INDOPOSCO.ID – Balapan GT World Challenge Europe Endurance Cup di Sirkuit Monza, Italia, Minggu (31/5/2026), menghadirkan salah satu pertarungan paling dramatis musim ini. Kecelakaan beruntun sejak tikungan pertama, berkali-kali munculnya Safety Car (SC) dan Full Course Yellow (FCY), hingga finis yang harus dilakukan di bawah pengawalan SC membuat hasil lomba sulit diprediksi hingga detik terakhir.
Di tengah situasi penuh kekacauan tersebut, Sean Gelael bersama tim AF Corse #50 berhasil keluar sebagai salah satu tim yang mampu bertahan dan mengamankan hasil penting. Memulai lomba dari posisi ke-12, Sean bersama Lilou Wadoux dan Arthur Leclerc akhirnya menuntaskan balapan tiga jam yang penuh drama dengan finis di posisi keenam kelas Pro.
Drama langsung terjadi sesaat setelah lampu start padam. Tikungan pertama Monza yang terkenal sempit menjadi titik awal insiden besar ketika Mercedes Getspeed #17 bersenggolan dengan Ferrari AF Corse #51. Tabrakan tersebut memicu kecelakaan beruntun yang melibatkan sejumlah mobil dan memaksa beberapa peserta mengakhiri balapan lebih cepat.
Salah satu korban terbesar adalah HRT Ford #64 yang sebelumnya tampil sensasional dengan merebut pole position. Mobil tersebut harus tersingkir setelah terjebak dalam insiden di lap pembuka.
Berbeda dengan banyak rivalnya, Sean yang mendapat tugas sebagai pebalap pertama AF Corse #50 berhasil menghindari kekacauan tersebut. Keputusan dan refleks cepatnya tidak hanya menyelamatkan mobil Ferrari 296 GT3 Evo dari kerusakan, tetapi juga memberinya keuntungan posisi.
Dari posisi start ke-12, Sean langsung melonjak ke posisi sembilan. Momentum itu kemudian dimanfaatkan dengan baik melalui sejumlah manuver bersih dan konsisten untuk terus merangsek ke depan. Secara bertahap ia naik ke posisi tujuh, enam, hingga akhirnya membawa mobil AF Corse #50 menembus posisi ketiga sebelum menyerahkan kemudi kepada Lilou Wadoux.
Wadoux melanjutkan pekerjaan dengan impresif. Dalam balapan yang terus diwarnai insiden serta beberapa kali dinetralisir melalui FCY dan Safety Car, pebalap asal Prancis tersebut mampu menjaga ritme dan mempertahankan tim di zona depan persaingan kelas Pro.
Ketika Arthur Leclerc mengambil alih kemudi pada stint terakhir, peluang untuk menyerang posisi lebih tinggi makin terbatas. Berulang kali netralisasi lomba membuat para pebalap kesulitan membangun strategi dan momentum. Bahkan balapan akhirnya ditutup di bawah pengawalan Safety Car.
Dalam kondisi tersebut, Leclerc membawa AF Corse #50 menyentuh garis finis di posisi keenam kelas Pro.
Meski gagal naik podium, hasil tersebut tetap dinilai positif mengingat tantangan yang dihadapi sepanjang balapan. Start dari luar 10 besar, tingginya risiko kecelakaan, serta kondisi lomba yang tidak stabil membuat finis di enam besar menjadi pencapaian yang patut diapresiasi.
Yang tak kalah penting, Ferrari 296 GT3 Evo milik AF Corse mampu keluar tanpa kerusakan berarti meski berada di tengah balapan yang dipenuhi insiden sejak lap pertama.
Menariknya, kemenangan keseluruhan di Monza justru diraih tim dari kelas Silver. Tressor Attempto Racing #66 yang menggunakan Audi berhasil tampil sebagai pemenang, mengalahkan para peserta dari kelas Pro dan Gold yang selama ini lebih difavoritkan.
Usai melewati ujian berat di Monza, fokus Sean Gelael kini beralih ke putaran paling bergengsi dalam kalender GT World Challenge Europe Endurance Cup, yakni balapan legendaris 24 Hours of Spa di Belgia pada akhir Juni mendatang.
Dengan pengalaman menghadapi kerasnya persaingan di Monza, Sean dan AF Corse membawa bekal berharga untuk menghadapi tantangan yang lebih besar di Spa, ajang yang kerap menjadi penentu reputasi para pebalap endurance dunia.(rmn)












