sekitar 3 persen, dengan 81,2 persen di antaranya disebabkan oleh katarak. Kondisi tersebut menjadikan katarak sebagai penyebab utama kebutaan di Indonesia.
Menurut dr. Kukuh, operasi katarak bukan sekadar tindakan medis untuk memperbaiki penglihatan, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mengembalikan kualitas hidup pasien. Setelah menjalani operasi, pasien diharapkan dapat kembali membaca, bekerja, beribadah, mengenali anggota keluarga, bepergian dengan lebih aman, hingga kembali aktif dalam kehidupan sosial.
Program bakti sosial yang dijalankan JEC ANWARI @ Purwokerto dirancang secara komprehensif agar setiap pasien memperoleh pelayanan yang aman dan sesuai standar medis. Seluruh peserta menjalani proses skrining, pemeriksaan kesehatan mata, evaluasi kondisi umum, tindakan operasi bila memenuhi syarat, hingga pemantauan pascaoperasi untuk memastikan hasil tindakan berjalan optimal.
Sebagai bagian dari jaringan JEC Eye Hospitals and Clinics, klinik ini turut melanjutkan komitmen JEC dalam memperluas akses layanan kesehatan mata di Indonesia. Berdiri sejak 1984, JEC telah menangani lebih dari 200 ribu operasi katarak dan terus mengembangkan layanan berbasis teknologi modern, mulai dari metode phacoemulsification hingga Femtosecond Laser-Assisted Cataract Surgery (FLACS) untuk memberikan hasil operasi yang lebih presisi dan sesuai kebutuhan pasien.
Melalui keterlibatan dalam Bulan Bakti PERDAMI 2026, JEC ANWARI @ Purwokerto berharap semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap layanan operasi katarak sehingga angka kebutaan yang sebenarnya dapat dicegah terus menurun.
“Bagi kami, setiap pasien yang kembali melihat adalah harapan baru. Karena itu, kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi layanan medis, tetapi juga bentuk dukungan nyata agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih percaya diri,” jelas dr. Kukuh. (rmn)


















