INDOPOSCO.ID – Persita Tangerang menutup perjalanan mereka di Super League 2025/26 dengan rasa yang belum sepenuhnya tuntas. Finis di peringkat ke-10 memang membuat Pendekar Cisadane tetap aman di papan tengah, namun hasil itu jauh dari target yang sempat dibangun ketika musim bergulir.
Dari total 34 pertandingan, Persita mengoleksi 45 poin, hasil dari 13 kemenangan, enam hasil imbang, dan 15 kekalahan. Sempat mencuri perhatian karena mampu menembus papan atas, performa mereka justru merosot tajam memasuki akhir musim.
Pelatih kepala Persita, Carlos Pena, mengakui timnya gagal menjaga kestabilan performa hingga kompetisi selesai.
“Kita tidak bisa puas dengan musim yang telah kita lalui karena kita belum mencapai target yang telah kita tetapkan. Setelah awal yang sulit, tim berhasil menunjukan konsistensi dalam bermain dan bahkan mencapai posisi lima besar selama beberapa pekan,” ujar Pena dalam keterangan resmi ileague, Jumat (29/5/2026).
Namun momentum positif itu perlahan hilang dalam dua bulan terakhir kompetisi. Persita kesulitan meraih poin, terutama saat menjalani laga tandang. Situasi semakin berat karena badai cedera datang pada fase krusial musim.
“Namun pada dua bulan terakhir musim ini tidak berjalan baik bagi kita. Kita menghadapi banyak kesulitan, terutama saat harus bermain di luar Indomilk Arena dan mengalami beberapa masalah cedera yang secara signifikan menghambat kita di fase akhir musim ini. Performa kita di bagian akhir musim ini tidak sesuai harapan, dan kita harus menggunakan ini sebagai pengalaman untuk belajar dan memotivasi tim untuk musim depan,” katanya.
Meski begitu, Pena tetap menemukan sisi positif dari perjalanan Persita musim ini. Salah satunya adalah kemunculan sejumlah pemain muda yang dinilai berhasil menjawab kepercayaan tim pelatih.
Menurut pelatih asal Spanyol itu, para pemain muda Persita mulai menunjukkan perkembangan mental maupun kualitas permainan yang menjanjikan untuk masa depan klub.
“Di sisi lain, beberapa pemain muda telah tampil baik selama musim ini dan telah mendapatkan tempat di tim untuk musim depan. Mereka harus menjadi masa depan klub dan kita harus terus memberi mereka kesempatan. Kita harus terus membangun mentalitas juara dan menjadi lebih baik di musim depan,” tuturnya.
Selain evaluasi performa, Pena juga mulai memetakan kebutuhan tim untuk musim depan. Fokus utama Persita tampaknya akan tertuju pada perekrutan pemain baru, khususnya di sektor penyerangan yang dinilai belum memberi kontribusi maksimal.
“Kita telah mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan tim musim ini, dan sekarang kita perlu sangat tepat dalam merekrut pemain baru yang akan memungkinkan kita untuk meningkatkan level tim,” ungkap Pena.
Sorotan paling tajam datang untuk lini depan Persita. Pena secara terbuka mengakui para striker yang direkrut musim ini gagal memenuhi ekspektasi.
“Di lini depan, para striker yang kami rekrut belum menunjukkan performa sesuai harapan karena berbagai alasan, dan itu adalah sesuatu yang harus kami atasi jika ingin sukses musim depan. Kami juga perlu terus bekerja pada mentalitas semua pemain untuk mendapatkan konsistensi dan terus berkembang. Tidak mudah bersaing dengan anggaran besar di liga ini, dan itu akan menjadi tantangan besar lainnya bagi kami,” tambahnya.
Kini, Persita menghadapi pekerjaan rumah besar. Setelah musim yang penuh naik-turun, Pendekar Cisadane harus bergerak cepat jika ingin kembali bersaing lebih serius pada musim depan. (her)










