INDOPOSCO.ID – Fenomena kekeringan mulai mendominasi sejumlah wilayah di Indonesia seiring semakin banyak daerah memasuki musim kemarau. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ribuan warga di Jawa Tengah hingga Nusa Tenggara Barat terdampak krisis air bersih dan kini bergantung pada bantuan distribusi air dari pemerintah daerah.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan kekeringan masih melanda empat desa di Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Desa yang terdampak meliputi Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu, dan Sidorejo.
Ia menyebut, BPBD Kabupaten Klaten mencatat sebanyak 2.498 kepala keluarga (KK) atau 8.319 jiwa terdampak sejak awal Juni 2026. Untuk membantu kebutuhan warga, BPBD telah menyalurkan 60.000 liter air bersih kepada 377 KK atau sekitar 1.450 jiwa.
“Distribusi air dilakukan secara bertahap menyesuaikan kebutuhan di lapangan,” ujar Muhari dalam keterangan, Sabtu (27/6/2026).
Kekeringan juga, dikatakan dia, terjadi di Kabupaten Pemalang. Tiga desa yang berada di Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. “Data sementara BPBD menunjukkan sebanyak 166 KK terdampak,” bebernya.
Sebagai langkah penanganan darurat, dikatakan dia, BPBD Kabupaten Pemalang menyalurkan 4.000 liter air bersih ke Desa Pulosari pada Jumat (26/6). Bantuan akan terus diberikan sesuai perkembangan kondisi di wilayah terdampak.
“Di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, kekeringan turut melanda Desa Ketoyan di Kecamatan Wonosegoro dan Desa Samiran di Kecamatan Selo. BPBD setempat mencatat 42 KK atau 125 jiwa terdampak,” katanya.
“Sebanyak 5.000 liter air bersih telah disalurkan kepada warga di 2 desa ini,” sambungnya.
Sementara itu, masih ujar dia, dampak musim kemarau juga dirasakan masyarakat di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). Enam desa yang tersebar di lima kecamatan, yakni Sekotong, Lembar, Gerung, Kuripan, dan Batu Layar, mengalami kekeringan.
BPBD Lombok Barat melaporkan sebanyak 4.245 KK atau 12.008 jiwa terdampak. Sejak kejadian dilaporkan pada 23 Juni 2026, pemerintah daerah terus mendistribusikan bantuan air bersih. Hingga Jumat (26/6/2026) kemarin, total 84.000 liter air telah disalurkan kepada warga di wilayah terdampak.
“Kami mengingatkan pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan musim kemarau serta mempercepat distribusi air bersih. Agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi selama kekeringan berlangsung,” terangnya. (nas)

















