INDOPOSCO.ID – Bank Mandiri Taspen memberikan edukasi literasi keuangan khusus kepada para korban dugaan penipuan investasi oleh oknum mantan pegawainya, N (36). Langkah itu diambil untuk memulihkan pemahaman finansial para korban pasca-kasus tersebut.
Distribution Head 5 (Jateng-DIY) Bank Mandiri Taspen I Putu Agus Sinom Artawan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah mengatakan, pihaknya menyambut aspirasi pengaduan dari para korban tersangka N alias D yang diduga terlibat dalam kasus penipuan investasi.
“Kami membuka ruang komunikasi dengan para korban sekaligus memberikan edukasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. Perlindungan nasabah menjadi komitmen utama kami,” kata I Putu Agus Sinom Artawan dalam keterangannya, Jumat (26/6/2026).
Seluruh nasabah yang hadir dalam kegiatan tersebut disambut langsung oleh jajaran manajemen Bank Mandiri Taspen, mulai Pimpinan Cabang Purwokerto Puguh Setiaris Wicaksono hingga Kepala Divisi Taskforce Muhammad Ikhsan.
“Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat hubungan dengan nasabah sekaligus membangun kesadaran kolektif mengenai bahaya investasi ilegal yang kerap menyasar masyarakat,” ujar Sinom.
Ia mengatakan para nasabah selanjutnya mengikuti kegiatan literasi keuangan yang disampaikan Department Head Operation Customer Experience Bank Mandiri Taspen Andi Prasetyo Nugroho.
Dalam sesi tersebut dijelaskan mengenai mekanisme kredit yang benar, ciri-ciri investasi legal, serta berbagai modus yang umum digunakan pelaku investasi bodong.
Sinom mengatakan keterlibatan keluarga menjadi salah satu faktor penting dalam mencegah masyarakat menjadi korban investasi ilegal, terutama kelompok lanjut usia yang kerap menjadi sasaran pelaku.
“Kami mengajak seluruh keluarga untuk saling mengingatkan dan melakukan verifikasi terlebih dahulu sebelum memutuskan berinvestasi. Jangan mudah tergiur imbal hasil tinggi yang tidak masuk akal,” imbuhnya. (dan)

















