INDOPOSCO.ID – Polemik di kalangan penggemar NCT DREAM terus berlanjut setelah Jisung menyebut mantan anggota grup saat melakukan siaran langsung. Kontroversi tersebut kini berkembang menjadi aksi protes berupa pengiriman truk ke depan kantor SM Entertainment.
Sebelumnya, Jisung mengungkapkan bahwa enam anggota NCT DREAM sempat berlibur ke Yangpyeong bersama mantan member yang telah keluar dari grup pada April lalu. Ucapan tersebut memicu beragam reaksi di media sosial hingga Jisung akhirnya menyampaikan permintaan maaf melalui platform Bubble.
Kini, sejumlah penggemar menggelar aksi protes dengan mengirim truk elektronik yang menampilkan berbagai pesan kritik kepada para anggota dan SM Entertainment.
Beberapa pesan yang ditampilkan di layar truk antara lain: “Berhenti menipu penggemar.”
“Nama grupnya bukan 7DREAM, tapi NCT DREAM. Sadarlah.”
“Kalau kalian memang tidak punya niat untuk menjalankan NCT DREAM dengan benar, bilang saja sekarang, supaya kami bisa berhenti mendukung.” “7DREAM OUT.”
Penyelenggara aksi tersebut menyatakan bahwa idol seharusnya tidak membahas mantan anggota grup kepada para penggemar.
“Tidak menyebut member yang keluar kepada penggemar grup adalah akal sehat dasar bagi seorang idol,” tulis penyelenggara aksi melalui media sosial.
Aksi truk protes tersebut berlangsung pada 6 Juli di depan kantor SM Entertainment hingga pukul 18.00 waktu setempat dengan delapan pesan berbeda yang diputar secara bergantian.
Peristiwa ini pun memicu perdebatan di kalangan warganet Korea. Sebagian menilai tuntutan penggemar dapat dipahami karena menyangkut citra grup dan hubungan dengan fandom. Namun, sebagian lainnya menganggap reaksi tersebut berlebihan.
Beberapa komentar warganet yang dikutip Koreaboo antara lain: “Lalu kenapa mereka menyebut mantan member ke penggemar? Aku tidak paham, bukankah biasanya mereka diam saja soal hal seperti itu?”
“Mereka memang menyampaikan poin yang benar.”
Sementara itu, ada pula yang berpendapat bahwa hubungan pribadi para anggota tidak seharusnya menjadi masalah.
“Susah mengontrol hubungan pribadi, dia juga tidak melakukan kejahatan… kalau tidak suka, ya sebaiknya unstan.”
Komentar lain juga menyoroti fenomena pengiriman truk protes yang belakangan semakin sering terjadi di industri K-Pop.
“Orang-orang benar-benar menghabiskan uang untuk truk-truk ini… kalau tidak suka, ya unstan saja.”
Hingga berita ini ditulis, SM Entertainment belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait aksi protes tersebut. Insiden ini kembali memunculkan perdebatan mengenai batas antara kehidupan pribadi idol dan ekspektasi para penggemar terhadap aktivitas grup.(mg160)


















